
❤️ Happy Reading ❤️
Setiap hari ada-ada saja pemintaan yang terlontar dari mulut ibu hamil keluarga Narendra itu, bahkan tak hanya suaminya saja melainkan semuanya terkena imbas dari ngidamnya.
''Kok gak di makan sarapannya sayang?'' tanya Axel pagi ini. ''Apa kamu gak suka sama makanannya? mau dimasakin yang lain?'' tanyanya lagi saat sang istri hanya diam saja tanpa menyentuh makanannya namun Shakila hanya merespon dengan gelengan kepalanya saja.
''Ada apa sayang?'' tanya mommy Shanum yang masih melihat Shakila diam membisu. ''Ayo katakan...gak usah takut.'' sambungnya lagi.
''Aku...emmm...'' lirih Shakila.
''Ada apa hem?'' tanya Axel lagi.
''Aku mau makan, tapi...'' kata Shakila yang menjeda ucapannya sejenak. ''Aku mau di suapi sama daddy.'' cicitnya.
Uhuk...uhuk...
Orang yang di sebut pun tersedak jadinya setelah mendengar penuturan bumil tersebut.
''Sama aku saja ya sayang...'' tawar Axel namun lagi-lagi Shakila menggelengkan kepalanya.
''Huft...sini.'' kata daddy Arya yang akhirnya buka suara.
Axel berdiri dari duduknya, sehingga Shakila bisa beralih duduk di kursi Axel tadi.
Daddy Arya lalu meraih piring milik Shakila agar lebih dekat dengannya.
''Hem rupanya cucu kita lagi ingin di manja sama opanya.'' kata mommy Shanum.
''Ada apa sayang?'' tanya daddy Arya saat ingin menyuapi makanan yang kesekian kali, malah melihat mantunya itu meneteskan air mata sambil menatap ke arahnya.
''Ah gak apa-apa dad.'' ucap Shakila lagi buru-buru menyeka air matanya.
Axel yang langsung menatap kearah Shakila begitu mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut daddynya.
''Kenapa, hem?'' tanya Axel sambil mengelus rambut Shakila.
''Aku cuma ke inget ayah aja.'' lirih Shakila.
Sosok laki-laki yang paling berharga dalam hidupnya, sosok yang dengan begitu sabar serta penuh perhatian merawatnya dari kecil hingga dewasa terlebih ketika sang ibu telah tiada, sosok cinta pertamanya...pahlawan dalam hidupnya, yang saat ini hanya bisa di kenang karena telah pergi untuk selamanya.
Deg
Ada perasaan bersalah yang menyeruak dalam hati mommy Shanum, andai saja semua itu tak terjadi...pasti saat ini Shakila masih bersama dengan ayahnya.
''Maafkan mommy sayang...'' lirih mommy Shanum yang membuat Shakila langsung menoleh ke arahnya. ''Mungkin kalau waktu itu ayahmu tak menolong mommy...'' lirihnya lagi.
''Gak mom, itu bukan salah mommy jadi mommy tak harus minta maaf.'' sahut Shakila. ''Tapi ini adalah takdir...kita tak akan tau apa yang akan terjadi pada kita kedepannya, jadi Shakila gak mau denger lagi mommy nyalahin diri mommy sendiri.'' sambung Shakila. ''Lagian itu juga sudah menjadi pilihan ayah buat menolong mommy.'' imbuhnya lagi.
__ADS_1
''Ayahmu adalah orang yang baik sayang.'' tutur mommy Shanum.
''Sayang...kamu bisa anggap daddy seperti ayahmu sendiri...'' kata daddy Arya.
''Apa Shakila boleh peluk daddy?'' tanyanya dengan ragu-ragu.
''Tentu saja sayang...karena kamu juga putriku.'' kata daddy Arya yang kemudian membuat Shakila langsung memeluknya hingga beberapa saat.
''Kamu kangen ayah?'' tanya Axel dan di angguki oleh Shakila ketika pelukannya dan daddy Arya telah terlepas. ''Gimana kalau nanti sore kita pergi ke makam ayah, mau?'' usul Axel.
''Iya aku mau, lagian kita juga sudah lama tak pergi berziarah ke sana.'' jawab Shakila.
''He'em...sekaligus kita akan memberi tau ayah dan ibumu bahwa sebentar lagi mereka akan memiliki cucu dari putri tercintanya ini.'' kata Axel sambil mengelus surai kepala sang istri.
''Mau di lanjut lagi gak nih makannya?'' tanya daddy Arya untuk mengalihkan suasana agar tak terlalu sedih lagi.
''He'em.'' jawab Shakila dengan menganggukkan kepalanya.
...****************...
Setelah Axel berangkat ke kantor, adik iparnya pun datang dan di susul dengan kehadiran kakek iparnya.
Hari-hari Shakila benar-benar tak merasa bosan apalagi kesepian karena kehadiran mereka setiap hari di rumah.
Shakila juga sudah mulai membuat bumbu-bumbu untuk berbagai olahannya di ruko, tentu saja dengan di bantu oleh para art dan akan di antarkan oleh salah satu supir keluarga Narendra.
''Xa...'' panggil Shakila tanpa mengalihkan tatapan matanya pada ponsel.
''Hem.'' sahut Alexa.
''Iah lihat sini...'' kata Shakila.
''Apa sih kak?'' tanya Alexa.
''Lihat ini...'' tunjuk Shakila.
''Oh asinan Bogor.'' kata Alexa.
''He'em...kayaknya enak deh Xa, di makan panas-panas gini...'' kata Shakila dengan membayangkan saja sudah membuatnya ngiler.
''Enak sih kak.'' jawab Alexa. ''Kalau kakak pengen...tinggal order aja, sekalian aku juga mau.'' kata Alexa lagi.
''Aku pengen tapi gak mau order.'' jawab Shakila yang membuat Alexa, Kinara juga mommy Shanum menatap ke arahnya. ''Aku maunya kamu yang buat...'' imbuhnya lagi.
Gubrak
__ADS_1
Alexa sampai kaget di buatnya, dia mana bisa bikin asinan Bogor...dulu saja waktu di suruh mommy Shanum buat belajar masak, di dianya ogah-ogahan.
''Aku gak bisa buatnya kak.'' kata Alexa.
''Biar mommy atau art aja yang buatin ya sayang...'' bujuk mommy Shanum namun Shakila menggelengkan kepalanya.
''Ayolah Xa, turutin aja...kasihan si bumil.'' kata Kinara.
''Hem baiklah, tapi kalau gak enak jangan salahin aku ya...'' kata Alexa yang di sambut dengan bahagia oleh Shakila.
Ke empat wanita itu pun akhirnya pergi ke dapur dengan anak-anak yang di tunggu serta di awasi oleh kepala pelayan bersama beberapa art.
Alexa mulai mengambil beberapa bahan dengan berbekal video dari sebuah channel y*****e.
Satu persatu mulai di persiapkan hingga setelah menunggu beberapa saat jadilah asinan Bogor yang perdana di buat oleh putri satu-satunya keluarga Narendra sekaligus menantu keluarga Argana.
''Bagaimana rasanya kak?'' tanya Alexa harap-harap cemas.
''Enak.'' jawab Shakila yang terua menyuapkan ke mulutnya.
''Masa sih...kok aku gak percaya.'' celetuk Kinara.
''Sama kak, aku juga gak yakin dengan rasanya.'' sambung Alexa, padahal dirinya sendiri yang membuat.
''Mommy jadi pengen nyicip.'' kata mommy Shanum yang telah mengambil sendok dan mangkuk kecil untuknya.
Hap
Sedetik...dua detik tak ada respon dari mommy Shanum yang membuat Alexa dan Kinara semakin penasaran.
Mommynya itu tak memuntahkan, tapi juga tak menyuapkannya kembali.
Hap
Hap
Kinara dan Alexa mengikuti jejak mommy Shanum juga Shakila...namun...
''Hah...ini sungguh tak enak.'' kata Kinara.
''Bener...ini gak layak makan kak.'' sambung Alexa. ''Sini kak, jangan di makan lagi...lebih baik kita order atau aku bikini yang baru saja.'' kata Alexa dengan berusaha mengambil mangkuk yang ada di tangan Shakila.
''Apa sih...ini enak kok, aku masih mau makan lagi.'' kata Shakila masih mempertahankan mangkuknya.
''Aduh gak usah ya kak...aku bikin baru saja ya...'' bujuk Alexa lagi.
Aduh apa jadinya dirinya nanti jika sang kakak sampai tau kalau istrinya memakan makanan yang gak layak makan dan semua itu adalah buatan dirinya.
__ADS_1
''Gak mau...aku mau ini.'' kekeh Shakila yang hanya bisa membuat ketiga wanita lainnya menghela nafasnya saja.