Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 121


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Aku hari ini seneng banget bisa main sama anak-anak panti...seru.'' ujar Arsen begitu masuk masuk ke dalam kamarnya bersama Aluna.


''Jadi gak sabar ingin dia cepet lahir dan bisa main bareng...'' kata Arsen mengelus perut buncit Aluna.


''Sabar daddy, tunggu dua setengah bulan lagi.'' sahut Aluna dengan tangan mengelus rambut hitam tebal milik Arsen. ''Kamu mandi dulu gih...bau asem.'' kata Aluna lagi.


''Memang iya...'' kata Arsen dan mulai mengendus tubuhnya sendiri. ''Mana ada orang masih wangi gini.'' ujarnya. ''Wah mommy ngada-ngada nih.'' imbuhnya lagi.


''Memang bau asem kok.'' kata Aluna tak mau kalah. ''Sana buruan...aku juga mau mandi, gerah.'' kata Aluna dengan sedikit mendorong tubuh Arsen.


''Mandi bareng gimana? hemat waktu dan gak perlu nunggu.'' kata Arsen.


''Gak ada...gak ada...yang ada bukannya hemat waktu tapi malah jadi lama di kamar mandinya.'' tolak Aluna. ''Dasar modus.'' cibirnya lagi.


''Hehehe tau aja...'' kata Arsen dengan nyengir plus menggaruk tengkuknya yang tak gatal, karena ternyata akal bulusnya sudah ketebak sama sang istri.


...****************...


''Yakin gak mau dengerin saran dari mommy buat cuti aja?'' tanya Arsen seusai mereka membersihkannya tubuhnya. ''Cuma cuti...gak resign...'' kata Arsen lagi.


Jujur ada perasan cemas juga khawatir bila mengingat istrinya masih bekerja walau sengaja perut yang sudah membuncit.


''Yakin.'' jawab Aluna dengan pasti.


''Gak mau di pikirin dulu...di pertimbangin dulu gitu...'' bujuk Arsen.


''Iya.'' sahut Aluna. ''Aku gak apa-apa kok dan aku juga masih merasa mampu.'' sambung Aluna. ''Seperti kataku...aku bakalan bosen di rumah kalau gak ngapa-ngapain...takutnya malah bikin aku stres kalau gak ada kegiatan.'' tuturnya untuk meyakinkan Arsen.


''Huft...ya udah terserah kamu.'' kata Arsen. ''Tapi kamu gak boleh terlalu capek.'' peringatnya.


''Tentu saja...lagian ada Loli juga Yongki dan pak Tomi yang selalu bantu aku.'' kata Aluna.


''Sebenarnya kalau boleh egois...aku lebih memilih kamu di rumah saja sampai lahiran, tapi ya kalau itu kemauan kamu...aku bisa apa.'' kata Arsene.


''Terimakasih ya suami...karena sudah pengertian banget.'' ucap Aluna dengan tangan yang sudah merangkul tubuh tegap Arsen dari samping karena posisi mereka saat ini duduk berdampingan di ranjang.


...****************...

__ADS_1


Lagi dan lagi di kediaman Narendra ajan ada perhelatan besar, memang akhir-akhir ini di sana ada saja momen yang terjadi secara beruntun.


Untung kata raya, jadi mereka tak mengalami kesulitan finansial untuk mengadakannya.


Momen pertama di mulai dari pertunangan si princess...Arsyila Arsha Narendra Abraham Sasongko, kemudian di lanjutkan dengan acara anniversary tuan dan nyonya besar Narendra yaitu oma Shanum dan opa Arya.


Tak di nyana serta tak di duga...dari pesta tersebut ternyata menimbulkan sesuatu yang mengejutkan, sehingga lagi-lagi ada perhelatan yaitu pertunangan dan pernikahan Arsen dan Aluna.


Tak berselang lama...ada lagi acara tujuh bulanan sang menantu...nyonya muda Aluna Arsen Narendra.


Dan saat ini akan ada acara lagi...acara pernikahan Arsyila dengan Abra.


Berturut-turut bukan...entah berapa banyak bajet yang mereka keluarkan untuk semua acara tersebut.


''Aku gak mau kalau sampai kamu kecapekan...jadi kamu cukup lihat dan gak usah bantu apa-apa.'' pesan Arsen pada sang istri ketika dirinya hendak duduk bergabung dengan para pria di taman belakang.


Pasalnya di kediaman Narendra sudah sangat ramai, bahkan para anak saudara pun sudah pada berdatangan.


''Arsen posesif banget ya Lun sama kamu.'' kata Ara setalah Arsen pergi dari sana.


''Banget...banget kak.'' sahut Arsyila.


''Ya masih dalam tahap wajarlah...'' sahut Arsyila yang menurutnya kalau kakaknya terlalu bucin.


''Iya sekarang kamu bisa bilang masih dalam tahap wajar, coba aja nanti lihat kalau sudah nikah apalagi kamu mengandung...pasti tak kalah posesif.'' cibir Dexa.


''Tinggal sebentar lagi ya Lun...'' kata Ara dengan tangan mengelus perut buncit Aluna. ''Eh...dia nendang.'' kata Ara lagi. ''Ugh rasanya pengen hamil lagi deh.'' sambungnya.


''Ya tinggal hamil aja kak.'' kata Arsyila.


''Huh...maunya, tapi sudah gak di bolehin sama kakak ipar kamu.'' kata Ara. ''Gak tega katanya lihat aku pas lahiran...'' sambungnya lagi.


''Laki-laki atau perempuan kak?'' tanya Dexa.


''Gak tau, soalnya kita sudah sepakat gak mau lihat jenis kelaminnya...biar jadi kejutan.'' jawab Aluna.


''Gimana deg degan gak...tinggal sebentar lagi loh.'' kata Ara.


''Deg degan sih ada mbak, tapi ya mau gimana lagi...di jalanin aja.'' sahut Aluna.

__ADS_1


''Mau normal apa caesar Lun?'' tanya Ara lagi pada mantan pegawainya yang saat ini malah jadi istri adik sepupunya.


''Rencananya mau lahiran normal mbak...'' jawab Aluna.


''Cucu oma yang cantik-cantik ini lagi pada ngomongin apa sih? seru banget kelihatannya.'' kata oma Shanum yang baru saja menghampiri Aluna dan yang lainnya di ruang keluarga.


''Cuma ngobrol biasa aja oma.'' sahut Ara.


''Oma seneng deh lihat para cucu oma pada akur kayak gini...'' kata oma Shanum.


''Memang pernah kita gak akur oma...'' sahut Dexa.


''Enggak sih, cuma kalian jadi jarang kumpul kalau gak ada momen-momen seperti ini.'' sahut oma Shanum.


''Maaf ya oma...kami semua sibuk, omakan tau sendiri kalau kami semuakan ngurus usaha masing-masing.'' ucap Ara.


''Ya...ya...ya oma tau...kalian semua memang terlalu sibuk.'' kata oma Shanum. ''Cuma para orangtua kalian aja yang masih berkumpul di sini setiap akhir pekan.'' sambungnya lagi.


''Huft...kami akan usahain buat sering kesini mengunjungi oma dan opa.'' kata Ara.


''Ya sudah kalian lanjutkan lagi aja ngobrolnya...oma mau kebelakang dulu.'' kata oma Shanum.


''Jadi kena protes deh dari ibu suri.'' kata Dexa begitu oma Shanum pergi.


''Sebenarnya bukan protes kak...tapi lebih mengungkapkan keinginannya.'' sahut Aluna.


''Maksudnya?'' tanya Dexa.


''Oma ingin menghabiskan hari tuannya bersama anak serta cucu dan cicitnya.'' jawab Aluna. ''Walau hanya sekedar ngobrol santai...bercanda bersama...itu sudah lebih dari cukup dari yang oma inginkan.'' sambungannya lagi.


''Kok kamu tau Lun?'' tanya Ara.


''Ya karena oma pernah bilang itu ke aku mbak.'' jawab Aluna. ''Dan itu juga membuat aku serta Arsen merasa bersalah.'' sambungnya.


''Kok...'' beo Ara.


''Hem karena oma mengatakan itu saat aku dan Arsen lagi sibuk-sibuknya ngurus perusahan AHD yang pas baru saja kami ambil alih.'' jawab Aluna. ''Masalah yang banyak...pekerjaan menumpuk membuat kami berdua begitu sibuk hingga untuk sekedar mengobrol serta bercengkrama seusai makan malam pun kami gak ada waktu...sebab kamu harus menyelesaikan pekerjaan dan setelah itu langsung istirahat akibat terlalu lelah.'' sambungnya.


''Ya sudah kalau begitu kita bikin schedule setiap hari sabtu siang sampai sabtu malam kita stay di sini kumpul bareng, karena kalau hari minggu pasti kita ada rencana masing-masingkan.'' kata Ara memberi saran.

__ADS_1


''Hem baiklah...aku setuju.'' sahut Dexa.


__ADS_2