Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 114


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sepulang dari makam, Arsen tak membawa Aluna untuk pulang.


''Loh Ars...inikan bukan jalan pulang.'' kata Aluna.


''Memang.'' jawabnya. ''Lagian aku juga gak bilang kan kalau kita akan pulang.'' sambungannya lagi.


''Terus kita mau kemana?'' tanya Aluna.


''Nanti kamu juga tau.'' jawab Arsen yang sok misterius. ''Kalau kamu ngantuk, tidur aja...nanti kalau kita sudah sampai aku bangunin.'' kata Arsen yang melihat Aluna menguap beberapa kali.


Dan bener saja, tak membutuhkan waktu yang lama Aluna sudah memejamkan kedua matanya untuk menyelam ke alam mimpi.


...****************...


''Sela....''


''Shutt...'' kata Arsen memberi isyarat agar mereka tak berisik. ''Sudah siap semua?'' tanya Arsen dengan lirih.


''Iya tuan muda.'' jawab mereka.


Arsen lalu melangkahkan kakinya kembali sambil menggendong Aluna ala bridal style.


''Dasar kebo...'' lirih Arsen sambil tersenyum menatap Aluna.


Setelah menempuh perjalan jalur udara selama satu setengah jam, akhirnya mereka mendarat juga.


Perjalanan pun di lanjutkan kembali dengan menggunakan kendaraan darat.


Tak membutuhkan waktu yang lama, kendaraan itu membawa Arsen dan Aluna ke tempat tujuan, oh jangan lupakan juga Diki yang juga ikut serta bersama mereka.


...****************...


''Eugh...'' lenguh Aluna yang kemudian mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


''Dimana ini?'' gumam Aluna yang merasa sangat asing setelah bangun dari tidurnya.


Cklek


''Kamu sudah bangun sayang?'' tanya Arsen yang baru saja keluar dari kamar mandi seusai membersihkan tubuhnya dan malah mendapati sang istri yang terlihat bingung.


''Ars, ini dimana?'' tanya Aluna.


''Kita ada di hotel sayang.'' jawab Arsen melangkah mendekat ke arah ranjang...dimana Aluna berada.


''Hotel? kenapa gak pulang aja Ars?'' tanya Aluna.

__ADS_1


''Pulang? itu gak mungkin sayang.'' sahut Arsen.


''Kenapa gak mungkin?'' tanya Aluna.


''Hem...kamu gak nanya saat ini kita ada di hotel mana?'' tanya Arsen.


''Memangnya di mana?'' tanya Aluna.


''Kita ada di salah satu cabang hotel AN grup yang ada di Yogyakarta.'' jawab Arsen.


''Oh ada di Yogya.'' beo Aluna yang masih belum sadar. ''Hah...apa...coba ulangi lagi Ars kita ada dimana.'' pinta Aluna.


''Kita saat ini ada di Yogyakarta.'' jawab Arsen dengan kedua tangan yang menangkup wajah Aluna.


''Serius?'' tanya Aluna yang masih belum percaya.


Gimana mau langsung percaya...seingatnya tadi dia tidur di mobil, eh bangun-bangun ada di hotel yang katanya ada di Yogyakarta.


''Dua rius malah.'' sahut Arsen. ''Kenapa kamu masih belum percaya?'' tanya Arsen. ''Makanya kalau tidur itu jangan kaya kebo...'' ujarnya yang bermaksud bercandaan.


''Ih Arsen.'' seru Aluna.


''Hehehe canda sayang.'' kata Arsen.


Kruyuk...kruyuk...


''Mandi sana gih, terus kita makan.'' kata Arsen.


''Pakainku...'' kata Aluna.


''Tu...ada di koper.'' jawab Arsen.


''Jadi kamu sudah nyiapin ini semua?'' tanya Aluna.


''Iya.'' jawab Arsen. ''Aku ada kerjaan di sini...jadi sekalian aja aku ajak kamu.'' katanya. ''Hitung-hitung sambil bulan madu.'' sambungnya. ''Selama menikahkan kita sama sekali belum bulan madu...siapa tau saja pulang dari sini, kita dapat kado spesial.'' imbuhnya.


''Kado apa?'' tanya Aluna.


''Baby...di sini.'' jawab Arsen sambil mengelus perut rata sang istri.


''Kamu beneran sudah pengen punya anak?'' tanya Aluna.


''Kalau aku jawab belum atau tidak...itu bohong banget.'' jawab Arsen dengan jujur. ''Tapi aku juga gak mau maksa kamu...aku nunggu sesiapnya kamu saja.'' katanya lagi. ''Karena yang bakal menjalani itu semua, selama sembilan sepuluh hari adalah kamu...yang akan berjuang juga kamu.'' tuturnya.


''Aku sudah siap dari semenjak awal kita menikah.'' jawab Aluna. ''Tau sendiri kita menikahkan karena insiden.'' sambungnya. ''Dan aku juga sama sekali tak pernah menundanya...tapi mungkin yang di Atas ingin kita saling mengenal dulu...saling mencintai dulu...pacaran dulu...baru setelah itu ada dia di sini.'' kata Aluna dengan menyentuh perutnya sendiri di akhir kalimat.


''Iya kamu benar.'' jawab Arsen. ''Sudah sana mandi.'' katanya lagi.

__ADS_1


''Siap pak bos.'' sahut Aluna yang membuat Arsen tergelak.


...****************...


''Mau jalan keluar sebentar atau di kamar aja?'' tanya Arsen seusai mereka makan malam.


''Eh...dikamar aja dulu deh, besok baru jalan.'' kata Aluna.


''Em tapi maaf besok aku ada kerjaan dari pagi...mungkin sore baru selesai.'' sahut Arsen.


''Gak apa-apa, kita jalan setelah kamu selesai kerja aja.'' jawab Aluna. ''Kita di sini berapa hari?'' tanyanya.


''Satu minggu.'' jawab Arsen. ''Tapi mungkin beberapa hari ini aku akan sangat sibuk di sini.'' katanya lagi. ''Karena aku akan mengusahakan agar kerjaan aku cepet kelar...sehingga kita ada waktu beberapa hari buat jalan-jalan.'' terangnya.


''Hem santai aja Ars...fokus aja dulu sama kerjaan kamu, aku bisa ngerti kok.'' kata Aluna.


''Terimakasih sayang...kamu memang istri aku yang sangat pengertian.'' kata Arsen dengan memeluk tubuh Aluna.


''Tentu saja suami terbaik aku.'' sahut Aluna. ''O iya mommy dan yang lainnya tau kalau kita pergi?'' tanya Aluna.


''Tau....bahkan sudah tau dari beberapa hari yang lalu.'' jawab Arsen.


''Jadi hanya aku aja nih yang agak tau?'' kata Aluna dengan bibir yang sudah mengerucut.


''Kan kejutan sayang.'' kata Arsen.


''Terus perusahan aku gimana Ars?'' tanya Aluna.


''Ada Loli dan Yongki yang bisa handle, juga ada pak Tomi di sana...jadi gak usah khawatir.'' jawab Arsen.


''Memang gak apa-apa kalau aku tinggal di sini seminggu?'' tanya Aluna lagi.


Maklum pemimpin perusahan yang masih baru jadi wajar kalau khawatir berlebihan saat meninggalkan perusahannya.


''Gak apa-apa dan kamu gak perlu khawatir atau cemas.'' jawab Arsen. ''Mereka adalah orang-orang yang bisa di percaya serta bisa di andalkan, dan jangan lupakan ayah mertuamu itu...beliau pasti akan ikut mengawasinya.'' kata Arsen lagi. ''Sudah sekarang lebih baik kita tidur.'' ajak Arsen.


''Tidur...'' kata Aluna dengan dahi yang mengernyit. ''Aku belum lama bangun Ars, jadi aku belum ngantuk...masa di suruh tidur lagi.'' protes Aluna.


''Em baiklah kalau gitu...lebih baik sekarang kita olahraga dulu.'' kata Arsen yang langsung menggendong Aluna ala bridal style.


''Ars.'' pekik Aluna karena kaget dengan tindakan Arsen yang tiba-tiba.


Arsen membawa tubuh sang istri menuju ke arah ranjang yang akan menjadi tempat peraduan mereka selama di Yogyakarta.


Meletakkan dengan sangat hati-hati bak sebuah hiasan porselen mahal dan mudah pecah.


Mereka berdua pada akhirnya melakukan aktivitas yang membuat peluh mereka menetes, serta menghasilkan des-ahan yang menggema ke seluruh penjuru kamar hotel, dan suara rin-tihan kenikmatan yang luar biasa.

__ADS_1


Mereka sama-sama berusaha agar bisa menghasilkan generasi penerus keluarga Narendra selanjutnya.


__ADS_2