
❤️ Happy Reading ❤️
''Ax, tolong nanti saat jam makan siang kamu datang ke butik buna ya.'' kata Shanum saat mereka sudah selesai sarapan.
''Ngapain mom?'' tanyanya singkat.
''Kami sudah putuskan kalau seminggu lagi kalian berdua akan tunangan jadi kalian nanti kesana untuk fitting pakaian buat acaranya.'' jawab Shanum sambil memberi tahu putranya.
Kata-kata sang mommy seketika langsung membuat mood Axel menjadi buruk lagi pagi ini.
''Kata mommy acaranya hanya sederhana saja, kok pakek fitting baju segala sih mom.'' protes Axel. ''Ribet.'' keluhnya.
''Memang acaranya hanya sederhana dan cuma di hadiri oleh keluarga saja, tapi apa salahnya sih nak kalau kita pakai pakaian yang senada.'' jawab Shanum. ''Jadi nanti tolong kamu jemput Kila di tokonya ya kak.'' kata Shanum lagi. ''Bisakan?'' tanyanya untuk memastikan.
''Kenapa sih gak sama mommy saja.'' kata Axel. ''Aku hari ini sibuk banget mom.'' kilahnya lagi.
''Sibuk terus yang kamu jadikan kambing hitam Ax.'' kata Shanum. ''Pokoknya gak bisa Ax, mommy dan yang lainnya sudah fitting baju kemarin dan hanya tinggal kalian berdua saja yang belum.'' kata Shanum. ''Lagian hari ini mommy juga ada kegiatan...jadi mommy gak bisa untuk menemani dan masalah kerjaan suruh saja kak Hanan untuk handle sementara seperti biasanya selama kamu pergi.'' imbuhnya.
Sebenarnya bukan tanpa maksud Shanum meminta mereka pergi berdua, Shanum memang sengaja agar hubungan mereka semakin membaik dengan sering berjalannya mereka jalan bareng berdua dan sering berkomunikasi.
''Eh gak usah mom, kalau memang Axel sibuk biar Kila kesana sendiri saja.'' sahut Shakila yang sudah yakin kalau manusia judes itu pasti akan menolaknya dan dia juga tak ingin ada pertengkaran di antara ibu dan anak pagi ini. ''Mommy tinggal kasih alamatnya saja ke Kila.'' lanjutnya lagi.
''Tuh mommy dengar sendirikan apa yang dia katakan.'' kata Axel.
__ADS_1
''Ck, ya sudah nanti mommy kirim alamatnya ke ponsel kamu Kila.'' kata Shanum.
''Ingat jangan sampai lupa loh kak.'' peringat Shanum.
''Kalau lupa pun biasanya mommy juga bakalan hubungi Axel berulang kali atau hubungi kak Hanan.'' sungutnya. ''Axel berangkat dulu ya dad, mom.'' pamit Axel.
''Kok buru-buru banget Ax?'' tanya Arya.
''Aku ada meeting penting pagi ini dad.'' sahutnya lalu menyalami kedua orangtuanya sebelum dirinya pergi.
Bukan karena ada meeting pagi sebenarnya tapi lebih tepatnya dirinya menghindari pembicaraan tentang pertunangan atau pernikahan yang sama sekali tak di harapkannya karena untuk akan membuat moodnya semakin hancur.
Setelah Axel pergi, Shakila pun pamit untuk pergi ke tokonya.
''Maaf ini mobil saya.'' sahut Shakila yang baru keluar dari dalam rumah untuk pergi ke tokonya.
''Ck pantas saja.'' sungut Axel.
''Maaf gimana maksudnya ya?'' tanya Shakila.
''Iya pantas saja murahan...kaya yang punya.'' kata Axel dengan tak berdosanya.
''Maksud kamu apa?'' tanya Shakila namun dengan nada suara yang sudah naik satu oktaf.
__ADS_1
''Iya kamu murahan...karena mau-maunya menerima perjodohan dengan orang yang kamu tidak kenal.'' jawab Axel.
''Tolong di jaga ya ucapan kamu.'' kata Shakila. ''Aku terima ini karena menghormati keluarga kamu yang merasa berhutang budi dengan ayah aku.'' paparnya. ''Apa kamu pikir aku akan dengan senang hati dan suka rela menikah dengan kamu kalau tidak karena alasan itu...aku lebih berharap tak mengenal keluarga ini sehingga aku masih bisa hidup bahagia bersama ayahku..'' lanjutnya. ''Cih kalau boleh jujur gak sudi aku nikah sama kamu...nikah sama orang yang yang angkuh dan sombong kaya kamu.'' imbuhnya lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi.
''Hei cewek aneh...urusan kita belum selesai ya!'' seru Axel. ''Arghh...dasar cewek kurang ajar.'' umpat Axel. ''Lagi-lagi gara-gara dia mood aku menjadi jelek pagi ini.'' sambungnya lagi.
...****************...
''Huh memangnya dia siapa bisa seenaknya aja kalau ngomong.'' kata Shakila yang ngedumel di dalam mobilnya menuju ke toko.
''Pria aneh, angkuh, sok kecakepan.'' gumamnya lagi untuk menumpahkan segala kekesalannya.
''Hah gara-gara dia pagiku menjadi sangat buruk.'' kata Shakila lagi.
''Ya Tuhan apa salah dan dosaku di masa lalu hingga harus menikah dengan pria songong itu.'' ratapnya. ''Kok bisa mommy Shanum yang baik, lembut, ramah dengan daddy Arya yang tak kalah baik mempunyai anak seperti itu.'' gumamnya. ''Ah jangan-jangan dia bukan anak kandung mereka atau saat di rumah sakit pas lahir tertukar kayak yang ada di tv-tv sama novel-novel gitu.'' monolognya lagi. ''Ah mikir apa sih aku ini...gak penting banget.'' imbuhnya lagi merutuki pikirannya sendiri dengan berasumsi-asumsi yang belum tentu kebenarannya.
''Bodo amatlah...ngapain juga aku jadi mikirin pria gak jelas itu.'' sungutnya.
Sedangkan Axel pun tak beda dengan Shakila yang sedang ngedumel, Axel pun melakukan hal yang sama.
''Awas saja tuh anak...bakal aku kasih pelajaran.'' kata Axel yang masih emosi. ''Memangnya siapa dia hingga berani melawan seorang Axel Arsha Narendra.'' sambungnya.
''Arghh...sial...sial...sial...'' umpatnya berkali-kali.
__ADS_1