Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 27


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Deg


''Ja...jadi itu kekasih dari suamiku.'' batin Shakila dengan mata yang masih menyodorkan ke arah Rossi.


''Kil.'' bisik Axel sambil menyenggol lengan wanita yang berdiri sampingnya karena ada tamu yang hendak menyalami.


''Eh...maaf...maaf.'' ucap Shakila begitu tersadar.


''Kamu kenapa sih Kil? aneh banget.'' tanya Axel setelah tamu yang menyalaminya turun.


''Enggak ada apa-apa kok.'' jawab Shakila.


''Ayo turun...aku ingin mengajakmu untuk menyapa beberapa kolega penting perusahaan.'' ajak Axel.


''Memang harus ya Ax?'' tanyanya.


''Iya harus.'' jawab Axel. ''Walau pun hubungan kita tak selayaknya suami istri pada umumnya, tapi ingat statusmu yang dikenal sebagai istriku... istri dari seorang Axel Arsha Narendra.'' imbuhnya.


''Hem baiklah.'' sahut Shakila dengan pasrah.


Acara berlangsung hingga larut malam bahkan melebihi batas waktu yang di tentukan, karena nyatanya masih saja ada tamu yang datang...dari para kolega bisnis Arya Narendra yang jauh-jauh datang dari luar negeri.


''Kamu ajak Shakila ke kamar Ax, sudah malam...kasihan dia pasti sudah sangat lelah.'' kata Arya.


''Tapi tamunya...'' kata Axel.


''Biar kamu yang menemani mereka.'' potong Arya. ''Dan kalian juga...ajak anak berserta istri kalian untuk istirahat.'' kata Arya selanjutnya kepada anak dan menantunya, yaitu Alvan dan Davin.


''Baik dad.'' sahut mereka.


''Baiklah dad...kalau begitu aku dan Shakila istirahat dulu.'' pamit Axel. ''Selamat malam.'' ucapnya.


''Ax.'' panggil Shanum saat Axel dan Shakila baru saja melangkahkan kaki mereka yang baru tiga langkah saja.


''Iya mom.'' sahut Axel yang otomatis berhenti dan menoleh ke arah sang mommy.


''Mainnya pelan-pelan Ax.'' godanya yang membuat Axel mendengus kesal.


Sedangkan Shakila jangan di tanya...pipinya sudah merah menahan malu...dirinya bukan gadis bodoh yang tak tau apa yang di maksud dengan omongan sang ibu mertuanya.


Permainan lagi coba yang dilakukan oleh sepasang suami istri di saat malam pengantin seperti ini...ya tentu saja permainan malam pertama.


...****************...


Tak ada pembicaraan sama sekali di antara Axel dan Shakila selama mereka berjalan menuju ke kamar yang telah disiapkan untuk mereka.


Entah kenapa tak ada yang mau membuka mulut mereka untuk memulainya hingga sampai di kamar.

__ADS_1


Cklek


''Mandilah lebih dulu.'' kata Axel.


''Kamu saja duluan, soalnya aku masih perlu untuk melepaskan ini semua.'' kata Shakila sambil menunjuk segala yang menempel di rambutnya.


''Hem baiklah.'' jawab Axel.


Tanpa banyak kata lagi...Axel pun langsung menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Shakila sendiri langsung mendudukkan dirinya di kursi depan meja rias untuk melepas segala printilan yang ada di rambutnya.


Setelah beberapa saat...Axel selesai dengan mandinya begitu pula Shakila yang sudah selesai dengan kegiatannya.


''Mandilah.'' kata Axel dan di angguki oleh Shakila.


''Aduh...kenapa gak bisa di buka sih.'' gumam Shakila yang ada di dalam kamar mandi.


Shakila masih berusaha untuk membukanya...namun tetap tidak bisa. Mau di putar kedepan...gak bisa karena pres dengan tubuhnya, mau di paksa sekuat mungkin...takut gaun yang begitu indah nan mahal itu rusak...al hasil sampai setengah jam dirinya belum juga mandi.


Tok


Tok


''Kil.'' seru Axel dari luar. ''Ni anak mandi apa tidur sih.'' gumamnya.


Tok


Tok


Tok


Cklek


''Astaga Kila, dari tadi itu kamu belum mandi juga.'' kata Axel. ''Ngapain aja setengah jam di dalam...semedi?'' katanya lagi.


''Enak aja.'' sahut Kila kesal.


''Terus ngapain lama-lama di kamar mandi?'' kata Axel.


''Ini gak bisa di buka...resletingnya nyangkut.'' jawab Shakila dengan memutar badannya membelakangi Axel menunjukkan apa yang di maksudnya.


''Kenapa gak keluar dan minta tolong?'' tanya Axel. ''Dasar gengsian.'' imbuhnya lagi. ''Sini biar aku bantu.'' kata Axel. ''Berbalik lagi.'' perintahnya meminta Shakila untuk kembali membalikkan badannya.


Glek


Jakun Axel naik turun...lagi dan lagi dirinya harus memandang sesuatu yang membuatnya sulit hanya untuk sekedar menelan ludahnya sendiri.


Leher jenjang putih yang tampak begitu jelas saat Shakila mengangkat rambutnya agar Axel lebih mudah membuka resleting gaunnya, di tambah lagi sesuatu yang baru dilihatnya...punggung yang halus dan putih mulus.


Seer

__ADS_1


Itulah yang dirasakan keduanya saat jemari tangan Axel tak sengaja menyentuh punggung Shakila saat membuka resleting.


''Ax.'' lirih Shakila.


''Su...sudah.'' sahut Axel.


''Terimakasih.'' ucap Shakila lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah beberapa saat mereka pun dibuat terkejut dengan apa yang ada di ruang ganti.


''Ngapain balik lagi dan masih pakai jubah mandi?'' tanya Axel heran saat melihat Shakila keluar dari ruang ganti.


''Terus aku harus pakai apa?'' tanya balik Shakila.


''Pakai nanya...ya pakai pakaian lah.'' sahut Axel.


Tanpa kata...Shakila pun langsung menghampiri Axel dan menarik tangannya untuk di ajak ke ruang ganti.


''Lihat...'' perintah Shakila sambil memperlihatkan apa yang ada di dalam tas miliknya.


''Hah.'' kaget Axel karena di sana yang ada hanya sebuah lingerie saja. ''Kamu yakin gak bawa ini?'' selidiknya.


''Jangan gila kamu Ax, tentu sja enggaklah.'' sahut Shakila dengan kesal.


''Hem berarti ada yang menukar.'' tebak Axel dan kecurigaan pun mengarah kepada mommy serta kakak ipar dan kembarannya.


''Jangan bilang kalau ini kerjaan...'' kata Shakila.


''Seperti dugaan kamu.'' imbuh Axel.


''Yah terus aku harus pakek apa dong.'' keluh Shakila.


''Tunggu sebentar.'' kata Axel lalu berjalan menuju tas miliknya. ''Nih...kamu pakek kemeja aku aja.'' kata Axel sambil menyerahkan kemejanya. ''Mau tidak?'' tanyanya.


''Hem baiklah...dari pada aku gak pakek baju atau pekek pakaian itu.'' sahut Shakila pasrah mengambil kemeja dari tangan Axel.


Karena pada dasarnya tubuh Shakila lebih kecil dari Axel jadi kemeja yang digunakannya pun lebih menyerupai seperti sebuah gaun.


Tapi tampaknya ide yang di berikan Axel itu menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


Bagaimana tidak begitu Shakila keluar, paha terekspos begitu saja karena memang kemeja Axel tak mampu menutupi sampai lutut dan tentu saja sebagai pria dewasa yang normal, Axel langsung dibuat panas dingin karenanya.


''Su...sudah larut...ti...tidurlah.'' kata Axel yang mendadak menjadi gagap.


''Hem, baiklah.'' sahut Shakila seolah tak perduli dengan apa yang dirasakan Axel saat ini.


❤️❤️❤️❤️


Hai-hai hari senin...saatnya vote...vote...vote...dan jangan lupa tinggalkan jejak 👍 serta komen plus 🌹 ataupun ☕ untuk penambah semangat author...terimakasih 🙏😊❤️

__ADS_1


__ADS_2