Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 33


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Maaf lama gak up...akunya lagi gak baik-baik saja kemarin jadi hanya bisa up di satu karya aja bahkan kadang-kadang gak up sama sekali...mohon pengertiannya... terimakasih 🙏


...****************...


''A...aku pergi dulu ya Put.'' pamit Shakila, dan tentu saja mau tak mau di angguki oleh Putra.


Sepanjang jalan Axel tak membuka mulutnya sama sekali, bahkan dia pun menggandeng terus tangan Shakila sehingga membuat Shakila sedikit keteteran mengikuti langkah kaki Axel yang memang lebih panjang dari kakinya.


Cklek


Brak


Begitu sampai, Axel lalu menarik Shakila masuk kedalam vila.


Ditutupnya pintu vila dengan sangat kasar sehingga membuat Shakila terperanjat kaget.


''Aku gak suka ya kamu dekat-dekat dengan lelaki itu atau lelaki manapun.'' tekan Axel. ''Kamu ini istri aku sekarang.'' imbuhnya lagi. ''Ngeti...'' serunya.


''Baik...tapi aku minta hal yang sama sama kamu Ax.'' balas Shakila yang tak ada takut-takutnya meski sudah melihat wajah Axel yang terlihat sekali marah. ''Aku minta hal yang sama ke kamu...apa kamu sanggup?'' tanyanya. ''Sama seperti yang kamu katakan ke aku...kamu itu sekarang suami aku.'' kata Shakila lagi. ''Kalau kamu bisa lakuin itu...aku pun akan lakuin hal yang sama Ax.'' sambungnya lagi. ''Bagaimana...deal?'' tanyanya sambil mengulurkan tangannya untuk membuat kesepakatan dengan Axel.


''Oke deal.'' kata Axel dengan sangat yakin sambil menjabat tangan Shakila.


Axel tak tau saja atau tak menyadari bahwa ini adalah awal mula dirinya akan terjerat dengan Shakila.


''Ingat Ax...bila kamu terlalu mengekang ku maka aku bisa melakukan hal yang sama.'' kata Shakila. ''Bahkan bila kamu selingkuh pun...aku juga bisa melakukan hal yang tak jauh beda dariku.'' imbuhnya lagi lalu berjalan keluar untuk menikmati udara malam di dekat kolam renang.


Sementara Axel masih terpaku serta mencerna semua kata-kata yang di lontarkan oleh Shakila padanya.


Harusnyakan dia yang marah...lah kok ini malah Shakila yang terlihat marah dan mengancamnya.


Setelah sadar dari pikirnya serta melirik di mana keberadaan sang istri, Axel memutuskan untuk menghubungi pihak vila agar mengantarkan minuman ke tempat mereka.


Begitu pesanannya tiba, Axel mendekat ke arah Shakila dengan nampan di tangannya.


Tak


Axel meletakkan nampan itu di meja sebelah Shakila sehingga membuat Shakila sedikit kaget.


''Kaget ya...maaf.'' ucap Axel. ''Habisnya kamu terlalu fokus lihat ke sana...'' imbuhnya lagi. ''Minum gih...biar badan kamu anget.'' kata Axel lagi.

__ADS_1


Axel menyodorkan satu gelas teh jahe khas Bali untuk Shakila.



Sedangkan untuk dirinya sendiri, Axel memilih meminum kopi khas Bali untuk menghangatkan tubuhnya.



Tak lupa pula Axel meminta beberapa camilan untuk menemani mereka minum teh dan kopi.


Godoh biu atau pisang goreng



Juga laklak, yaitu sejenis makanan yang mirip dengan kue serabi.



''Maaf ya yang tadi...aku kebawa emosi.'' ucap Axel.


''Iya tidak apa-apa.'' sahut Shakila.


''Masuk yuk Kil, sudah malam dan udara juga semakin dingin.'' kata Axel setelah melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan hampir pukul dua belas malam.


''He'em.'' jawab Shakila yang memang matanya sudah terasa perih efek dari mengantuk.


...****************...


''Kil...'' panggil Axel saat mereka berdua sudah berbaring di tempat tidur setelah ganti pakaian dan bersih-bersih sebentar.


''Hem.'' sahut Shakila sambil menolehkan kepalanya kearah di mana Axel berbaring.


''Em...boleh gak kalau aku peluk kamu?'' tanya Axel yang membuat Shakila memicingkan matanya. ''Tapi kalau gak boleh juga gak apa-apa sih...'' sambung Axel lagi karena setelah menunggu beberapa saat tak ada jawaban dari Shakila.


Entah kenapa malam ini dirinya sangat ingin memeluk wanita yang kini sudah berstatus sebagai istri sahnya itu.


''Tapi beneran hanya peluk aja ya...'' kata Shakila yang sudah memantapkan hatinya serta dirinya untuk membuka hati dan menjalani pernikahan ini.


Shakila sudah bertekad bahwa sebisa mungkin dirinya akan mempertanyakan pernikahannya.


''Beneran boleh?'' tanya Axel sampai memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Shakila untuk mamastikan bahwa pendengarannya tak salah.

__ADS_1


''He'em.'' jawab Shakila. ''Tapi...'' kata Shakila.


''Iya janji hanya peluk.'' potong Axel.


Axel langsung meminta Shakila untuk merebahkan kepalanya di salah satu tangannya, sedangkan tangannya yang lain dia gunakan untuk mendekap tubuh ramping milik sang istri.


Istri yang tidak...eh bukan...ralat, bukannya tidak...tapi belum di cintainya.


Ada perasaan aneh yang mereka berdua rasakan saat posisi mereka seperti ini, entah...bingung mau mendeskripsikan bagaimana yang mereka berdua rasakan saat ini, tapi yang jelas ada perasaan nyaman serta keduanya bisa merasakan dan mendengar detak jantung keduanya yang berdetak jauh lebih cepat.


''Ax...'' panggil Shakila.


''Hem.'' sahut Axel yang sedang menutup mata sambil meresapi kenyamanannya yang tercipta serta menghirup wangi rambut Shakila yang mampu membuatnya merasa tenang.


''Apa kamu pernah seperti ini dengan kekasihmu?'' tanya Shakila.


''Gak pernah.'' jawab Axel.


''Masa? aku kok gak percaya.'' kata Shakila yang merasa tak yakin dengan jawaban Axel.


''Gak percaya ya sudah...itu hak kamu kok.'' sahut Axel. ''Yang jelas aku itu bukan tipe pria yang kalau pacaran itu berbuat yang aneh-aneh...aku masih tau batasan.'' imbuhnya lagi, ada perasaan lega yang Kila rasakan begitu mendengar jawaban dari Axel.


Entah perkataan Axel itu memang benar atau tidak tapi Kila berusaha untuk mempercayainya.


''Apa pacar kamu gak bakal marah kalau tau kamu kayak gini?'' tanya Shakila lagi.


''Bukan kekasih Shakila...tapi mantan.'' tegas Axel.


''Mantan? sejak kapan?'' tanya Shakila yang sudah mendongakkan kepalanya melihat kearah Axel.


Karena setau Shakila mereka masih berhubungan mengingat pertemuan mereka bersama Rossi ketika mereka sarapan di hotel.


''Sudah gak usah di bahas.'' kata Axel. ''Yang jelas saat ini aku hanya mempunyai hubungan denganmu saja.'' kata Axel lagi. ''Sudah ayo tidur...atau kamu mau aku tiduri...'' goda Axel.


''Ba...baiklah ayo tidur.'' sahut Shakila.


''Argh...Kila...jangan banyak gerak.'' peringat Axel. ''Kalau gak kamu bisa membangunkan sesuatu di bawah sana.'' sambungnya lagi. ''Dan kalau sudah bangun...berarti kamu harus bertanggung jawab untuk menidurkannya kembali.'' bisiknya yang membuat seluruh bulu kuduk Shakila meremang karena perkataan serta deru napas Axel yang menerpa lehernya.


Mendengar perkataan Axel tersebut, secara otomatis Shakila langsung terdiam dan diapun tak bergerak sama sekali. Shakila bukan wanita bodoh yang tak mengerti arti perkataan Axel tadi.


Sebenarnya melihat Shakila yang langsung refleks terdiam membuat Axel tersenyum karena sudah berhasil menggoda wanita yang kini ada di pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2