Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 38


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Baru saja tadi di tinggal pergi sama suaminya...Kila sudah kelihatan gak semangat gitu.


Tadi sih masih oke waktu di ruko karena banyak pekerjaan serta karyawan yang bisa mengalihkan perhatiannya sejenak.


Namun begitu pulang sudah terasa bedanya...karena biasanya Axel yang jemput, nah sekarang dia pulang sama pak supir.


Sampai kamarnya makin terasa lagi bedanya...terasa sunyi, karena biasanya ada Axel yang bisa dia ajak ngobrol.


''Huh...sibuk banget kayaknya.'' gumam Kila sambil duduk dengan memandangi layar ponselnya.


Axel hanya mengirimkan dia pesan bahwa dirinya sudah sampai tadi, dan setelah itu tak ada kabar sama sekali sampai saat ini.


Tok


Tok


Tok


''Nyonya muda.'' panggil suara salah satu art di luar kamarnya.


Cklek


''Iya ada apa bik?'' tanya Kila saat sudah membuka pintu kamarnya.


''Di tunggu tuan besar dan nyonya untuk makan malam.'' jawabnya.


''Ah iya bik, terimakasih.'' sahut Kila lalu berjalan turun setelah menutup pintu kamarnya di ikuti sang art di belakangnya.


...****************...


''Malam...mom, dad.'' sapa Kila saat sudah sampai di ruang makan dan mendapati kedua mertuanya yang sudah menunggu di sana. ''Maaf Kila jadi membuat mommy dan daddy menunggu.'' ucap Kila yang merasa tak enak hati.


''Iya gak apa-apa sayang.'' sahut mommy Shanum. ''Ayo Kila makan yang banyak.'' katanya lagi sambil menyodorkan nasi ke hadapan Kila. ''Jangan sampai Axel pulang...kamu jadi kurus, nanti di kira gak di kasih makan lagi sama mommy.'' guraunya yang membuat Kila tersenyum.


Begitu selesai makan...Kila mutuskan untuk pamit ke kamarnya.

__ADS_1


Hatinya benar-benar kacau saat ini. Ada rasa sedih...rindu tapi juga kesel jadi satu yang menelungkup di dalam hatinya.


Kila benar-benar tak bisa tidur malam ini...apa-apa serba salah...dan dari tadi dirinya hanya uring-uringan sendiri di kamar.


Sampai jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam,tapi kedua matanya itu seperti enggan untuk terlelap barang sebentar.


''Huh...!'' seru Kila yang kembali duduk dari berbaringnya.


Tiba-tiba dia mendengar ponselnya berdering. Dengan sedikit malas di meraih benda berbentuk persegi panjang itu di atas nakas...dirinya sama sekali tak yakin kalau suaminyalah yang menghubungi.


Namun ketika dia sudah melihat tampilan nama plus photo profil yang terpampang...membuat matanya langsung terbuka lebar, apa lagi yang di sebrang sana melakukan panggilan via video.


''Halo istri...'' sapa Axel ketika sambungan terhubung dan wajah Kila terpampang di sana.


''Hem.'' sahut Kila yang masih kesal, namun sejatinya dia sangat bahagia Axel menghubunginya.


''Kok cuma ''Hem''?'' tanya Axel.


''Kenapa telpon? gak usah kasih kabar aja sekalian.'' cerocos Kila menumpahkan kekesalannya.


''Ya habisnya aku kesel sama kamu tau gak.'' kata Kila. ''Gak ada kabar...cuma kirim pesan kalau sudah sampai aja....habis itu ngilang.'' sambungnya.


''Aku kan sudah jelasin dan sudah minta maaf juga.'' kata Axel. ''Kamu tunggu bentar ya...aku mandi dulu...cuma sebentar kok, jangan di matiin ponselnya.'' kata Axel lalu beranjak begitu saja tanpa nunggu jawaban dari yang di sebrang.


Cukup singkat karena hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk Axel mandi dan sudah kembali dengan menggunakan pakaian untuk tidurnya, kaos polos putih dengan celana kolor di atas lutut.


Lagian mau mandi lama-lama gak ada uang yang di peluk ini plus udara di sana pun lumayan dingin.


''Kok jam segini belum tidur?'' tanya Axel sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.


''Belum.'' sahut Shakila. ''Ada sedikit kerjaan.'' imbuhnya lagi membuat alibi.


''Ada kerjaan atau memang gak bisa tidur karena gak ada yang peluk?'' goda Axel yang membuat Shakila sedikit salah tingkah dan pipinya bersemu merah.


''Kok kamu jam segini baru pulang?'' tanya Shakila mengalihkan pembicaraan.


''Iya aku lembur...biar cepet selesai dan bisa cepat pulang.'' jawab Axel dengan jujur.

__ADS_1


''Jangan gitu dong Ax...inget kesehatan.'' kata Shakila. ''Aku gak mau kalau kamu di sana sampai jatuh sakit.'' imbuhnya lagi.


''Iya istri.'' sahut Axel. ''Sudah malam...cepet tidur.'' kata Axel yang memang waktu sudah menunjukan hampir tengah malam.


''Belum ngantuk Ax.'' sahut Shakila.


Sebenarnya bukan belum ngantuk tapi dia gak bisa tidur.


Tidur dalam pelukan Axel sudah begitu menjadi candu untuknya.


''Aku temenin sampai kamu tidur.'' kata Axel yang sebenarnya sudah tau kenapa istrinya itu gak tidur.


''Iya.'' sahut Shakila.


Shakila tidur dengan posisi miring dengan ponsel yang dia harapkan tepat di depannya.


Begitu pula dengan Axel, dia pun melakukan hal yang sama...sehingga seolah-olah Meraka sedang tidur dengan saling berhadapan.


Jujur sebenarnya Axel pun merasakan hal yang sama seperti yang Shakila alami.


Maklum ini adalah kali pertama mereka berpisah setelah menikah.


Akhirnya mereka pun tak sengaja tertidur dan sambungan telpon mereka tetap tersambung hingga pagi.


''Selamat pagi istri.'' sapa Axel begitu melihat sang istri baru membuka matanya, karena nyatanya suaminya itu bangun lebih awal.


''Hah...'' beonya lalu melihat layar pinsel yang masih menyala. ''Selamat pagi suami.'' balas Shakila kemudian. ''Kamu gak tidur Ax?'' tanyanya.


''Tidur...nih baru bangun.'' jawab Axel.


''Em Ax, aku mau bersih-bersih dulu terus ke bawah...mau bantuin mommy bikin sarapan.'' kata Shakila.


''Uh menantu idaman.'' goda Axel.


''Apaan sih.'' sahut Shakila sah tingkah. ''Aku tutup dulu dan jangan lupa sarapan.'' katanya lagi. ''Da suami.'' kata Kila sambil melambaikan tangannya.


''Iya.'' jawab Axel. ''Da istri...'' balas Axel dan melakukan hal yang sama baru setelah itu sambungan pun terputus, karena mereka butuh melakukan aktivitas masing-masing dan daya ponsel pun butuh di isi setah semalaman menjadi teman penghantar rindu.

__ADS_1


__ADS_2