Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 23


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Mau kemana Ax? buru-buru amat.'' tanya Hanan saat melihat Axel keluar dari ruangannya.


''Mau pergi kak.'' jawab Axel.


''Mau nemuin perempuan itu lagi?'' tebak Hanan.


''Rossi maksudnya?'' tanya Axel. ''Aku itu ada janji mau ke butik buna kak, mau fitting baju pengantin sama Kila.'' kata Axel lagi.


''O...'' beo Hanan.


''Aku pergi dulu kak...bisa ngamuk nyonya besar kalau sampai aku gak datang ke sana.'' pamitnya lalu melenggang pergi.


''Semoga kamu nantinya bisa bahagia serta jatuh cinta dengan Kila Ax.'' gumam Hanan. ''Menurutku Kila adalah wanita yang jauh lebih baik dari siluman ular itu.'' imbuhnya lagi.


Sedangkan di ruko, Kila pun melakukan hal yang sama, saat ini dirinya sedang mengabarkan pada karyawannya kalau dirinya akan pergi.


Dan bergegas menuju ke arah mobilnya terparkir untuk pergi ke butik milik adik dari calon ayah mertuanya.


...****************...


Singkat cerita beberapa hari belakangan ini setelah melakukan fitting pakaian pengantin, Kila dan Axel semakin di sibukkan dengan urusan pernikahan mereka.


Meskipun semua sudah di atur oleh mommy Shanum dan saudara-saudaranya namun tetap saja Kila dan Axel harus selalu terlibat.


Seperti bertemu dengan wo untuk menentukan konsep pernikahan yang mereka inginkan, terus pergi ke toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan mereka, belum lagi harus photo prewedding, memilih undangan dan lain-lain, bahkan hanya untuk mencicipi menu yang akan di sajikan nanti...Kila di libatkan oleh mommy Shanum.


Belum lagi perawatan-perawatan yang harus sudah mulai di lakukan Kila...juga sudah di atur oleh mommy Shanum, alhasil Kila hanya bisa di ruko sampai jam makan siang saja.


Kalau selebihnya yang memantau serta menghandle ya tentu saja mommy Shanum.


''Mbak.'' panggil Reni.


''Hem.'' sahut Kila saat dirinya baru saja keluar dari dapur yang digunakan sebagai ruang produksi.

__ADS_1


''Mbak kok akhir-akhir ini pulang lebih awal terus? ada acara ya mbak?'' tanya penasarannya sekaligus mewakili seluruh teman-temannya yang lain.


Karena sebelumnya Shakila sama sekali tak pernah seperti ini.


''Maaf ya kalau mbak gak pernah bisa bantuin kalian sampai sore akhir-akhir ini jadi kerjaan numpuk ke kalian.'' ucap Shakila.


''Gak masalah bagi kami mbak.'' sahut Reni. ''Kami cuma penasaran aja.'' ujarnya terus terang yang membuat Shakila terkekeh. ''Lah malah tertawa mbak Kila.'' kata Reni lagi.


''Maaf...maaf...kurang-kurangin deh keponya.'' sahut Shakila.


''Ya kan kita perduli sama mbak Kila.'' sanggah Reni.


''Iya maaf, aku tau kok lagian aku juga cuma bercanda.'' sahut Kila. ''Aku harus ngurusin pernikahan aku Ren.'' jawab Shakila pada akhirnya.


''Mbak beneran mau nikah?'' tanya Reni memastikan dan di angguki oleh Shakila. ''Sama tuan yang ganteng itu mbak?'' tanyanya lagi yang membuat Shakila mengernyitkan dahinya. ''Yang waktu itu datang kesini...yang nganterin mbak Kila.'' imbuhnya lagi.


''Iya...seratus buat kamu.'' sahut Kila.


''Mbak...sabenernya kita penasaran karena tiba-tiba mbak sudah tunangan dan ini malah mau nikah padahal setau kami mbak sama sekali gak pernah pacaran.'' kata Reni.


''Ya terbukti gak pernah tuh ada cowok yang datang kesini kemarin-kemarin.'' sahut Reni tak mau kalah.


''Pacaran itu bukan harus di obral-obral Ren, kan bukan dagangan.'' sahut Shakila sekenanya.


''Tapi mbak, wajah calon suami mbak Kila itu seperti gak asing tau gak...kayak pernah lihat di mana gitu.'' kata Reni mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.


''Masa sih?'' tanya Shakila.


''He'um, tapi dimana ya mbak?'' tanya Reni seraya berpikir.


''Ya mana mbak tau.'' sahut Shakila. ''Sudahlah...mbak mau bersih-bersih terus mau periksa laporan sebentar sebelum nanti mbak pergi.'' kata Shakila lalu pergi dari hadapan Reni.


...****************...


Lain Shakila lain pula mommy Shanum, saat ini mommy Shanum sedang pergi berbelanja bersama Kinara dan Alexa juga tentu saja ada Axel di sana.

__ADS_1


Axel sedikit uring-uringan di sana karena seenaknya saja sang mommy bersama Kinara dan Alexa menjemputnya ke perusahan dan meminta untuk menemani mereka ke mall berbelanja.


''Mom, kerjaan aku banyak loh.'' ucap Axel untuk yang kesekian kalinya.


''Diam Ax, dari tadi kamu cuma protes aja bisanya.'' seru mommy Shanum yang sudah terlalu jengah dengan semua protesan dari putra keduanya itu.


''Sebenarnya kita mau cari apalagi sih mom...gak kelar-kelar perasaan.'' sungut Axel lagi.


''Kita mau cari barang serah-serahan untuk Kila.'' sahut mommy Shanum.


''Ya ampun mom, kenapa gak ajak dia aja sih biar dia pilih sendiri gitu, jadikan gak ribet kayak gini.'' kata Axel.


Plak


Satu pukulan pun mendarat di lengan Axel dengan sempurna dan siapa lagi pelakunya kalau bukan sang mommy.


''Auwww...mommy kdrt.'' keluh Axel.


''Biarin aja...dasar lebay.'' cibir Shanum. ''Gini ya Ax, kalau kita ajak Kila namanya gak surprise dong apa yang akan kita kasih ke dia dan lagian kila juga belum tentu mau milih sendiri kalaupun mau pasti milih yang harganya murah.'' kata Shanum.


''Kalau pengen cepet kelar...sudah ayo...jangan ngedumel melulu bisanya.'' sahut Alexa yang ikut buka suara.


Tadi begitu sampai mereka langsung ke toko perhiasan untuk memesan satu set perhiasan terbaik untuk Shakila sekaligus mommy Shanum meminta agar cincin pernikahan Axel dan Shakila yang telah mereka berdua pesan di ukir nama mereka di dalamnya.


Dan saat ini mereka sedang berada di toko yang menjual dari berbagai merek brand terkemuka dunia dengan harga satu barangnya saja bisa bikin geleng-geleng kepala serta jiwa miskin author meronta-ronta.


Mommy Shanum dan Kinara beserta Alexa memilih dress selutut berwarna mustard, biru dan putih bermotif bunga-bunga untuk Shakila lengkap dengan heels serta tas yang serasi untuk di padu padankan, mereka juga memilihkan satu tas yang cocok untuk dipakai apa saja termasuk bekerja atau jalan santai plus satu flat shoes.


Bahkan sampai ke aksesoris rambut pun mereka pilihkan.


Begitu selesai mereka langsung menuju ke area toko penjual segala dalaman wanita dengan merek ternama yang membuat Axel malu setengah mati, bagaimana tidak di sana hanya dia sendiri yang laki-laki dan yang di jual adalah segala pembungkus onderdil wanita.


Mommy Shanum beserta yang lain memilihkan tiga buah lingerie dengan warna merah maroon, hitam dan juga crem lengkap dengan dalamnya yang berwarna senada dengan ketiganya, plus dua set baju tidur berbahan sutra dan tentu saja semua barang yang mereka beli semuanya bersumber dari kartu tanpa batas milik Axel.


''Sudahkan mom?'' tanya Axel. ''Aku mau kerja.'' ucapnya dengan kesal.

__ADS_1


''Iya sudah sana.'' jawab mommy Shanum. ''Cari uang yang banyak ya sayang...maaf hari ini sudah menguras isi kartu kamu.'' imbuh Shanum yang membuat Axel mendengus.


__ADS_2