Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 71


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Melihatmu seperti ini membuat hatiku sangat hancur.'' lirih Axel saat sudah kembali ke ruang rawat Shakila.


Rasa bahagia yang tadi dia rasakan saat melihat si kembar, hilang begitu saja dan langsung berganti dengan rasa perih saat kembali melihat Shakila yang masih terbilang lemas serta tak sadarkan diri.


Tak berselang lama ada dokter yang di dampingi oleh perawat untuk mengecek keadaan Shakila.


Karena ini pelayanan khusus untuk keluarga sang pemilik rumah sakit jadi mereka melakukan pelayanan ekstra, apalagi jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada pasien mereka satu ini...maka karier merekalah yang akan jadi taruhannya.


''Bagaimana dok? kenapa istriku belum bangun juga?'' tanya Axel.


''Seharusnya nyonya muda sudah bangun tuan...jika melihat kondisi nyonya muda yang stabil bahkan cenderung membaik.'' jawab sang dokter.


''Tapi kenapa begini?'' tanya Axel lagi.


''Kami akan menunggu satu jam lagi tuan muda, kalau dalam kurun waktu itu nyonya muda tidak sadar juga...kami akan melakukan tindakan lebih lanjut.'' tuturnya. ''Kami permisi tuan muda.'' pamitnya.


''Hem.'' sahut Axel yang itu duduk kembali di kursi yang dekat dengan tempat tidur Shakila.


''Ada apa ini hem?'' tanya pada sang istri, tak lupa tangan kiri yang menggenggam tangan Shakila, sedangkan tangan kanannya mengusap dengan lembut pipi mulus sang istri. ''Kenapa kamu gak mau bangun? apa kamu marah sama aku sayang...tapi marah kenapa?'' tanya Axel. ''Apa mimpi kamu lebih indah sehingga kamu enggan untuk membuka mata dan melihatku serta kedua anak kita?'' celotehnya lagi.


Kata demi kata terlontar dari Axel sangatlah terdengar memilukan, hingga siapa pun yang mendengar...pasti akan merasakan kesedihannya pula.


Dan hal itulah yang terjadi pada mommy Shanum...wanita paruh baya itu menangis sesenggukan di pelukan sang suami di kala melihat dan mendengar semua yang Axel ucapkan.


Bahkan para pria...daddy Arya, Alvan dan Davin pun dadanya ikut sesak menyaksikan semua ini.


Untung saja Kinara dan Alexa bertugas untuk menjaga baby twins, kalau tidak sudah dapat di pastikan...jika melihat ini semua mereka berdua pasti akan ikut menangis.


...****************...


Sedangkan di alam bawah sadarnya saat ini...Shakila sedang bahagian kerena bisa bertemu dengan kwdia orangtuanya.


''Ayah...ibu...'' seru Shakila saat melihat sepasang paruh baya sedang duduk di sebuah kursi di taman yang sangat indah dengan mengenakan pakaian serba putih yang membatasi mereka terlihat begitu bercahaya.


''Sayang...'' seru sang ibu sambil melambaikan tangannya.


Shakila pun langsung bergegas dengan setengah berlari untuk menghampiri kedua orangtuanya.

__ADS_1


''Shakila kangen ayah...ibu...'' kata Shakila dengan terisak setelah dapat memeluk kedua orangtuanya.


''Jangan menangis sayang...'' ucap sang ayah.


Namun Shakila tetap saja menangis dalam pelukan mereka berdua, pelukan yang selama ini dia rindukan...pelukan hangat yang sudah lama tak dapat dia rasakan.


''Maaf sayang...ayah dan ibu harus pergi.'' akta sang ayah sambil mengurai perlukan mereka.


''Enggak...ayah dan ibu gak boleh pergi.'' akta Shakila dengan menggelengkan kepalanya. ''Kalian gak boleh ninggalin Shakila lagi...kalau enggak Shakila mau ikut kalian saja, Shakila gak mau sendiri.'' katanya.


''Kamu gak bisa ikut kami sayang...dunia kita berbeda.'' kata sang ibu.


''Kamu salah sayang...kamu gak sendiri.'' sahut sang ayah. ''Ada kelurga barumu yang saat ini menunggumu.'' kata sang ayah lagi. ''Ada suami serta anak-anakmu di sana yang masih sangat membutuhkanmu...maka kembalilah ke tempat yang seharusnya kamu berada.'' tuturnya lagi.


''Tapi...'' kata Shakila.


''Kami berdua sayang denganmu sayang...dan kami akan selalu bersamamu selama di hatimu masih ada kami.'' kata sang ibu. ''Kembalilah dan jaga dengan baik cucu-cucu kami...demi ayah dan ibu.'' sambungnya.


''Kami harus pergi sayang...dan juga Unu adalah waktumu untuk kembali.'' kata sang ayah.


Mereka pun berpelukan sekali lagi lalu ayah dan ibu Shakila membalikkan badannya berjalan semakin menjauh dari Shakila dengan wajah yang bahagia.


...****************...


''Sa...sayang...'' panggil Axel.


Shakila pun mulai membuka kedua kelopak matanya perlahan hingga terbuka sepenuhnya meskipun masih sedikit sayu.


''Air...'' lirih Shakila.


Axel pun langsung buru-buru mengambilkan minum yang ada di atas nakas untuk Shakila.


Semua yang melihat tindakan Axel itu langsung berjalan mendekat ke arah ranjang, dan betapa bahagianya mereka begitu melihat Shakila telah membuka matanya.


''Aku bahagia...sangat bahagia...akhirnya kamu membuka matamu juga sayang.'' kata Axel yang saat ini telah memeluk tubuh Shakila. ''Duniaku terasa hancur saat melihatmu tak berdaya.'' sambungnya lagi dengan air mata yang telah menetes. ''Aku sangat...sangat mencintaimu dan jangan pernah lakukan hal ini lagi padaku.'' lanjutnya.


''Sayang...perutku...anak-anakku?'' tanya Shakila saat merasakan tak ada penghalang lagi untuk tubuhnya saat suaminya itu memeluknya.


''Mereka baik-baik saja yang...dan saat ini mereka sedang di jaga oleh mama dan maminya.'' jawab Axel. ''Terimakasih karena telah memberiku hadiah terbaik...sepasang malaikat yang sangat tampan dan cantik serta menggemaskan.'' ucapnya.

__ADS_1


''Jadi anak kita?'' tanya Shakila.


''Iya anak kita laki-laki dan perempuan.'' jawab Axel.


''Aku ingin bertemu dengan mereka sayang...anak-anakku.'' kata Shakila.


''Nanti mommy akan minta perawat untuk membawa mereka kesini sayang.'' sahut mommy Shanum. ''Tapi setelah kondisimu di periksa kembali oleh dokter.'' tuturnya.


Tak berselang lama dokter pun telah selesai memeriksa Shakila dan mengatakan kalau kondisi Shakila sangat baik, serta saat ini anak-anak pun sudah di bawa keruangan yang sama dengan mommynya.


''Kamu mau mencoba menyusui mereka?'' tanya mommy Shanum dan di angguki oleh Shakila, maka para pria pun di persilahkan untuk keluar dari ruangan terlebih dahulu.


''Maafkan mommy sayang...karena terlambat menyusui serta menggendong kalian.'' ucap Shakila.


...****************...


''Apa kalian sudah punya nama untuk kedua cucu kembar daddy ini?'' tanya daddy Arya sambil mencium pipi gembul bayi yang ada dalam gendongan istrinya.


Shakila melihat ke arah Axel, apakah suaminya itu telah memiliki nama pilihan untuk kedua buah hati mereka. Karena memang untuk masalah nama...Shakila serahkan semuanya pada sang suami.


''Iya dad.'' jawab Axel. ''Yang baby boy ini...namanya Arsenio Arsha Narendra.'' kata Axel sambil mengelus pipi sang putra yang terlelap dalam pangkuan Shakila. ''Kalau yang baby girl...Arsyila Arsha Narendra.'' sambungnya. ''Bagaimana sayang...apa kamu suka?'' tanya Axel pada sang istri.


''He'em.'' sahut Shakila. ''Hai baby Arsen dan baby Syila.'' sapa Shakila.


''Artinya?'' tanya Alexa.


''Arsenio Arsha Narendra yaitu pemimpin yang memiliki kesucian hati dan memiliki sifat jantan, pekerja keras, penolong serta lembut. ''Sedangkan Arsyila Arsha Narendra yaitu pemimpin yang memiliki kesucian hati serta jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna.'' jawab Axel.


''Daddy suka namanya.'' sahut daddy Arya.


Penjabaran nama...


Arsenio memiliki arti sebagai sifat yang jantan, pekerja keras, penolong serta lembut.


Arsyila miliki arti jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna.


Arsha selain dari gabungan nama daddy Arya dan mommy Shanum juga memiliki arti kesucian.


Narendra sendiri selain nama dari keluarga daddy Arya...juga memiliki arti berkuasa atau pemimpin.

__ADS_1


__ADS_2