
❤️ Happy Reading ❤️
Selalu ada hikmah di setiap kejadian yang terjadi, akan ada pelangi setelah hujan atau habis gelap terbitlah terang.
Mungkin itulah yang di rasakan oleh Aluna pada saat ini.
Setelah begitu banyak kesakitan yang dia dapatkan di masa lalu juga setelah kesedihan yang dia dapatkan...kini dirinya mendapatkan banyak kebahagian.
Di sayangi serta di kelilingi oleh orang-orang yang baik yang bahkan dalam pikirannya saja tak pernah berani berkhayal akan seperti ini.
Kadang dirinya masih saja menganggap ini semua mimpi dan dia berharap tak akan pernah bangun dari mimpi indahnya ini.
''Ada apa sayang?'' tanya Arsen yang sudah memeluk tubuh Aluna dari belakang dengan tangan yang sudah melingkar indah di perut wanitanya.
''Gak apa-apa sayang.'' kata Aluna. ''Langit malam ini sangat indah...'' sambungnya lagi dengan mengarahkan pandangannya ke atas.
''Hem, tapi tak seindah dirimu.'' sahut Arsen dengan aktivitasnya yang mengendus-endus batang leher Aluna.
__ADS_1
''Ck, gombal dan modus.'' sahut Aluna sambil berusaha menahan sensasi geli yang di buat oleh Arsen.
''Aku mau kamu sayang.'' kata Arsen yang tanpa aba-aba langsung saja membawa tubuh Aluna kedalam gendongannya ala bridal style.
Mereka saling be cum bu hingga sampai di atas peraduan.
Setelahnya...ya gitu deh terjadilah adegan pa nas namun halal untuk mereka berdua.
Seolah tak ada rasa lelah serta tak ada bosan-bosannya, mereka melakukan lagi dan lagi hingga beberapa waktu dan sudah untuk yang keberapa kalinya mereka mendapatkan ke pun cakan yang membawa kenikmatan.
...****************...
Daddy Axel beberapa kali mengumpat putranya karena malam ini dia jadi tak begitu leluasa membombardir serta pak puas mendengar suara rintihan manja dari mulut wanita kesayangannya.
Kenapa? karena penyebabnya yaitu di kamar mereka saat ini ada Ziel yang terlelap di sana.
Mau melakukan di ranjang, tak mungkin karena takut Ziel terbangun akibat guncangan gempa lokal yang mereka sebabkan.
__ADS_1
Mau berteriak serta melenguh manja pun juga tak mungkin, karena takut cucu mereka satu-satunya itu terbangun gara-gara mendengar suara-suara lucnut dari bibir keduanya.
Al hasil mereka harus melakukannya di sofa dengan mata yang selalu melirik ke arah ranjang dimana cucu tampan mereka terlelap.
''Dasar anak kurang ajar.'' umpat daddy Axel saat mengingat putranya meminta Ziel untuk di bawa tidur ke kamar mereka.
Dan tentu saja sang istri dengan senang hati langsung menyetujuinya.
''Untung saja gak bangun.'' lirih mommy Shakila saat mereka berdua sudah mendapatkan p*****sannya.
''Aku mandi dulu baru daddy.'' kata mommy Shakila lagi seraya memakai jubah tidurnya.
Tak mungkin dirinya melenggang begitu saja ke kamar mandi dengan tubuh polosnya, karena dia khawatir kalau Ziel tiba-tiba bangun.
''Kenapa gak bersama saja sayang?'' tanya daddy Axel dengan wajah memelasnya.
''Enggak.'' tolak mommy Shakila dengan tegas. ''Nanti kalau Ziel bangun gak ada yang tau dan bisa-bisa dia nangis.'' sambungnya. ''Lagian kalau mandi bersama daddy yang ada bakal ada ronde-ronde selanjutnya.'' imbuhnya.
__ADS_1
''Hehehe mommy tau aja.'' kata daddy Axel dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan jawaban daddy Axel itu membuat mommy Shakila mendengus.
Hidup bersama bukan baru satu atau dua hari, melainkan sudah banyak hari sampai bertahun-tahun...membuat wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu begitu hafal dengan kebiasaan dan tabiat sang suami tercintanya.