
❤️ Happy Reading ❤️
Siang ini di ruangan sang pemimpin perusahaan yang biasanya dingin dan sepi berubah menjadi panas dan berisik oleh decapan serta ******* dari kegiatan yang pemilih ruangan.
Untung saja pintu ruangan sudah di kunci setelah kepergok Hanan tadi, peredam suara pun sudah di aktifkan...kalau tidak..hem...pasti sang sekretaris yang ada di luar ruangan akan bergidik ngeri dan menghayal yang melanglang buana jika mendengarkannya.
Dan CCTV pun hanya pemilik ruangan yang bisa mengaksesnya, jadi para karyawan yang bertugas memantau cctv tak akan melihatnya.
Bahkan kegiatan mereka pun saat ini sudah berpindah ke kamar pribadi sang Presdir.
Ya Axel memang sudah resmi menjadi seorang Presdir semenjak hubungannya yang putus di ketahui oleh sang daddy, dan tentu saja daddy Arya sudah memastikan kalau Axel mulai membuka hatinya untuk Shakila...menantunya.
Kembali lagi ke kegiatan panas yang berlangsung dalam durasi yang cukup lama itu, Axel benar-benar sudah di buat kecanduan dengan tubuh istrinya saat ini sehingga ingin selalu ingin mengulangi kegiatan mereka lagi dan lagi.
Bahkan kata-kata cinta selalu terucap dari bibirnya di sela-sela kegiatan panas mereka ataupun di akhir kegiatan.
Dua jam berlalu membuat tubuh Shakila yang terus di gempur menjadi lemah tak berdaya sehingga membuatnya terlelap begitu saja di akhir sesi percintaan.
Sedangkan si pemangsa lebih milih untuk membersihkan tubuhnya dan mulai aktivitasnya kembalian.
Walau bagaimana pun banyak pekerjaan yang menunggunya dan akan terus menumpuk jika dia tak mencicil untuk menyelesaikannya.
Untung saja tadi art di rumah membawakan mereka dua stel pakaian yang memang di bawa oleh Shakila saat ke perusahaan, mengingat nanti mereka tak akan kembali ke hotel melainkan pulang ke rumah.
...****************...
Tok
Tok
Tok
Kali ini Hanan mengetuk pintu terlebih dahulu, dirinya tak mau kepergok melihat adegan seperti sebelumnya.
''Masuk.'' seru Axel yang memang sudah membuka kunci pintu dengan remote yang tersimpan di laci meja kerjanya.
Cklek
__ADS_1
''Lain kali kalau mau mesra-mesraan lihat tempat dong Ax.'' kata Hanan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Axel.
''Siapa suruh main nyelonong masuk aja...sudah tau aku bawa istri hari ini.'' kata Axel dengan mata yang masih berpusat pada tumpukan kertas di depannya.
''Ya habis pintunya gak di kunci.'' kilah Hanan.
''Lain kali kalau mau masuk ke ruangan orang itu ketuk pintu dulu.'' kata Axel tak mau kalah.
''Iya maaf aku lupa...habisnya sudah kebiasaan.'' sahut Hanan.
''Kebiasaan buruk.'' celetuk Axel. ''Cari apa kak?'' tanya Axel saat melihat Hanan seperti mencari sesuatu.
''Kila mana Ax?'' tanya Hanan.
''Di kamar lagi tidur.'' jawab Axel yang membuat Hanan mengernyitkan dahinya.
''Tidur...jam segini...'' mungkin itulah yang ada di banyak Hanan saat ini.
''Hayoloh habis kamu apain...'' godanya saat baru menyadari bahwa pakaian Axel pun sudah berganti.
''Makanya buruan nikah...biar tau ngapain.'' sahut Axel. ''Ngapain kakak ke ruangan aku?'' tanya Axel.
''Aku periksa dulu...nanti aku panggil kak Hanan kalau sudah selesai aku tanda tangani.'' kata Axel.
''Ya udah kalau gitu aku balik keruangan aku dulu.'' pamit Hanan.
''Eh kak.'' panggil Axel saat Hanan sudah memegang handle pintu. ''Tolong sekalian panggilin sekretaris aku buat ke sini.'' pintanya.
''Oke.'' sahut Hanan.
...****************...
Shakila menggeliat dalam tidurnya dengan tangan yang sudah meraba-raba di sisi kanan dan kirinya, tapi ternyata yang dia cari tak di temukan di sana sehingga memaksa dirinya untuk membuat mata.
''Dimana Axel?'' gumam Shakila. ''Aduh badanku rasanya seperti remuk semua.'' keluhnya dengan tangan seperti memijat tengkuk juga lengan dan berlatih juga ke pinggangnya.
''Sebaiknya aku mandi dulu agar lebih enakan.'' gumamnya lagi saat merasakan tubuhnya yang juga sudah sangat lengket.
__ADS_1
Shakila sedikit tercengang saat masuk ke kamar mandi pribadi milik suaminya, tidak lain dan tidak bukan karena fasilitas yang ada di dalamnya terbilang cukup lengkap.
Shakila memutuskan untuk merendam tubuhnya dengan air hangat di bathtub untuk beberapa saat, paling tidak itu bisa mengurangi sedikit rasa lelah di tubuhnya.
Tak membutuhkan waktu yang terlalu lama, cukup 40 menit Shakila selesai dengan segala kegiatannya dan keluar dari kamar.
''Sayang...'' panggil Shakila yang lebih terdengar seperti sebuah rengekan manja.
''Sayang, sini...'' kata Axel menyahut penggilan sang istri. ''Kenapa mukanya di tekuk gitu? ada apa, hem?'' tanya Axel saat Shakila sudah duduk di pangkuannya dan jangan lupakan tangan yang sudah melingkar di leher Axel.
''Aku lapar...'' keluh Shakila. ''Karena kamu memakanku tanpa ampun...'' sambungnya lagi dengan nada manja.
Dan Axel menikmatinya, karena baru ini setelah sekian lama menikah...istrinya mau mengeluh dan bermanja padanya.
''Pantas saja kamu lapar sayang, ini memang sudah jam makan siang.'' kata Axel begitu melihat jam yang tergantung di salah satu sisi dinding ruangnya. ''Sebentar...aku hubungi sekretaris aku dulu buat order makanan untuk kita.'' kata Axel lagi.
''Hah lama...'' keluh Shakila.
''Apa kita keluar aja cari makan?'' tanya Axel.
''Males... masih lemes.'' jawab Shakila.
''Terus maunya gimana?'' tanya Axel yang selalu sabar menghadapi istrinya yang sedang manja itu.
''Ya udah deh order aja...tapi bilang jangan lama-lama.'' putus Shakila dengan bibir yang sudah mengerucut.
Cup
''Terus aja di buat gitu bibirnya.'' kata Axel setelah mengecup bibir sang istri. ''Karena kalau kayak gitu bikin aku tambah gemas dan ingin selalu melahapnya.'' sambungnya lagi.
''Sudah ah...aku mau makan dessert box titipan mommy dulu.'' kata Shakila yang memutuskan untuk turun dari pangkuan suaminya dari pada di goda terus dan akan kembali berakhir di ranjang lagi.
''Untung saja tadi aku masukin ke lemari pendingin..., paling tidak bisa untuk mengganjal perut ku agar tak terus kelaparan.'' gumam Shakila yang membuat bibir Axel tersenyum karena masih bisa di dengarnya.
Axel kembali lagi mengerjakan pekerjaannya sedangkan Shakila saat ini sudah duduk manis di sofa sambil memakan dessert box miliknya.
Oh mommy mertuanya itu sungguh sangat pengertian sekali, betapa beruntungnya dia bisa masuk kedalam keluarga tersebut.
__ADS_1
Mungkin inilah yang di sebut ada hikmah di balik musibah, atau akan ada pelangi setelah hujan.
Setelah semua kesendihan yang dia alami...mulai dari meninggalnya sang ibu sejak dirinya kecil, terus meninggalnya sang ayah secara mendadak, di tambah lagi dengan pernikahan yang harus dia lakoni karena sebuah perjodohan yang membuatnya dulu sering meratapi nasib...tapi semua itu sudah berangsur berubah dengan berjalan seiringnya waktu, sedikit demi sedikit kebahagiaan telah ia rasakan.