Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 82


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Gimana progres renov cafenya Kil?'' tanya mommy Shanum saat Shakila baru pulang.


Selama beberapa hari ini Shakila sibuk wira-wiri ke caranya untuk memantau orang-orang yang merenovasi cafenya, dia ingin mastikan langsung bahwa dekorasinya nanti sesuai dengan yang dia harapkan, jadi gak perlu rombak-rombak lagi nanti.Ya walaupun cuma beberapa jam saja sih dia di sana.


''Renovasinya sih sudah delapan puluh persen sih mom.'' jawab Shakila. ''Tinggal beresin beberapa bagian.'' sambungnya.


''Kira-kira masih lama gak selesainya?'' tanya mommy Shanum lagi.


''Enggak sih mom, mungkin gak sampai seminggu sudah selesai.'' jawabnya.


''Kamu itu jangan terlalu capek.'' kata mommy Shanum. ''Nanti malah jatuh sakit loh...'' peringatnya. ''Kenapa gak minta Axel aja sih yang urus?'' tanyanya lagi.


''Aku gak capek kok mom, orang cuma lihat-lihat aja kok dan kebetulan ruangan yang aku jadiin kantorkan kemarin minta di duluin renovnya, terus juga kamar pribadi yang ada di ruangan itu juga sudah selesai bahkan perlengkapan furniturenya juga sudah lengkap, jadi sudah bisa di pakek buat istirahat.'' tutur Shakila. ''Ya walaupun sedikit bising sih.'' imbuhnya lagi. ''Lagian kalau mau minta Axel buat urusin...kasihan mom, kerjaannya di perusahaankan juga banyak.'' imbuhnya. ''O iya...anak-anak mana mom?'' tanya Shakila.


''Ada di kamar mereka sama Lala dan Nila.'' jawab mommy Shanum. ''Tadi sih lagi tidur.'' imbuhnya.


''Oh kalau gitu aku ke atas dulu ya mom...mau bersih-bersih.'' pamit Shakila.


''Iya.'' sahut mommy Shanum. ''Dan istirahat dulu...nanti baru temui anak-anak.'' pesannya.


''Iya mom.'' jawab Shakila.


Shakila juga sudah memberi tahu para karyawan di rukonya bahwa dirinya akan buka cafe dan nantinya mereka akan pindah di sana semua.


Tapi setelah rukonya juga di renovasi, sebagian dari mereka akan di bagi ke sana.


...****************...


Cklek


''Nyonya muda...'' sapa kedua baby sitter yang melihat Shakila memasuki kamar kedua anaknya melalui pintu yang terhubung dengan kamarnya sendiri.


Dan hanya Shakila juga Axel yang bisa lewat pintu itu.


Karena kalau kedua orang itu tidak di sana, maka pintunya akan di kunci dari kamar Axel dan Shakila.


''Anak-anak tidur ya mbak?'' tanya Shakila.


''Iya nyonya muda.'' jawab Lala.


''Selama saya tinggal rewel gak?'' tanya Shakila lagi.

__ADS_1


''Enggak nyonya.'' jawab Lala. ''Kalau pun mereka nangis dan gak mau diem sama kami, tapi ada nyonya dan tuan besar yang selalu bisa nenangin mereka berdua nyonya.'' sambungnya lagi.


''Mereka berdua memang anteng kalau sama Oma dan opanya.'' sahut Shakila. ''Ya sudah kalau gitu saya kekamar dulu...dan tolong nanti kalau mereka bangun kalian kasih tau saya.'' kata Shakila.


''Baik nyonya muda.'' jawab keduanya.


...****************...


Tak terasa sudah pukul setengah lima sore...waktunya untuk baby twins membersihkan dirinya.


''Biar aku saja yang mandiin mereka.'' kata Shakila. ''La, tolong kamu siapin keperluan Arsen dan kamu Nil, tolong temenin Syila dulu.'' katanya lagi.


Pertama memang yang di mandikan oleh Shakila adalah baby Arsen, baru setelah selesai dia memandikan baby Syila.


Walaupun ada baby sitter namun setiap hari Shakila akan mengusahakan untuk bisa memandikan anak-anaknya sendiri.


''Titip anak-anak bentar ya...saya mau bersih-bersih dulu.'' kata Shakila setelah selesai dengan urusan baby twins.


Tak membutuhkan waktu yang lama, cukup dua puluh menit dirinya sudah kembali lagi ke kamar anak-anaknya.


''Kalian mandi dulu dan juga bisa istirahat sebentar, biar anak-anak sama saya...'' kata Shakila.


''Baik nyonya muda.'' jawab keduanya.


...****************...


''Selamat sore oma...opa...'' sapa Shakila yang menghampiri kedua mertuanya yang sedang duduk santai di teras belakang sambil menikmati teh hangat mereka.


''Selamat sore...'' sahut mommy Shanum. ''Wah cucu oma sudah pada wangi ya...'' kata mommy Shanum sambil mencium pipi si kembar yang masih berada di dalam stroller secara bergantian.


''Sini...sini...opa mau pangku.'' kata daddy Arya yang langsung meraih baby Syila. ''Cucu cantiknya opa...princess Narendra.'' katanya lagi saat baby Syila sudah berada di dalam pangkuannya.


Baby Syila memang cenderung lebih dekat dengan daddy Arya dan juga daddy Axel.


Sedangkan kalau baby Arsen...baginya semua sama saja.


''Kalau ini gantengnya oma...prince Narendra.'' kata mommy Shanum tak mau kalah dengan sudah memangku Arsen. ''Axel belum pulang Kil?'' tanya mommy Shanum.


''Belum mom, mungkin sebentar lagi.'' jawab Shakila. ''Kena macet kali.'' imbuhnya.


Biasanya pukul lima tepat, Axel sudah sampai di rumah tapi ini sampai pukul lima lewat...daddy dua anak itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


''Tuh kayaknya mom.'' kata Shakila begitu mendengar suara mobil masuk.

__ADS_1


''Panjang umur tu anak.'' kata mommy Shanum yang di amini olah daddy Arya dan juga Shakila. ''Batu juga di omongin sudah muncul.'' sambungnya.


''Aku ke depan dulu ya mom, dad...titip anak-anak.'' kata Shakila.


''Memangnya cucu-cucu oma ini barang ya...sama mommy pakek di titip-titipin segala.'' canda mommy Shanum. ''Ya sudah sana samperin dulu tu bayi besar kamu.'' kata mommy Shanum yang membuat Shakila tersenyum.


Kenapa sama mommy Shanum di sebut bayi besar...karena kadang Axel itu suka mencari perhatian pada istrinya saat Arsen dan Syila menguasai Shakila.


...****************...


''Tumben baru sampai yank?'' tanya Shakila saat sudah menyalami tangan Axel dengan takzim.


''Kena macet yank...'' jawab Axel. ''Macet parah karena ada kecelakaan di jalan yang dekat minimarket.'' cerita Axel.


''Yang mini market dekat pertigaan bukan?'' tanya Shakila.


''Iya yang itu.'' sahut Axel. ''Anak-anak mana?'' tanya Axel.


''Ada di teras belakang lagi sama oma, opanya.'' jawab Shakila. ''Ayok ke atas dulu...aku siapin air buat mandi.'' ajaknya.


''Mandi bareng ya...'' goda Axel sambil menaik turunkan alisnya.


''Enggak...aku sudah mandi.'' kata Shakila dengan cepat.


''Ya sudah kalau gitu mandiin.'' kata Axel lagi tak kehilangan akal.


''Halah itu cuma alasan kamu ajakan...dasar modus.'' cibir Shakila.


''Hahaha...tau aja.'' kekeh Axel. ''Ya...ya yank...ya...'' bujuk Axel di sepanjang jalan menuju ke kamarnya.


''Gak usah macem-macem deh.'' kata Shakila.


''Gak macem-macem kok...cuma satu macam aja.'' dalihnya.


''Kalau anak-anak rewel gimana?'' kata Shakila lagi untuk mencari alasan.


''Gak mungkin...mereka berdua sudah di pegang sama pawang mereka kok...gak mungkin rewel.'' kata Axel gak mau kalah.


''Tapi aku sudah mandi sayang...'' kata Shakila lagi.


''Ya nanti mandi lagi lah...orang air sama sabun ada banyak ini.'' kata Axel dengan gampangnya. ''Ya...'' bujuknya lagi.


''Taulah.'' sahut Shakila yang langsung berjalan mendahului Axel.

__ADS_1


__ADS_2