Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 89


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Bagaimana hari ini?'' tanya Axel saat baru pulang kerja dan berada di kamar bersama istri tercintanya.


''Huft...cukup melelahkan.'' jawab Shakila setelah helaan nafas panjangnya.


''Tapi semua lancarkan?'' tanya Axel lagi.


''Hem...lancar.'' jawab Shakila.


Tak berselang lama terdengar pintu kamar mereka di ketuk, yang ternyata adalah salah seorang art di kediaman Narendra yang memberi tahu mereka bahwa sudah di tunggu untuk makan malam.


''Kamu lebih baik langsung tidur saja sayang.'' kata Axel. ''Kamu kelihatan lelah banget.'' sambungnya lagi.


''Tapi anak-anak...'' kata Shakila.


''Anak-anak nanti biar aku yang tidurin mereka.'' potong Axel.


''Terimakasih ya sayang...'' ucap Shakila yang sangat beruntung memiliki suami seperti Axel...suami yang begitu sangat pengertian.


...***************...


Keesokan harinya Shakila sudah terlihat sangat segar...keadaannya sudah seperti semula setelah tidur semalam yang lebih awal.


Kalau ada yang bertanya apa dia tak pernah merasakan kejenuhan atau bosen? jawabannya tentu saja pernah.


Melakukan kegiatan yang setiap hari hanya itu-itu saja...bangun pagi...siapin segala yang di butuhkan untuk cafenya...terus urus suami...urus anak...berangkat ke cafe...sore pulang...dan hampir begitu terus setiap harinya.


Namun dengan melihat kesuksesan yang dia raih saat ini, melihat tawa puas para pegawainya ketika semua makanan ludes tak tersisa, dan ketika pulang melihat kedua anaknya yang terlihat sangat menggemaskan...membuat semua kejenuhannya langsung lenyap seketika.


Yang dapat di rasakan dan ucapan hanyalah. bersyukur...bersyukur...dan bersyukur...karena semua yang dia dapatkan saat ini, pencapaiannya-pencapaiannya saat ini...oh nikmat mana lagi yang dapat dia dustakan.


Dan sesungguhnya...orang-orang yang bisa benar-benar menikmati hidup adalah orang-orang yang tak pernah lupa untuk bersyukur.


Cup

__ADS_1


''Em...istriku makin cantik.'' puji Axel yang memeluk Shakila dari arah belakang, tak lupa juga dirinya memberikan kecupan di puncak kepala sang istri.


''Puji aja terus...nanti lama-lama aku bisa terbang loh.'' sahut Shakila dengan tangan yang sudah memegang tangan kekar Axel yang melingkar sempurna di perutnya.


''Gampang...nanti sebelum kamu terbang aku pasang tali di kaki kamu, jadi kalau sewaktu-waktu kamu terbang tinggal aku tarik talinya.'' sahut Axel.


''Memangnya aku balon atau layangan apa.'' kata Shakila yang membuat mereka berdua terkekeh karena omongan receh mereka sendiri.


''Sayang...pas waktu itukan aku pernah bilang kalau mau ngajak kamu liburan...buat ganti bulan madu kita yang pertama.'' kata Axel yang sudah meletakan dagunya di pundak Shakila. ''Gimana kalau kita buat planning untuk pergi?'' tanyanya.


''Mau kemana memangnya?'' tanya Shakila.


''Paris, Swiss, Jepang, Maldives, Singapura atau terserah kamu mau kemana.'' jawab Axel.


''Gak kejauhan emang? gak kasihan tuh sama anak-anak kalau mau di ajak pergi jauh?'' tanya Shakila lagi.


''Siapa bilang kita mau ajak anak-anak.'' kata Axel.


''Lah terus?'' tanya Shakila lagi.


''Tapi...'' kata Shakila ragu dengan kepergian mereka nanti tanpa kedua buah hatinya.


''Anak-anak akan baik-baik saja sama oma, opanya.'' potong Axel. ''Mereka berdua juga sangat dekat sama oma dan opanya, jadi gak ada yang perlu kamu khawatirkan sayang.'' imbuh Axel dengan kata-kata yang berusaha meyakinkan Shakila.


''Mommy dan daddy gimana? apa kita gak ngerepotin mereka?'' tanya Shakila lagi.


''Aku sudah membicarakan hal ini sama mereka berdua dan mereka berdua juga setuju kok.'' jawab Axel. ''Sebagai ganti honeymoon kita yang tak sesuai honeymoon yang seharusnya, juga sebagai ganti baby shower kamu pas hamil si kembar yang waktu itu belum terlaksana.'' sambungnya lagi.


''Hem baiklah, kapan?'' tanya Shakila.


''Minggu depan gimana?'' tanya Axel dan di angguki oleh Shakila. ''Tapi kamu jangan protes ya kalau seminggu ini setelah pulang ke rumah aku akan lebih banyak berada di ruang kerja.'' peringat Axel yang membuat Shakila mengernyitkan dahinya


''Kenapa?'' tanya Shakila.


''Karena aku harus mengerjakan segala pekerjaan aku agar tak semakin menumpuk nanti jika kita honeymoon.'' jawab Axel.

__ADS_1


''Baiklah, tapi kamu juga gak boleh terlalu diforsir kerjanya...sebab aku gak mau kalau kamu jadi jatuh sakit karena kelelahan dan kurang waktu untuk istirahat.'' kata Shakila yang juga sedikit memberi peringatan untuk Axel. ''Atau kita bisa menunda kepergian Kuta sampai pekerjaan kamu beres semua.'' katanya lagi memberikan penawaran.


''Gak ada ya...kita akan tetap pergi sesuai rencana semula.'' kata Axel. ''Kalau mau cari waktu aku gak banyak pekerjaan itu gak mungkin sayang, kamu tau sendiri bagaimana pekerjaan aku.'' sambung Axel. ''Kalau gak kita sendiri yang ngeluangin waktu...gak pernah ada waktu luang kecuali hari minggu aja.'' imbuhnya lagi.


Setelah di pikir-pikir benar juga apa yang di katakan sang suami mengingat betapa sibuknya dia memimpin perusahaan besar yang memiliki banyak anak cabang di dalam serta di luar negeri dengan berbagai bidang.


Dirinya saja yang hanya mengelola cafe yang baru ada dua cabang serta beberapa toko onlinenya saja...merasa sudah sangat sibuk.


''Sekarang lebih baik suamiku yang tampan paripurna ini bersiap, terus kita turun ke bawah untuk sarapan.'' kata Shakila. ''Karena aku gak mau kalau mommy dan daddy terlalu lama menunggu kita bersiap.'' tuturnya lagi.


''Tapi kamu belum jawab sayang mau pergi kemana?'' tanya Axel yang seolah masih enggan untuk melepaskan pelukannya.


''Harus sekarang?'' tanya Shakila.


''Iya, biar aku bisa urus semuanya.'' sahutnya.


''Aku mau ke Bali saja.'' jawab Shakila. ''Di tempat yang sama...dimana kita pernah berbulan madu untuk yang pertama.'' katanya lagi.


''Apa kamu yakin?'' tanya Axel dan Shakila menganggukkan kepalanya. ''Kamu tak mau ke luar negeri?'' tanyanya lagi dan Shakila menggelengkan kepalanya.


''Kenapa harus keluar negeri kalau di negara kita sendiri ada banyak destinasi pariwisata yang sangat indah dan menakjubkan yang tak kalah dari yang ada di luar negeri sana.'' kata Shakila. ''Lagi pula aku gak mau terlalu lama di perjalanan...bikin capek.'' sambungnya.


''Baiklah sesuai keinginanmu sayang.'' kata Axel. ''Kita akan satu minggu di Bali.'' katanya lagi.


''Satu minggu?'' seru Shakila. ''Enggak...enggak...itu terlalu lama...tiga atau lima hari saja.'' katanya lagi.


''Kenapa?'' tanya Axel.


''Aku gak bisa terlalu lama jauh dari anak-anak suamiku sayang...aku gak akan bisa tenang kalau ninggalin mereka terlalu lama, meskipun aku tau kalau mereka pasti baik-baik saja bersama oma dan opanya.'' jawab Shakila. ''Tiga atau lima hari saja, kalau kamu gak mau...ya kita gak usah pergi saja.'' ancamnya.


''Baiklah...lima hari.'' sahut Axel.


''Terimakasih suamiku sayang...'' ucap Shakila.


''Sama-sama istriku sayang...'' sahut Axel.

__ADS_1


__ADS_2