
❤️ Happy Reading ❤️
Setiap pagi hari Shakila sedikit lebih cerah...efek dari sang suami yang setiap malam menghubunginya dan menemaninya sampai pagi meskipun hanya lewat sambungnya panggilan video saja...paling tidak hal itu sudah dapat mengobati sedikit rasa rindu yang di rasakannya.
Makanan pun setiap siang tetap di dikirim ke ruko Shakila atas permintaan dari Axel.
Dan bukan hanya Shakila tapi Axel pun lebih bersemangat mengawali harinya karena setiap malam bisa bersua meski pun tak secara langsung dengan sang istri.
''Kak...pokoknya kerjaan harus selesai hari ini juga.'' kata Axel pada Hanan pagi ini.
''Hah...'' kaget Hanan karena pasalnya kerjaan mereka masih lumayan banyak disana.
''Kita sudah gak bisa di sini lama-lama kak.'' kata Axel. ''Sudah terlalu lama kita ninggalin perusahaan pusat...pasti kerjaan di sana juga bakal numpuk.'' sambungnya lagi. ''Lagian di sini kan tinggal sisanya saja...bisakah kita pantau saja dari sana dan serahin sama Pak Hilman.'' imbuhnya.
Pak Hilman adalah direktur utama atau yang bertanggung jawab di perusahan cabang yang saat ini Axel berada.
''Lagian aku juga sudah kangen istri kak...'' kata Axel dengan lesu.
''Khem...sudah ada yang bucin nih kayaknya.'' goda Hanan.
''Cih malah diledekin.'' kata Axel. ''Ya gak apa-apa dong kangen dan bucin sama istri sendiri ini...'' imbuhnya.
''Ya sudah fix...kita selesaikan pekerjaan kita hati ini dan nanti malam kita balik.'' kata Hanan yang di angguki oleh Axel. ''Aku juga sudah kangen nih sama yayang...'' imbuhnya.
''Ih yayang...yayang...cepet halalin kak...jangan yayang-yayangan mulu...'' cibir Axel.
''Mentang-mentang yang sudah nikah...kasih petuah ni...'' timpal Hanan. ''Tapi jujur ya Ax, aku itu seneng banget kalau kamu bisa cinta dan nerima Shakila...dari pada sama tuh ular berbisa.'' kata Hanan lagi.
''Sudahlah kak...gak usah bahas dia lagi...males aku, bikin badmood aja.'' kata Axel.
''Iya deh maaf...gak maksud.'' ucap Hanan.
Mereka berdua pun kemudian mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing agar cepat selesai. Sudah cukup waktu delapan hari di sana...rasa rindunya pada sang istri sudah tak dapat terbendung lagi untuk waktu yang lebih lama.
...****************...
Seperti biasa...Shakila menunggu telpon Axel sambil memeriksa pekerjaannya...laporan-laporan dari para pegawainya kemudian di lanjutkan dengan membaca novel online atau melihat drakor melalui ponselnya.
__ADS_1
''Nih orang kemana sih?'' gumam Shakila. ''Sudah hampir pukul setengah dua belas malam kok gak telpon.'' imbuhnya dengan mendesah.
Wajar kalau Shakila sedikit kesal tapi juga gelisah, karena biasanya Axel akan menghubunginya pukul sepuluh malam atau paling terlambat pukul setengah sebelas...lah ini sampai jam segitu belum ada tanda-tanda tuh orang menghubunginya.
''Gak tau apa kalau di tungguin telponnya.'' gumamnya lagi.
Shakila kemudian memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di ranjang kemudian tak lupa juga mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur.
Sedangkan yang sedang di tunggu telponnya saat ini sedang menuju ke bandara untuk melakukan penerbangan menuju pulang.
Pukul dua dini hari...Axel baru saja sampai di rumah.
''Untung bawa kunci cadangan.'' gumamnya saat mendapati pintu kamarnya di kunci dari dalam.
Cklek
Di bukanya pintu itu, kemudian dia berjalan perlahan saat melihat kamar yang sudah bercahayakan lampu yang temaram.
''Pasti ketiduran.'' gumamnya sambil geleng-geleng kepala saat mendapati sang istri yang tidur dengan posisi miring dan dengan tangan yang masih memegang ponsel yang menyala...menayangkan sebuah serial drama di sana.
Di ambilnya ponsel itu secara perlahan agar sang empunya tak terusik, lalu di matikan dan di letakkan di nakas.
...****************...
''Nyenyak banget tidurnya.'' kata Axel yang lalu membawa tubuh Nisa kedalam pelukannya.
Tanpa di duga...Shakila malah menduselkan wajahnya untuk mencari tempat ternyaman di pelukan sang suami.
''Eh masih tidur ternyata.'' lirih Axel saat melihat mata Shakila yang masih terpejam, semula dia kira istrinya itu terbangun akibat ulah yang dia buat.
''Kangen tau gak aku itu sama kamu.'' kata Axel sambil menciumi puncak kepala Shakila.
Kemudian dirinya ikut memejamkan mata untuk menyusul sang istri ke alam mimpi.
Dan pagi ini...Axel bangun terlebih dahulu dari Shakila.
Dia memiringkan tubuhnya dan di pandanginya paras cantik itu dan sesekali tampak seulas senyum menghiasi bibirnya dan jangan lupakan sebelah tangannya yang menopang kepalanya sendiri sedangkan yang satunya sesekali mengelus surai kepala serta pipi wanita yang saat ini masih terlelap sambil memeluk tubuhnya.
__ADS_1
''Eugh...'' lenguh Shakila saat tangan Axel yang mengelus pipinya itu mampu mengusik tidurnya yang teramat nyenyak malam tadi.
Di bukanya perlahan kedua matanya...
Hal pertama yang tertangkap oleh netranya adalah wajah tampan sang suami yang memandangnya sambil tersenyum.
Bukannya menyapa tapi Shakila malah menutup matanya kembali.
''Ini pasti karena aku terlalu kangen.'' gumamnya. ''Aduh sampai kebawah mimpi gini.'' gumamnya lagi yang membuat senyum di bibir Axel semakin merekah.
Setelah beberapa detik...Shakila kembali membuka kedua matanya.
Pemandangan yang di lihatnya masih sama...tidak berubah sama sekali.
''Selamat pagi istri...'' sapa Axel.
''Ax...'' lirih Shakila.
''Iya ini aku istri...'' sahut Axel.
''Kamu kok pulang gak kasih kabar?'' tanya Shakila. ''Terus tadi malam sampek jam berapa? Kenapa gak bangunin aku?'' berondongnya dengan pertanyaan yang beruntun.
''Satu-satu dong istri nanyanya.'' kata Axel dengan senyumnya. ''Aku sampai sekitar jam dua'an, terus gak tega buat bangunin kamu yang tidur dengan ponsel yang masih menyala dan memang sengaja gak kasih tau karena niatnya mau kasih kejutan.'' kata Axel menjawab satu per satu pertanyaan dari Shakila. ''Gak kangen nih sama aku?'' tanya Axel.
''Ih kamu goda aku ya...'' kata Shakila yang malu karena pasti tadi Axel sudah mendengar kata-katanya.
''Siapa yang goda.'' sangkal Axel. ''Aku juga kangen banget kok sama kamu.'' ucapnya sambil kembali membawa tubuh Shakila dalam dekapannya.
Setelah beberapa saat berpelukan...Shakila mencoba untuk melepaskan tubuhnya.
''Mau kemana?'' tanya Axel saat menyadari pergerakan sang istri.
''Aku mau bersih-bersih terus turun Ax.'' jawab Shakila. ''Mau bantuin mommy...'' sambungnya.
''Kamu itu memang sosok menantu idaman...tapi aku juga ingin kamu menjadi istri idaman buat aku.'' kata Axel. ''Jadi di sini dulu ya...aku masih kangen dan pengen peluk kamu lebih lama.'' katanya lagi.
''Tapi...'' kata Shakila yang bingung sebenarnya kerena di satu sisi dia tak enak sama ibu mertuanya dan di sisi lain dia juga masih kangen dengan pria yang memeluknya saat ini.
__ADS_1
''Sudah gak apa-apa.'' potong Axel. ''Mommy pasti ngerti kok dan aku harap hari ini kamu gak ke ruko.'' sambungnya. ''Aku mau kamu nemenin aku seharian ini sebagai ganti beberapa hari kemarin.'' imbuhnya yang mau tak mau menyetujui kata Axel.