
❤️ Happy Reading ❤️
''Terus maunya di mana?'' tanya Arsen lagi.
''Terserah tapi yang terpenting jangan di restoran.'' jawab Aluna.
Arsen kemudian kembali melajukan mobilnya hingga berhenti di sebuah warung makan tenda yang menjual berbagai olahan, ada pecel lele, pecel ayam, bebek goreng, dan lain-lain.
''Ayok.'' ajak Arsen dan mereka berdua pun langsung turun serta masuk ke dalam warung.
''Permisi.'' ucap Arsen.
''Loh mas Arsen...sudah lama gak kelihatan.'' sapa bapak pemilik tenda makan.
''Iya pak, lagi banyak kerjaan.'' jawab Arsen.
''Tuan dan nyonya besar gimana kabarnya?'' tanyanya lagi. ''Terus kabar mbak Syila gimana?'' sambungnya masih dengan pertanyaan.
''Semuanya baik pak.'' jawab Arsen.
''Siapa pak?'' seru seorang wanita dari arah dimana dapur berada.
''Ini loh bu' ada mas Arsen.'' jawabnya.
''Owalah mas Arsen...gimana kabarnya?'' tanya sang istri.
''Baik bu'.'' jawab Arsen.
''Mas Arsen sudah lama gak kelihatan, begitu datang langsung bawa gandengan.'' kata si ibu yang melihat ke arah Aluna.
''Oh iya pak bu', ini kenalin Aluna...calon istri saya.'' sahut Arsen memperkenalkan Aluna kepada pasangan paruh baya itu.
''His di ajak ngobrol aja...'' kata si bapak. ''Ayo mas calon istrinya di ajak duduk...terus mau pesan apa?'' katanya lagi.
''Kamu mau makan apa?'' tanya Arsen. ''Tuh menunya.'' sambungnya lagi sambil menunjuk ke arah papan menu yang di buat seperti poster.
''Emm aku mau pecel ayam sama minumnya es jeruk.'' kata Aluna.
''Sudah itu aja?'' tanya Arsen dan di angguki oleh Aluna.
Dirinya cukup tau diri, entah itu makanan bayar sendiri ataupun di bayar oleh Arsen...dia tak mau memesan yang berlebihan yang ujung-ujungnya akan jadi mubazir jika tak di habiskan, jadi dia lebih memilih memesan secukupnya saja.
__ADS_1
''Jadi pecel ayamnya dua, terus sama cah kangkung satu sama es jeruknya juga dua ya pak.'' kata Arsen.
''Baik mas...silahkan di tunggu.'' kata si bapak.
Arsen dan Aluna pun langsung berjalan menuju ke arah tempat duduk yang kosong.
Mereka memiliki duduk di tempat yang paling pojok.
''Kamu sering kesini? kok kelihatannya akrab banget.'' tanya Aluna begitu penasarannya dengan interaksi mereka tadi.
''Hem...bukan hanya aku tapi keluarga aku juga sering ke sini.'' jawab Arsen. ''Oma, opa, mommy, daddy juga Syila.'' sambungnya. ''Kalai sudah malam dan malas makan di resto ya pasti ujungnya lari ke sini.'' imbuhnya. ''Pemilik warung ini yang laki-laki dulunya tu bagian keamanan rumah dan yang wanita dulu juga bekerja sebagai art di rumah.'' ceritanya.
''Oh pantes kok kayaknya kenal banget.'' sahut Aluna.
''Pelan-pelan dong makannya...gak akan ada yang minta kok.'' kata Arsen saat mereka sudah menikmati makanan yang mereka pesan. ''Sampai belepotan gini.'' ujarnya dengan mengambil sisa nasi yang ada di ujung mulut Aluna.
Deg
''Terimakasih.'' ucap Aluna. ''Habis makannya enak seperti yang kamu bilang.'' sambungnya lagi untuk menghilangkan rasa gugupnya.
''Kenapa tadi belum makan? padahal sudah lewat jam makan malam.'' tanya Arsen.
''Lain kali gak boleh gitu lagi.'' kata Arsen. ''Kamu harus makan.'' imbuhnya lagi.
''I...iya.'' jawab Aluna.
...****************...
''Terimakasih ya untuk teraktirannya malam ini.'' ucap Aluna
''Mau sampai berapa kali kamu ucapin terimakasih.'' kata Arsen. ''Sudah sana masuk dan jangan lupa pintu sama jendela di kunci.'' katanya mengingatkan. ''Dan jangan buka pintu lagi kalau ada yang ketuk atau panggil, karena ini sudah malam.'' sambungnya.
''Iya, bawel.'' kata Aluna.
''Aku pulang ya.'' pamit Arsen.
''Hati-hati...jangan ngebut.'' pesan Aluna.
''Iya calon istri.'' kata Arsen.
Begitu mobil Arsen pergi, Aluna langsung masuk kedalam kontrakan.
__ADS_1
Dirinya mulai mengeluarkan satu persatu barang yang tadi di beli Arsen ketika mereka sudah pulang dari makan.
Arsen membawanya masuk ke dalam mini market yang mereka lewati dengan dalih ada sesuatu yang ingin dirinya beli, padahal dia membeli beberapa barang kebutuhan untuk Aluna.
Mulai dari telur, sarden kaleng, sosis, bakso kemasan, roti tawar, biskuit, susu, bahkan bumbu sama minyak goreng juga perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, pasta gigi dan ada juga ditergen cair dan sabun cuci piring sekalian...bener-bener sesuatu memang tuan muda yang satu ini.
Setelah dari mini market, Arsen juga membelokkan mobilnya ke arah pedagang buah dan membeli berbagai macam buah.
Ada semangka, melon, anggur, apel, jeruk, alpukat juga pir yang dia beli.
''Baru kali ini kulkasku bener-bener penuh dengan isi...biasanya cuma ada air putih aja.'' kata Aluna saat selesai menata semuanya. ''Bahkan saat ini ada sirup juga.'' sambungnya.
Kulkas Aluna adalah tipe kulkas satu pintu, jadi maklum kalau di isi segitu sudah terlihat penuh.
''Eh ini apa...'' kata Aluna saat hendak menata perlengkapan mandi dan cucinya. ''Kok ada amplop di sini...amplop apa ya...'' katanya lagi.
''Uang.'' kaget Aluna saat melihat isinya uang pecahan seratusan ribu berjumlah lumayan banyak. ''Satu...dua...tiga...empat...'' Aluna mulai menghitungnya. ''Hah ada dua juta...tapi ini uangnya siapa.'' kata Aluna lagi. ''Arsen...ya aku harus tanya Arsen...ini pasti dari dia.'' katanya lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang.
Tut..Tut...Tut...
📞''Halo...Arsen.'' kata Aluna begitu panggilan terhubung.
📞''Kenapa...sudah kangen nih sama aku.'' goda Arsen. ''Baru juga di tinggal.'' imbuhnya. ''Atau kamu mau aku balik lagi kesana...mumpung aku belum sampai rumah nih.'' selorohnya lagi.
📞''Apaan sih...pede amat.'' sahut Aluna. ''Ini aku mau nanya kamukan yang naruh uang di amplop? di dalam plastik perlengkapan mandi.'' tanya Aluna.
📞''Iya itu memang aku.'' kata Arsen yang sebenarnya tanpa mengelak.
📞''Buat apa Ars? kamu kan sudah belanjain kebutuhan aku...banyak banget.'' kata Aluna yang merasa tak enak hati.
📞''Itu untuk kamu belanja sayur setiap hari sebelum kita menikah.'' jawab Arsen dengan entengnya.
'📞'Aku masih bisa beli sendiri Ars.'' kata Aluna. ''Besok kamu kesini dan bawa pulang uang kamu lagi.'' katanya. ''Aku gak mau di kasihani oleh siapa pun...termasuk kamu Ars.'' sambungnya.
📞''Aluna...tolong please...aku mohon jangan tolak pemberian aku, aku itu sama sekali gak mengkasihani kamu.'' kata Arsen. ''Anggap saja aku sedang latihan menjadi suami yang baik untuk kamu.'' bujuknya. ''Tolong di terima ya...tolong.'' ucap Arsen yang terdengar sangat tulus.
📞''Huft iya ini aku terima tapi aku gak mau kemana lakuin ini lagi kalau kita belum resmi menikah.'' kata Aluna.
📞''Iya aku janji hanya kali ini saja.'' jawab Arsen.
📞''Ya sudah aku tutup dulu telponnya.'' kata Aluna yang kemudian panggilan pun terputus.
__ADS_1