Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 53


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Ini.'' kata Axel dengan tangan yang menyerahkan sebuah paper bag pada Shakila. ''Pakaian milikmu dan kata yang anter tadi di sana juga ada suplemen vitamin untukmu titipan mommy.'' sambungnya saat melihat Shakila yang menatapnya.


''Mommy...'' lirihnya. ''Aku jadi tidak enak dengan mommy...kita sama sekali tak mengabari mereka kalau tidak pulang.'' katanya dengan rasa bersalah.


''Aku sudah memberi tau mommy kalau tidak pulang dan mereka pasti ngerti kita kok...merekakan juga pernah muda.'' sahut Axel.


Dirinya memang tidak berbohong kalau sudah memberitahu sang mommy meski lewat pesan singkat dan itupun karena mommynya dulu yang mengirimkan pesan padanya.


''O iya kamu ikut ke perusahaan ya...'' kata Axel.


''Tapi Ax, akukan harus ke...'' kata Shakila.


''Selama pernikahan kita, kamukan sama sekali belum ke perusahan sayang.'' potong Axel. ''Memangnya kamu gak ingin tau gitu bagaimana tempat suamimu ini bekerja dan menghabiskan waktunya seharian.'' sambungnya. ''Lagian aku juga ingin agar semua karyawanku tahu yang mana dan bagaimana rupa istriku yang cantik ini.'' imbuhnya sambil menjawil dagu Shakila menggunakan jari telunjuknya.


''Hem baiklah.'' jawab Shakila yang setelah di pikir-pikir benar juga omongan suaminya itu, lagian dia juga penasaran bagaimana dalamnya perusahan terbesar itu yang selama ini hanya bisa di lihatnya dari luar dan kejauhan saja.


''Terimakasih istriku...emuach...''kata Axel yang kemudian mencium pipi Shakila.


...****************...


Kehadiran orang nomor satu di perusahaan itu menjadi pusat perhatian saat ini.


Selain datang kesiangan...yang paling mencuri perhatian adalah sosok wanita cantik yang di gandengannya dengan mesra saat ini.


''Jaga arah pandangan kalian...atau aku congkel mata kalian itu kerena sudah dengan begitu lancang menatap istriku.'' keta Axel penuh ketegasan saat ada beberapa karyawan laki-laki yang menatap istrinya dengan tatapan memuja.


Tentu saja sebagai sesama pria...Axel tau arti tatapan mereka dan Axel tidak suka itu.


''Ma...maaf...'' ucap beberapa karyawan itu secara bersamaan dengan nada gugup.


Mereka sama ini belum pernah melihat sosok Axel yang semengerikan seperti saat ini.


Bahkan Shakila yang notabene istrinya saja, sangat terkejut dengan apa yang dilihat dan didengar yang saat ini.


''Sayang...'' lirih Shakila saat menyadari tatapan suaminya itu masih menghunus tajam ke beberapa orang tadi.

__ADS_1


''Iya...'' sahut Axel dengan mimik yang berubah lembut.


''Ayo ke ruangan kamu...aku capek...ingin segera duduk.'' bisik Shakila karena kasihan dengan bawahan sang suami.


''Apa perlu aku gendong?'' kata Axel yang terlontar begitu saja sehingga membuat pipi Shakila memerah karena malu.


''Oh tidak perlu.'' jawab Shakila dengan cepat, dia takut suaminya itu benar-benar akan merealisasikannya.


''Ya sudah kalau begitu ayo...'' ajak Axel dengan semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Setelah Axel beranjak pergi dengan Shakila...para karyawan pun memulai kembali aktifitas mereka, tanpa ada yang membicarakan mereka berdua.


Para karyawan tentunya takut jika apa yang akan mereka bicarakan terdengar sampai di telinga sang atasan dan berimbas buruk pada karir mereka, sebab semua tempat terdapat CCTV yang bisa mengawasi dan merekam semuanya.


Niat hati ingin memperkenalkan istrinya pada karyawannya...eh malah di buat kesal duluan oleh para karyawannya sendiri.


Ada perasaan yang membuatnya panas saat ada laki-laki lain yang melihat bahkan terpesona dengan kecantikan yang di miliki sang istri.


...****************...


Sekretaris sekaligus sang asisten pun bingung dan kaget di buatnya karena melihat wajah Axel yang tej bersahabat plus uring-uringan.


''Apa ada?'' tanya Hanan pada Shakila saat wanita itu menoleh kepadanya, tapi ya hanya dengan gerakan bibir saja...dia takut kalau sang atasan makin ngamuk.


Shakila yang mengetahui gerakan bibir Hanan hanya mampu mendelikkan kedua bahunya saja sebelum benar-benar masuk ke ruangan Axel.


''Sudah dong sayang...mau sampai kapan kamu uring-uringan kayak gini.'' kata Shakila saat suaminya itu sudah menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Shakila pun berjalan menghampiri Axel, berinisiatif untuk membuat suaminya itu tak kesal lagi.


Shakila mendekatkan tubuhnya ke arah Axel...merangkulnya dari belakang dengan tangan yang di kalungkan di leher Axel, dan jangan lupakan dengan pipi yang sudah menempel sempurna di pipi Axel.


''Aku gak suka loh kalau suami aku ini marah-marah kayak gini.'' kata Shakila dengan lirih bahkan menyerupai sebuah bisikan di sana. ''Kalau tau gini...aku gak mau ikut kesini dan gak akan pernah datang ke sini lagi.'' bisik Shakila lagi.


''Apa kamu sedang menggodaku, hem...?'' kata Axel yang sudah merubah nada bicaranya serta malah membahas yang lain.


''A...apa maksudnya? menggoda apa?'' kata Shakila yang hendak melepaskan tangannya tapi justru malah di pegang oleh Axel agar tak terlepas.

__ADS_1


''Dengan kamu berbisik tepat di sebelah telingaku...kamu akan bisa membangunkannya.'' kata Axel lagi.


Axel kemudian melepas tangan Shakila dan memutar kursinya dengan cepat kearah belakang, sehingga saat ini dirinya sudah berhadapan dengan sang istri.


''A...aku mau duduk di sofa.'' kata Shakila yang sudah paham akan tatapan mata Axel yang sudah terbakar gairah.


Srett


Begitu Shakila ingin melangkah...tangannya di tarik begitu saja oleh Axel dan berakhir duduk di pangkuannya.


''Ax, sayang...ini di kantor.'' peringat Shakila yang merasa was-was jika suaminya itu akan bertindak lebih.


''Memangnya kenapa kalau di kantor, hem.'' kata Axel dengan santainya.


''Nanti kalau ada yang masuk dan melihat bagaimana...'' kata Shakila saat suaminya itu sedang mengikis jarak sehingga saat ini wajahnya semakin dekat dengan wajah ayu yang saat ini merina tapi juga ada rasa kekhawatiran di sana.


Khawatir kalau aksi mereka akan kepergok oleh bawahan sang suami.


''Kamu terlalu banyak bicara sayang.'' kata Axel lalu dengan mudahnya melabuhkan dua benda kenyal itu.


Jangan lupakan dengan sebelah tangannya yang sudah beralih menahan tengkuk Shakila untuk memperdalam ciuman mereka.


''Ah...ma...maaf...'' ucap Hanan sang asisten yang masuk dan memergoki aksi sang atasan.


Walaupun dengan berbalik dari tempatnya melihat...namun sebagai pria dewasa Hanan sudah bisa menebak mereka berdua sedang melakukan apa.


''Kak...Hanan...!'' seru Axel yang tentu saja langsung spontan melepaskan tautan mereka.


''Maaf...aku gak sengaja.'' kata Hanan sambil ngacir keluar.


Hanan yang kadang memang langsung nyelonong masuk ke ruangan Axel seakan lupa bahwa atasannya itu membawa istrinya ikut serta hari ini dan dia merutuki kebodohannya akan hal itu.


''Huh...huh...huh...'' Hanan mengatur napasnya sesaat di depan ruangan Axel.


''Pak Hanan kenapa?'' tanya sang sekretaris.


''Ah gak apa-apa.'' jawab Hanan. ''Oh iya jangan biarkan siapa pun masuk ke ruangan bos.'' pesannya lalu pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2