
❤️ Happy Reading ❤️
Kini seluruh keluarga berkumpul di ruang perawatan Aluna, termasuk Arsyila dan Abra juga sudah berada di sana.
Semua menunggu sang nyonya muda yang telah melahirkan penerus keluarga Narendra untuk bangun dari tidur lelapnya.
Ya Aluna tertidur begitu lelap setalah dirinya di bersihnya, mungkin karena efek terlalu lelah tapi menurut dokter keadaannya semuanya baik termasuk si baby boy.
Uhuk...uhuk...
''Sayang...'' lirih Arsen yang kebetulan duduk di dekat ranjang pasien.
Sedangkan untuk kelurga yang lain sedang berbincang di sofa yang berada di sudut ruangan.
''Haus...'' lirih Aluna dengan sambil berusaha membuka kedua matanya yang terasa masih lengket.
Sepertinya dirinya belum puas tertidur tapi sayang tenggorokannya yang haus memaksanya untuk bangun segera.
Tanpa banyak bicara Arsen langsung mengambil air mineral botol yang ada di atas nakas dan langsung membuka penutupnya serta di beri sedotan batu setelah siap akan di berikan ke Aluna.
''Ini...'' kata Arsen dengan sebelah tangan berada di belakang tengkuk Aluna untuk menyangganya sedangkan satunya dia gunakan untuk memegang botol air mineral.
''Terimakasih.'' lirih Aluna. ''Ah...'' ringisnya kala tak sengaja ingin bangun dari berbaringnya.
''Sayang...pelan-pelan...kamu itu baru saja habis melahirkan.'' ucap Arsen lalu mengatur ketinggian posisi ranjang dengan bagian atas sedikit lebih tinggi jadi Aluna seperti sedang bersandar.
Ya wanita yang ada di depannya itu lupa kalau habis melahirkan dan bodohnya sedari tadi dirinya juga tak sadar kalau sedang berada di mana.
Semua keluarga yang sedari tadi hanya mengamati interaksi Arsen dan Aluna...akhirnya berjalan mendekat.
''Selamat ya sayang...sekarang kamu sudah jadi mommy.'' ucap oma Shanum untuk yang pertama kali.
''Terimakasih oma.'' sahut Aluna.
''Harusnya kami yang berterimakasih karena kamu sudah melahirkan penerus keluarga Narendra yang sangat tampan.'' kata opa Arya.
''Mom...'' lirih Aluna yang melihat mommy Shakila hanya diam dan menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
''Dasar anak nakal...sudah di bilangin kalau ambil cuti, malah ngeyel...untung kamu dan baby boy tidak kenapa-napa.'' omel mommy Shakila.
''Maaf mom.'' cicit Aluna dengan mata yang berkaca-kaca dan paham akan kesalahannya.
Grep
__ADS_1
''Selamat ya sayang dan terimakasih.'' ucap mommy Shakila sambil memeluk menantunya.
Cklek
''Selamat sore...'' sapa seorang dokter yang datang bersama perawat yang menggendong seorang bayi.
''Sore dok.'' sahut semuanya.
''Saya periksa sebentar ya nyonya muda.'' katanya lagi.
Semuanya memilih menyingkir untuk memberikan ruang pada sang dokter melakukan tugasnya dan menyisakan Arsen di sana.
Kini para keluarga melihat baby boy yang saat ini sudah berpindah tangan ke tangan mommy Shakila.
''Bagaimana dok?'' tanya Arsen.
''Kondisi nyonya cukup baik dan sepertinya besok juga sudah bisa pulang.'' jawab sang dokter. ''Kalau begitu saya permisi tuan...nyonya dan em tuan muda kecil butuh di susui oleh mommynya.'' paparnya.
''Baik dok, terimakasih.'' ucap Aluna dan Arsen.
Sebelum tertidur tadi Aluna sempat melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini yang merupakan permulaan menyusu yang di lakukan dengan usaha bayi sendiri setelah ia lahir.
IMD bisa menjadi moments perkenalan yang dapat memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, karena akan terjadi sentuhan langsung alias skin to skin contact.
''Ini sayang...kamu susui dulu baby-nya.'' kata mommy Shakila yang mendekat ke arah Aluna dengan menggendong baby boy.
Arsen pun langsung menutup tirai agar aset berharga sang istri tak terlihat oleh orang lain selama menyusui si tampan.
''Akh...'' kata yang keluar pertama kali saat baby boy berhasil melahap ****** di dadanya dan menghisapnya dengan kencang.
''Sakit ya?'' tanya Arsen dan di angguki oleh Aluna.
''Itu hal yang wajar, namanya juga baru tapi nanti-nanti akan terbiasa dan tak sesakit ini.'' kata mommy Shakila memberi tahu.
Karena Aluna baru dua kali memberikan asinya jadi masih sedikit kaget dengan rasa yang dia terima.
''Huh lahapnya anak daddy...lapar banget ya nak.'' ucap Arsen dengan tangan yang menoel-noel pipi sang putra.
''Kakak jangan di ganggu gitu...anaknya lagi nyusu juga.'' peringat sang mommy.
''Hehehe...maaf mom...habis gemes sih.'' ucap Arsen.
Kedua bukit kembar Aluna yang tadinya terasa sangat penuh saat ini seperti kosong kembali...putranya itu bener-bener kelaparan sepertinya.
__ADS_1
...****************...
''Ih gemes deh sayangnya mimo..'' kata Arsyila.
''Mimo?'' sahut mommy Shakila dan Arsen sambil mengernyitkan dahinya.
''Iya...aku mau di panggil sama si tampan ini mimo.'' kata Arsyila. ''Kenapa? ada masalah?'' tanyanya. ''Bukannya ini putraku juga...'' sambungnya lagi.
''Tentu saja mimo.'' sahut Aluna pada kembaran sang suami.
''Oh iya Ars...ngomong-ngomong sudah punya nama belum untuk si kecil?'' tanya daddy Axel.
''Sudah dong dad.'' jawab Arsen. ''Namanya Aziel Arsya Narendra.'' kata Arsen. ''Seperti namanya Aziel...kami berharap baby boy tumbuh sebagai sosok yang beriman pada Tuhannya nanti.'' sambungnya.
''Nama yang bagus...opa suka.'' sahut opa Arya.
''Baby A...apa baby Ziel ini kak manggilnya?'' tanya Arsyila.
''Baby Ziel dong Syil...kalau baby A...kita semua baby A dong dulu manggilnya.'' sahut Arsen. ''Apa kamu lupa kalau nama kita semua dari huruf A.'' sambungnya lagi.
''Eh iya ya...dan akan ada baby A yang lainnya.'' kata Arsyila. ''Hem...kak...gemes banget sih...boleh bawa pulang gak.'' kata Arsyila yang terus menciumi wajah baby Ziel.
''Enak aja...bikin sendiri sana sama Abra.'' kata Arsen.
''Ya sudah kalau gitu...ayo sayang kita pulang dan bikin yang lebih gemesin dari baby Ziel.'' ucap Arsyila dengan frontal dan membuat wajah Abra bersemu merah karena malu akan ucapan sang istri.
''Kami pulang dulu semua...'' pamit Abra saat sang istri sudah menariknya keluar.
''Oma sama opa sebaiknya pulang dan istrirahat.'' kata Arsen. ''Mommy sama daddy juga.'' sambungnya lagi.
''Tapi kalian...'' kata mommy Shakila.
''Gak apa-apa mom, kalian juga butuh istirahat apalagi hati juga sudah semakin sore.'' potong Arsen.
''Baiklah kami pulang.'' pasrah mommy Shakila. ''Tapi nanti malam mommy bakal kesini lagi untuk menemani kalian.'' sambungnya lagi.
''Iya dengan sarat mommy harus istirahat dulu walau hanya sebentar.'' kata Arsen.
''He'em.'' jawab mommy Shakila. ''Em kata dokter tadi apa Ars?'' tanya mommy Shakila.
''Kata dokter kondisi mommy sama baby-nya sangat baik dan menurut perkiraan besok juga sudah bisa pulang ke rumah.'' jawab Arsen.
''Baiklah kalau begitu kami pulang dulu...kalau butuh apa-apa telpon saja, nanti mommy sama daddy bawain.'' kata mommy Shakila dan di angguki oleh Arsen juga Aluna.
__ADS_1