
❤️ Happy Reading ❤️
Cukup tiga hari saja Shakila di rawat di rumah sakit, hari ini dirinya sudah di perbolehkan pulang mengingat kondisinya yang sudah stabil.
Sejak setelah melakukan USG Axel semakin tak sabar ingin bertemu dengan calon anak mereka, meskipun masih berupa titik hitam kecil di namun rasanya tak pernah bosan Axel untuk memandang photo USG tersebut.
''Lihatin apa?'' tanya Shakila yang baru saja melihat laporan ruko di ponsel miliknya.
''Itu...'' tunjuk Axel dengan suatu benda di atas nakas.
Axel sampai membingkai photo USG anak mereka yang pertama kali.
Sangat jelas raut kebahagian terpancar dari wajah Axel dan Shakila sangat bersyukur untuk itu.
''Rasanya sudah tak sabar untuk ketemu dia...'' kata Axel sambil menyentuh perut Shakila.
''Sabar sayang...masih butuh waktu delapan bulan lagi.'' tutur Shakila yang sebenarnya dirinya juga seakan sudah gak sabar ingin segera bertemu dan menimang buah hatinya.
''Em...aku turun ke bawah dulu ya...mau buatin susu buat kamu dan anak kita.'' kata Axel.
''He'em.'' jawab Shakila. ''Terimakasih daddy...'' ucap Shakila ketika Axel mulai beranjak dari duduknya.
''Sama-sama mommy.'' sahut Axel yang tentu saja dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
...****************...
''Aku beranjak ke kantor dulu ya sayang...gak apa-apakan aku tinggal.'' kata Axel untuk yang kesekian kalinya.
Tadi sewaktu mereka baru bangun tidur dia sudah tanya seperti itu, bahkan sebelum turun pun tanya lagi.
Maklumlah hari ini adalah hari pertamanya berangkat kerja setelah beberapa hari menemani sang istri yang baru di ketahuinya sedang mengandung.
''Iya gak apa-apa sayang.'' jawab Shakila.
Dia sadar bahwa Axel bukan hanya sekedar suaminya, tapi Axel juga adalah seorang pemimpin di perusahaan milik orangtuanya.
__ADS_1
Tanggung jawabnya bukan hanya istrinya saja tapi juga perusahan dan para karyawan di dalamnya.
''Anak daddy...daddy berangkat kerja dulu ya...dan ingat jangan bikin mommymu susah ya nak...'' tutur Axel yang sudah duduk berjongkok di hadapan perut rata sang istri, tak lupa di berikan beberapa kecupan di sana. ''Titip Kila ya mom.'' tutur Axel setelah menegakan tubuhnya kembali.
''Tenang saja kak...Shakila aman kok sama mommy juga daddy.'' sahut mommy Shanum.
Tak berselang lama Axel berangkat...datanglah Alexa bersama dengan baby Dexa.
''Apa kabar kak? Apa dia baik-baik saja?'' tanyanya beruntun pada sang kakak ipar yang saat ini sedang menikmati udara pagi di taman belakang rumah. ''Maaf kemarin aku gak bisa jenguk ke rumah sakit...'' ucapnya.
''Iya gak apa-apa...aku bisa ngerti kok, lagian rumah sakit juga gak baik untuk anak seusia Dexa.'' jawab Shakila.''Dan dia baik dan aku juga jauh lebih baik.'' kata Shakila sambil mengelus perutnya yang masih datar.
Semenjak setelah melahirkan memang Alexa belum kembali lagi beraktivitas di rumah sakit, segalanya di kerjakan oleh asistennya dan dia tinggal mengawasi serta menerima laporan setiap hari di rumah.
''Oh syukurlah.'' ucap Alexa yang menyiratkan sebuah kelegaan di sana. ''Aku takut kalian kenapa-napa begitu dengar berita dari mommy kemarin.'' tuturnya. ''Akhirnya kak Axel akan punya baby juga...'' sambungnya.
''He'em.'' jawab Shakila. ''Dexa mana?'' tanyanya.
''Ada di dalam sama mommy dan daddy kak.'' jawab Alexa. ''Kalau kakak menginginkan sesuatu jangan di tahan ya kak...bilang saja pada kami, sebisa mungkin akan kami turuti.'' sambungnya. ''Aku gak mau kalau ponakan aku ileran karena ngidamnya gak keturutan...'' imbuhnya lagi yang di sertai kekehan yang juga membuat Shakila tertawa. ''Jangan takut nyusahin kami kak...terutama kak Axel...dia itu sudah beberapa kali menuruti ngidamnya ibu hamil.'' lanjutnya lalu menceritakan ikut andilnya Axel saat ngidamnya kedua anak Alvan dan dirinya sendiri.
''Kedalam yuk Xa, aku mau minta ijin sama mommy juga daddy.'' ajak Shakila setelah membuka ponsel yang ada di tangannya saat ada nada pesan masuk.
''Ijin? kakak mau kemana?'' tanya Alexa yang sudah mengerutkan dahinya.
''Gak kemana-mana.'' sahut Shakila.
''Lah itu ijin...?'' tanyanya bingung.
''Ini para karyawan aku mau kesini jenguk...makanya kau mau tanya mommy boleh apa tidak.'' terang Shakila.
''Oh ya ampun yang pasti bolehlah kak...aku jamin itu.'' sahut Alexa.
Dan mereka berdua pun jalan beriringan masuk ke dalam rumah sambil terus berbincang.
...****************...
__ADS_1
Sebelum jam makan siang tambah lagi yang datang dan membuat semakin ramai...yaitu ada Kinara dan anak-anak.
''Kakak kesini juga?'' tanya Alexa yang baru saja keluar dari dapur untuk mengambil minum.
''Iya dari sekolah Alka langsung ke sini.'' jawab Kinara. ''Kakak emang berniat mau kesini tadi sebelum Axel menelpon.'' tutur Shakila.
''Axel telpon kakak?'' tanya Shakila memastikan.
''Iya, dia minta kakak dan anak-anak untuk sering-sering kesini supaya ku gak kesepian kalau di tinggal dia kerja.'' jawab Kinara.
''Sama kak Axel juga telpon aku tadi pagi dan bilang hal yang sama.'' sambung Alexa. ''Aku bilang saja...kalau aku sudah otw kesini....telat telponnya.'' ceritanya.
Boleh gak sih kalau Shakila tambah cinta saat ini dengan Axel. Suaminya itu sungguh-sungguh bikin dia makin klepek-klepek di buatnya.
Bukan hanya kata-kata saja tapi juga perbuatan nyata yang dia lakukan untuk kebaikan sang istri.
''Kak Kila kan memang tadinya banyak kesibukan, jadi kak Axel pasti mikir kalau kak Shakila bakal jenuh jika hanya di rumah terlebih tak ada temen.'' kata Alexa.
''Eh...eh ada mommy ya...memangnya mommy gak di anggap ada apa.'' sahut mommy Shanum.
''Iya tau mom tapikan mommy juga banyak kadang ada kegiatan di luar, belum lagi nemenin daddy.'' kata Alexa. ''Lagian kalau ada anak-anak pasti bakalan lebih ramai.'' imbuhnya.
''O iya pegawai kamu kapan datang kesininya sayang?'' tanya mommy Shanum yang teringat akan perkataan Kila sebelum Kinara datang.
''Nanti sore mom, pas jam pulang kerja mereka.'' jawab Shakila.
''Orang berapa kira-kira?'' tanya mommy Shanum. ''Jadi mommy bisa siapin makanan untuk mereka semua...pulang kerja pasti capek dan laparkan...'' imbuhnya lagi yang membuat Shakila makin terenyuh dengan kebaikan ibu mertuanya ini.
''Gak usah repot-repot mom, tadi Shakila juga sudah minta mereka buat beberapa makanan yang ada di ruko kok.'' jawab Shakila.
''Ish ya gak boleh gitulah, orang berapa? biar nanti mommy minta art buat nyiapin semuanya.'' tutur mommy Shanum.
''Iya kak bener kata mommy.'' sahut Alexa. ''Kalau soal makanan yang mereka bawakan bisa buat stok buat kita bikin tiap hari, iya gak kak?'' tanya Alexa dengan menyenggol lengan Kinara.
''He'em bener...uh kakak pengen bikin seblak yang level pedes dari produk di ruko kamu...masih kebayang enak dan pedas mantapnya.'' ujar Kinara. ''Apalagi anak-anak juga suka frozen foodnya...bisa buat ngakalin Alka yang gak doyan sayur.'' sambungnya lagi.
__ADS_1