Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 105


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seperti permintaan Aluna, acara ijab qobul di laksanakan di ruangan tertutup.


Di sana hanya di hadiri pihak dari petugas KUA serta wali nikah yang di wakili olah seorang ustadz ternama kenalan baik keluarga Narendra.


Sedangkan untuk saksi ada Hanan dan juga Diki, dua orang kepercayaan daddy Axel dan Arsen.


Mereka tak ingin memasukkan orang lain dalam ruangan tersebut, karena tak ingin rahasia Aluna terkuak dan menjadi konsumsi publik.


Dari pihak keluarga sendiri ada mommy Shakila, daddy Axel serta oma Shanum, opa Arya juga Arsyila dan tunangannya Abra.


Dengan satu tarikan nafas, Arsen dengan lantang mengucapkan kalimat ijab secara lancar.


Mas kawin yang di berikan pun tak main-main, Arsen memberikan banyak sekali mahar bernilai fantastis untuk Aluna.


Setelah terdengar kata ''SAH'' Arsyila langsung pergi kekamar untuk memanggil Aluna.


Gadis ayu itu datang bersama Arsyila serta Mira yang mengapit di kiri dan kanannya.


''Kedip bos.'' bisik Diki ketika melihat atasannya begitu terpesona dengan wanita yang saat ini sudah berganti status menjadi nyonya Arsen Narendra.


''Bos.'' senggol Diki karena Arsen masih tak merespon sampai Aluna sudah hampir mendekat.


''Apa?'' tanya Arsen yang tersadar.


''Gak apa-apa.'' sahut Diki.


Setelah semua proses di dalam selesai...mereka semua keluar untuk menemui para tamu yang hadir.


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul satu siang dan itu artinya acara sesi pertama ini telah selesai dan para tamu undangan pun sudah mulai pulang satu persatu.


''Kalian lebih baik istirahat...karena acara nanti malam bakal lebih lama dan tamu pun lebih banyak.'' kata daddy Axel.


''Iya dad.'' jawab Arsen lalu mengajak Aluna untuk ke kamarnya.


Cklek

__ADS_1


''Selamat datang di kamar kita.'' kata Arsen. ''Kamu lebih baik mandi dulu...baru istirahat.'' kata Arsen. ''O iya segala keperluan kamu ada di ruang ganti.. ayo aku perlihatkan.'' ajak Arsen menuntun Aluna untuk masuk ke salah satu ruangan di kamar itu.


''Ini semua keperluan kamu...semuanya udah di siapin oleh mommy.'' kata Arsen memberi tahu.


''Aku jadi gak enak sama mommy, sudah selalu ngerepotin.'' kata Aluna.


''Mommy gak ngerasa di repotin kok...dia malah seneng bisa ngelakuin ini untuk menantunya.'' kata Arsen. ''Sudah...mandi dulu sana gih.'' katanya lagi.


Aluna pun memilih pakaian yang akan dia kenakan dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Belum ada keberanian pada dirinya untuk berganti pakaian di luar meskipun status mereka saat ini sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah baik di mata hukum maupun agama.


Begitu Aluna selesai mandi, Arsen pun bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Baru setelah itu mereka sama-sama menyelam ke alam mimpi.


...****************...


Pukul lima sore mereka semua sudah mulai berangkat ke hotel tempat acara.


Datang lebih awal...karena mereka baru akan bersiap setelah sampai di hotel dengan tim MUA yang sudah siapkan oleh Arsyila.


Aluna tersipu malu antara mendengar pujian dari Arsen dengan panggilan sayang yang di sematkan oleh pria itu.


Arsen merengkuh pinggang Aluna untuk mendekatkan tubuh mereka, di tatapnya dengan intens wajah ayu yang ada di hadapannya saat ini.


''Khem...khem...'' dehem Arsyila membuat Arsen berdecak kesal berbeda dengan Aluna yang merasa malu karena kepergok sama adik ipar dengan posisi yang terlalu intim dengan Arsen.


''Bisa gak nanti aja mesra-mesraannya...mentang-mentang sudah halal.'' kata Arsyila.


''Ada apa?'' tanya Arsen dengan mode kesalnya.


''Sudah di tunggu tuh...waktunya kita ke ballroom.'' jawab Arsyila. ''Ayo kakak ipar...'' ajak Arsyila dan menggandeng tangan Aluna.


''Gandeng tangan Abra sama...jangan gandeng istri kakak.'' kata Arsen sambil melepaskan tangan Arsyila dari tangan Aluna.


''Cih, pelit.'' cibir Arsyila lalu pergi meninggalkan sepasang pengantin baru itu.


...****************...

__ADS_1


Ballroom hotel telah di persiapkan dengan sedemikian rupa, apalagi ini alah pesta dari pemilik hotel tersebut.


Bahkan tak sedikit dari para tamu undangan yang berdecak kagum dengan dekorasi yang telah tertata dengan sangat apik dan cantik.


Semua mata kini tertuju pada sebuah pintu yang terbuka...dari pintu itu satu persatu keluarga mulai keluar...dari yang pertama keluar adalah oma Shanum degan opa Arya yang beriringan dengan nenek Lila juga kakek Henry, di belakang mereka ada mommy Shakila juga daddy Axel bersama dengan Hanan dan juga Mira, baru setelah itu smash binatang utama yang muncul...Arsen dan Aluna yang di belakangnya di iringi dengan Arsyila bersama Abra juga Hendi dan Heksa dengan istri mereka masing-masing.


Ada banyak tanda tanya di sana kenapa keluarga mempelai wanita adalah keluarga Henry yang merupakan keluarga serta mantan orang kepercayaan sang tuan besar Arya Narendra.


Tapi semua pertanyaan mereka terjawab dengan seorang MC yang mengatakan kalau mempelai wanita merupakan anak dari kerabat keluarga Henry yang kebetulan telah tiada.


''Aluna.'' lirih nyonya Nana istri dari Rendi Handoyo.


''Ayah, kenapa bisa anak itu yang menikah dengan tuan muda Arsen.'' kata Nurma dengan kesal. ''Padahal aku sudah mengincar lama dan ingi menjadi nyonya Narendra.'' sambungnya lagi.


''Andai aku tau kalau dia akan menikah dengan pewaris keluarga Narendra, aku akan akan menyetujui permintaannya tempo hari untuk menjadi walinya.'' kata Rendi Handoyo dalam hatinya. ''Pasti aku akan dengan mudah menjalin kerja sama dengan perusahan Narendra jika mereka tau akulah besan mereka.'' sambungnya lagi dalam hati. ''Bodohnya aku...kenapa gak tanya lebih dulu dia mau menikah dengan siapa.'' rutuknya.


Arsen dan Aluna yang saat ini sudah duduk di pelaminan di minta untuk kedepan, karena rangkain acara telah sampai di sesi pesta dansa yang kan di mulai lebih dulu oleh kedua mempelai.


Penampilan Arsen yang menggunakan setelan taksedo mahal serta di tunjang dengan postur tubuh yang proporsional semakin meningkatkan kadar ketampanannya.


Sedangkan Aluna yang memakai gaun pernikahan warna putih dengan rambut hitam legam yang tergerai plus mahkota indah nan mewah yang bertengger manis di kepalanya, semakin membuatnya bertambah cantik dan mempesona.



Deg


''Ars, kenapa ada mereka di sini?'' bisik Aluna saat yang sengaja matanya melihat ke arah Rendi Handoyo dengan istri dan putrinya.


''Siapa?'' tanya Arsen memang tak mengerti siapa yang dimaksud oleh Aluna.


''Tuan Rendi Handoyo.'' jawab Aluna.


''Diakan juga seorang pengusaha, jadi dia kenal dengan daddy...makanya di undang.'' jawab Arsen. ''Dan kamu tau tidak siapa orang yang berusaha menjebak ku sehingga berakhir dengan aku menidurimu?'' tanyanya.


''Aku gak tau.'' jawab Aluna.


''Nurma Handoyo...saudara tirimu.'' jawab Arsen. ''Tapi sepertinya aku harus berterimakasih padanya...karenanya aku bisa menikah dengan wanita secantik dirimu.'' kata Arsen yang memuat wajah Aluna menjadi blusing.


Percakapan mereka dengan posisi saling mendekat, karena suara musik...membuat mereka terlihat bak pasangan yang sangat mesra.

__ADS_1


__ADS_2