
❤️ Happy Reading ❤️
''Arsen, bisa kita bicara sebentar?'' tanya daddy Axel seusai sarapan pagi bersama.
''Maaf dad, Arsen gak bisa.'' sahut Arsen yang sudah berdiri dari duduknya. ''Ada urusan urgent yang harus Arsen urus.'' sambungnya. ''Arsen berangkat dulu...'' pamitnya pada semua dan tak lupa mencium tangan semua orangtua di sana.
''Urusan urgent apa? apa ada masalah di perusahaan Ax?'' tanya opa Arya.
''Semua baik-baik saja dad dan aku juga bingung urusan apa yang dia maksud.'' jawab daddy Axel.
''Ya sudah kan bisa di bicarain nanti kalau dia pulang.'' sela oma Shanum. ''Oh iya Kil gimana dengan persiapan pertunangan Arsen?'' tanyanya pada sang menantu yang sebentar lagi akan manjadi seorang mertua juga.
''Acaranyakan hanya sederhana dan cuma ngundang kerabat dekat aja mom, apalagi jika mengingat Aluna tak ada orangtua dan keluarga, jadi persiapannya lebih gak ribet dan juga sudah beres.'' jawab mommy Shakila. ''Untuk cincin dan pakaian itu urusannya Arsen.'' imbuhnya lagi.
...****************...
''Pagi bos.'' sapa Diki dan Hera berbarengan saat melihat Arsen sudah datang.
''Pagi.'' sahut Arsen. ''Dik, gimana yang aku minta kemarin?'' tanyanya pada sang asisten.
''Sudah ada di atas meja kerja bos.'' jawab Diki.
''Good, kamu memang selalu bisa di andalkan.'' puji Arsen lalu pergi begitu saja. ''Eh btw terimakasih Dik.'' ucapnya lalu kembali lagi berjalan masuk ke ruang kerja.
Rasanya Arsen sudah tidak sabar untuk segera membuka laporan yang di berikan oleh Diki.
Dia begitu penasaran ada apa sebenarnya Aluna dengan keluarga Hartanto.
''Sudah ku duga.'' kata Arsen begitu setelah membaca laporan itu.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.'' seru Arsen.
''Permisi bos, saat ini kita ada meeting bersama beberapa jajaran manager perusahaan.'' kata Hera memberi tahu. ''Setelah itu kita akan bertemu tuan Adam dari Ad grup.'' imbuhnya lagi.
''Sial aku lupa...'' gumam Arsen.
''Maaf apa bos?'' tanya Hera yang tak begitu dengar perkataan Arsen.
''Ah bukan apa-apa.'' sahut Arsen. ''Kamu bisa siapkan semua berkasnya dan kita langsung ke ruang meeting.'' sambungnya.
''Baik bos, permisi.'' pamit Hera.
__ADS_1
''Kenapa aku bisa lupa kalau harus gantiin daddy buat ketemu klien.'' rutuknya. ''Apa aku minta Aluna kesini saja ya...'' gumamnya. ''Iya gitu aja deh.'' imbuhnya lagi.
Arsen pun langsung mengirimkan pesan kepada Aluna agar datang ke perusahannya tempatnya bekerja dan tak lama setelah pesan itu terkirim, Aluna membalas dengan mengiyakan permintaan Arsen.
...****************...
Setelah urusan di kampus selesai, Aluna benar-benar datang ke perusahan tempat Arsen bekerja.
Dirinya juga penasaran ingin tau seperti apa calon suaminya itu saat bekerja.
''Permisi mbak.'' kata Aluna di depan meja resepsionis.
''Iya, ada yang bisa di bantu?'' tanyanya dengan menyoroti penampilan Aluna.
Aluna sedikit risih dengan hak itu, dia seolah telah di telanjangi karena sebegitunya sang resepsionis memindahi dirinya dari atas ke bawah.
''Saya mau bertemu dengan pak Arsen.'' jawab Aluna.
''Sudah buat janji?'' tanyanya sedikit tak percaya, kalau melihat dari penampilan Aluna saat ini yang hanya memakai celana jeans warna hitam, dan kaos bisa warna navi berlengan pendek.
''Dia yang minta saya untuk datang ke sini.'' jawab Aluna.
''Hahaha...jangan bercanda deh...ngehalu kamu itu ketinggian.'' ejeknya.
Dan beberapa resepsionis yang lain pun ikut menertawakan Aluna.
''Heh, siapa kamu nyuruh-nyuruh kita hah!'' kata resepsionis lainnya.
''Ya sudah kalau begitu kalian tinggal sebutin di lantai berapa ruangannya...biar saya ke sana sendiri.'' kata Aluna lagi.
''Enak aja.'' sahutnya. ''Security pak...tolong bawa wanita ini keluar.'' panggil resepsionis itu. ''Dia mau mengacau di perusahaan.'' imbuhnya lagi.
''Mari nona...'' kata security yang datang.
''Tapi pak saya mau ketemu dengan Arsen.'' kata Aluna.
''Sudah bawa saja pak...seret bila perlu kalau dia masih ngeyel.'' kata resepsionis yang bernama Lia.
''Ada apa ini?'' tanya daddy Axel yang baru datang dari meeting di luar bersama Hanan asistennya.
''Wanita ini ngaku-ngaku mau bertemu dengan pak Arsen pak.'' jawab Lia. ''Tapi dia tak ada temu janji dengan beliau.'' sambungnya lagi dengan penuh percaya diri.
''Aluna.'' kata daddy Axel saat melihat wanita yang di maksud. ''Kalian lepaskan tangan wanita itu.'' perintahnya pada dua security yang memegang kedua tangan Aluna.
''Hanan, cepat hubungi Arsen atau asistennya dan minta segera turun ke sini.'' perintah daddy Axel.
Sedangkan di lantai atas, Arsen baru saja masuk ke dalam ruangannya setelah beberapa saat lalu bertemu dengan salah satu klien perusahaan.
__ADS_1
''Bos.'' panggil Diki.
''Ck, main terobos masuk saja...gak sopan.'' tegur Arsen karena Diki langsung nyelonong masuk kedalam ruangannya.
''Maaf...maaf bos...tapi ini asisten Hanan baru saja menghubungi saya kalau bos diminta big bos buat turun ke bawah...sekarang juga.'' kata Diki.
''Ada apa ya?'' tanya Arsen. ''Ayo kita turun.'' katanya lagi lalu bergegas untuk menemui daddy sekaligus atasannya.
...****************...
''Ada apa dad?'' tanya Arsen yang baru saja turun dari lift. ''Loh kok daddy bisa sama...'' tanya Arsen.
''Saat daddy datang...Aluna sudah di akan di seret oleh security.'' kata daddy Axel.
''Benar begitu?'' tanya Arsen pada Aluna dan di angguki oleh gadis itu.
''Dia kekeh mau keruangan bapak, padahal sudah kami larang.'' kata Lia.
''Lebih baik kamu kenalkan siapa Aluna dan hal ini tak akan terjadi lagi.'' titah daddy Axel.
''Khem...dengarkan semua.'' seru Arsen. ''Terutama kalian para resepsionis dan security....kalau wanita ini datang lagi ke sini...jangan pernah ada yang menghalanginya, karena dia adalah calon istri saya...nona Aluna.'' papar Arsen. ''Kalian ingat itu dan sekarang minta maaf pada calon istri saya.'' tegas Arsen.
Para resepsionis dan kedua security pun langsung berbondong-bondong meminta maaf pada Aluna...mereka tak ingin urusan tambah panjang dan berakibat dengan tamatnya karier mereka.
''Saya gak mau kejadian ini terulang lagi di perusahan saya.'' kata daddy Axel. ''Tamu yang datang...perlakukan dengan baik.'' imbuhnya lagi.
''Baik.'' jawab mereka.
''Lun, daddy pergi dulu ya...'' kata daddy Axel. ''Kalau sempat...mampir ke ruangan daddy.'' sambungnya lagi.
''Iya dad.'' jawab Aluna dengan sopan.
''Ayo, keruangan aku.'' ajak Arsen setelah sang daddy pergi.
''Loh bukannya kita...'' kata Aluna.
''Iya, tapi keruangan aku bentar.'' ajaknya lagi dan langsung meraih tangan Aluna untuk di gandengnya.
...****************...
''Ngapain masih ngikutin?'' tanya Arsen saat melihat Diki masih mengikutinya bahkan saat ini mereka sudah akan masuk ke ruangan Arsen.
''Bos, gak mau kenalin gitu calon istrinya...'' kata Diki.
''Huh...dasar.'' kata Arsen. ''Ini calon istri saya...namanya Aluna dan Aluna ini asisten saya namanya Diki, terus itu Hera... sekretaris saya.'' papar Arsen.
Setalah saling sapa...Arsen langsung mengajak Aluna untuk masuk ke dalam.
__ADS_1