Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 120


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Begitu banyak limpahan kasih sayang yang Aluna dapatkan dari seluruh keluarga Narendra.


Semua yang di inginkan selalu di dapatkan, bahkan semua keperluan dan kebutuhannya pun selalu di perhatikan.


Tak terasa kini usia kehamilan menantu kelurga Narendra itu sudah menginjak usia hampir tujuh bulan.


Dan hari ini akan di adakan acara peringatan tujuh bulanannya.


Sejak tadi pagi semua sudah sibuk terlebih mommy Shakila.


Dari pagi dirinya sudah membagikan amplop untuk para anak-anak jalanan serta orang yang tak mampu untuk menunjukkan rasa syukur mereka.


Dan malam ini akan di adakan pengajian dengan menghadiri ustadz ternama kenalan opa Arya dan daddy Axel untuk memberikan tausiah serta doa untuk di panjatkan.


Souvernir serta bingkisan untuk para tamu undangan pun sudah di siapkan, semua makanan serta minuman pun sudah tertata dengan rapi.


"Sibuk banget sih mom..." kata Arsyila sambil merangkul sang mommy dari belakang.


"Namanya juga mau ada acara dek." sahut mommy Shakila.


"Tapi jangan capek-capek mom, ingat kesehatan." peringat Arsyila.


"Iya." sahut mommy Shakila. "Kapan kamu mau gantiin mommy buat urus cafe?" tanyanya.


"Itu lagi..." sahut Arsyila.


"Mommykan juga pengen istirahat di rumah dek, menikmati hari tua..." sahut mommy Shakila.


"Memangnya mommy sudah tua?" canda Arsyila.


"Ish kamu." ujar mommy Shakila dengan menepuk tangan sang putri yang masih melingkar di tubuhnya.


"Kenapa gak kak Aluna aja sih mom?" kata Arsyila.


"Bisa di marahin kakak kamu kalau sampai mommy minta Aluna buat urus cafe." kata mommy Shakila.


Mommy Shakila memang pernah membicarakan ini pada keluarganya, kalau Arsyila keberatan mengurus cafe miliknya...maka akan di limpahkan pada Aluna.


Tapi tentu saja semua itu di tentang keras oleh Arsen.

__ADS_1


"Alunakan sibuk sama perusahaannya Syil." kata mommy Shakila lagi. " Kakak kamu juga gak mungkin pegang...karena dia sebentar lagi harus mengambil alih posisi daddy, belum lagi ngurus bisnisnya sendiri.'' sambungnya.


"Ya udah aku yang urus tapi nanti." pasrah Arsyila.


"Tapi mommy kasih kamu waktu hanya sampai Aluna belum lahiran." kata mommy Shakila. "Karena mommy mau fokus urus cucu." imbuhnya lagi.


"Yah mom...itu berarti hanya tinggal beberapa bulan lagi dong..." protes Arsyila.


"Emang." kata mommy Shakila dengan entengnya.


Setelah itu mereka berdua di beri tahu oleh salah satu art bahwa para tamu undangan sudah mulai berdatangan.


Keluarlah Narendra malam ini mengenakan pakaian gamis serta koki dengan warna senada yaitu...warna mocca, yang terlihat begitu sangat elegan.


...****************...


Acara tadi malam berjalan dengan sangat lancar serta aura kebahagiaan begitu terasa dan bertebaran di kediaman Narendra.


"Sayang...kapan kamu mau ambil cuti kerja?" tanya mommy Shakila mengawali obrolan mereka pagi ini sebelum pergi ke panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan.


"Aku belum kepikiran sampai sana mom...kerjaan masih numpuk." jawab Aluna apa adanya.


Apalagi bulan depan keluarga Axel Narendra akan mengadakan acara resepsi pernikahan putri mereka...Arsyila Arsha Narendra dengan tunangannya Abraham Sasongko.


''Aluna cuma takut bosen aja oma kalau kelamaan di rumah.'' kata Aluna mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya.


" Ya sudah terserah kamu, yang penting kamu harus inget gak boleh stres dan gak boleh kecapekan." peringat oma Shanum.


Karena dia juga tau bagaimana rasanya yang biasanya bekerja terus hanya berdiam diri di rumah.


''Terimakasih oma...Oma memang yang terbaik.'' sahut Aluna karena oma dan yang lainnya begitu sangat pengertian.


''Ayo sekarang lebih baik kita langsung berangkat saja...biar gak kena macet di jalan.'' kata oma Shanum mengintruksikan semuanya. ''O iya Kil, bagaimana dengan barang-barang bawaan kita?'' tanya oma Shanum pada sang menantu.


''Sudah mom...semuanya sudah ada di dalam mobil box...tinggal berangkat aja.'' jawab mommy Shakila.


Mommy Shakila dan daddy Axel berangkat dengan menggunakan satu mobil, sedangkan Arsen dan Aluna menggunakan mobil yang berbeda begitu pula dengan Arsyila dan juga Abra.


''Ars...jangan ngebut dan hati-hati bawa mobilnya.'' pesan mommy Shakila sebelum mereka semua masuk kedalam mobil.


''Iya mom.'' jawab Arsen.

__ADS_1


''Kamu juga Bra...ingat bukan depan kalian akan menikah.'' sambung mommy Shakila lagi yang kali ini beralih pada sang calon mantu.


''Iya mom.'' jawab Abra.


...****************...


''Bagiamana...seneng?'' tanya Arsen saat duduk berdua bersama sang istri di kursi yang ada di bawah pohon.


''He'em.'' sahut Aluna tanpa mengalihkan pandangannya. ''Apalagi saat melihat mereka...'' sambungnya yang masih melihat ke arah para anak-anak yang sibuk membuka hadiah yang di berikan oleh keluarga Narendra tadi. ''Tertawa...bahagia...tanpa beban.'' imbuhnya.


''Bagaimana rasanya setelah menikah denganku?'' tanya Arsen.


''Aku bahagia...dan aku juga bersyukur bisa masuk kedalam keluarga yang begitu baik serta penuh dengan kasih sayang.'' jawab Aluna. ''Pernikahan yang berawal dari sebuah accident tapi nyatanya tak berakhir buruk dan semenakutkan seperti yang ada di dalam bayangan.'' ujarnya. ''Terimakasih karena kamu telah hadir memberikanku cinta, kasih sayang serta kehangatan sebuah keluarga yang sudah lama tak aku rasakan.'' ucapnya dengan mata yang sudah beralih menatap ke arah Arsen.


Cup


''Aku juga berterimakasih karena kamu sudah hadir dalam hidupku meski tanpa di sengaja dan juga terimakasih karena sudah memberikan hadiah spesial.'' kata Arsen setelah mengecup sekilas bibir sang istri. ''Seorang malaikat kecil.'' sambungnya dengan salah satu tangan yang mengelus perut sang istri yang sudah membuncit.


Dug


''Woi...mesra-mesraan terus.'' seru Arsyila setelah melempar bola yang mengenai kaki Arsen.


''Ck...sirik, bilang aja kalau pengen.'' decak Arsen. ''Tapi sayang belum halal ya...'' ledek Arsen yang membuat Arsyila memutar kedua bola matanya dengan malas.


''Main bola berani gak?'' tantang Arsyila. ''Lawan Abra.'' sambungnya lagi.


''Oke...siapa takut.'' sahut Arsen. ''Kamu tetap di sini dan jangan kemana-mana...'' peringatnya pada wanita yang telah mengandung anaknya itu dan tak lupa Arsen kembali memberikan kecupan di kening serta bibir Aluna.


''He'em.'' sahut Aluna.


''Siapa nih yang jadi wasit?'' tanya Arsen begitu sudah berjalan mendekat ke arah orang yang telah menantangnya.


''Daddy aja.'' sahut daddy Axel yang baru keluar dan mendengar perkataan anak-anaknya.


''Dan kamu...sana temani istriku.'' tunjuknya pada Arsyila.


Arsen dan Abram bertanding sepak bola dengan beberapa anak panti yang menjadi anggota tim mereka, dan untungnya hari ini cuaca begitu mendukung...karena tak terlalu terik.


''Ayo sayang...kalahkan kak Arsen.'' seru Arsyila pada sang kekasih.


''Sayang...semangat...aku yakin kamu pasti menang.'' seru Aluna tak mau kalah.

__ADS_1


__ADS_2