
❤️ Happy Reading ❤️
Malam pertama di Bali...Axel dan Shakila terlihat lebih akrab satu sama lain.
Kalau Shakila sih memang sudah siap serta memantapkan diri dan hatinya untuk menerima Axel sebagai suaminya...menerima pernikahan mereka berdua, kalau Axel...mana ada yang tau.
Malam ini, malam kedua mereka tidur bersama dalam satu ranjang.
Entah siapa yang memulai lebih dulu tadi malam, sampai-sampai pagi ini mereka terbangun dalam posisi saling berpelukan.
Karena sama-sama melihat posisi mereka bagaimana, mereka berdua langsung saja saling melepaskan pelukan dan duduk di ranjang.
Sontak saja langsung terjadi kecanggungan di antara mereka berdua.
''Emmm...aku mandi dulu Ax.'' kata Shakila yang sengaja ingin menghindari Axel.
''I...iya.'' jawab Axel yang tak kalah canggung.
Cklek
''Mau sarapan di luar apa di sini saja Kil?'' tanya Axel saat keluar kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi.
Pakaian santai...hanya celana pendek berbahan dasar dan kaos biasa...namun sudah membuat Axel begitu tampan mempesona.
''Kalau keluar saja gimana Ax?'' tanya Kila. ''Aku pengen jalan-jalan.'' imbuhnya lagi.
''Hem baiklah...mumpung kita masih disini.'' sahut Axel yang tak merasa keberatan.
...****************...
Axel mengajak Shakila untuk sarapan di salah satu restoran dengan pemandangan yang langsung menghadap ke pantai.
Siapapun yang melihat mereka berdua pasti akan mengatakan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi...yang satu tampan dan satunya terlihat sangat cantik.
''Mau makan apa?'' tanya Axel.
''Yang enak untuk sarapan apa ya Ax?'' tanya balik Shakila dengan pandangan dan tangan yang masih membolak-balik buku menu.
''Nasi Jinggo aja gimana?'' usul Axel dan Shakila pun langsung mengalihkan pandangannya menatap kearah Axel. ''Ini nasi kucingnya orang Bali.'' kata Axel lagi menjelas. ''Nanti kita minta yang halal...yang pakek daging sapi.'' imbuhnya lagi dan di angguki oleh Shakila.
''Minumnya?'' tanya Axel lagi.
''Susu coklat sama air mineral saja.'' jawab Shakila.
''Kil, mau bubur injin gak?'' tanya Axel sambil menunjuk salah satu gambar di buku menu.
__ADS_1
''Boleh, kayaknya enak.'' jawab Shakila. ''Tapi itu kayak bubur ketan hitam ya Ax?'' tanya Shakila.
''Iya, yang bikin beda itu di dalam bubur injin ini ada potongan buah nangkanya.'' jawab Axel. ''Nanti kamu cobain deh...enak rasanya.'' sambungnya.
Seusai sarapan Shakila meminta untuk duduk dulu di sekitar pantai...dia sungguh ingin menikmati pemandangan indah ini.
''Hem kapan lagi bisa liburan ke Bali.'' gumam Shakila mengingat kesibukannya juga kesibukan Axel.
Mereka di sana hingga siang hari.
''Kembali ke vila yuk Kil.'' ajak Axel seusai mereka makan siang di sana. ''Panas...'' sambungnya lagi.
''Ya sudah ayo.'' jawab Shakila yang sebenarnya juga ingin segera bersih-bersih dan istirahat.
Bugh
''Ah maaf...maaf...sorry.'' ucap seorang pemuda yang tak sengaja menyenggol lengan Shakila.
''Ih iya gak apa-apa.'' jawab Shakila.
''Kila...Shakila.'' kata pemuda itu dengan jari yang menunjuk ke arah Shakila.
''Iya...'' kata Shakila dengan mengernyitkan dahinya...bingung serta mengingat-ingat apakah dirinya kenal dengan pemuda itu.
''Oh hai Putra...apa kabar?'' tanya Shakila berbasa-basi.
''Baik.'' jawab Putra. ''Kamu sendiri?'' tanyanya.
''Ya seperti yang kamu lihat...aku juga baik, sengat baik.'' sahut Shakila.
''Maaf ya yang tadi...aku bener-bener gak sengaja.'' kata Putra lagi. ''Tadi aku lagi cek email yang masuk...makanya jalan sambil lihatin ponsel.'' imbuhnya.
''Iya gak apa kok...santai aja.'' kata Shakila.
''Ngomong-ngomong kamu kesini liburan atau apa?'' tanya Putra kembali.
''Iya aku lagi liburan.'' jawab Shakila. ''Kamu sendiri?'' tanyanya.
''Kerja...sambil liburan...hehehe.'' jawab Putra.
Tanpa mereka berdua sadari...di depan mereka ada seseorang yang sedang memperhatikan dengan tatapan tajamnya.
Entah kenapa hati Axel menjadi sangat kesal begitu melihat interaksi antara Shakila dan pemuda itu.
''Khem.'' dehem Axel.
__ADS_1
''Ax.'' lirih Shakila.
''Sudah belum?'' tanya Axel dengan tatapan menghunusnya.
''Iya sudah.'' jawab Shakila. ''Aku pergi dulu ya Put...sampai jumpa.'' pamit Shakila dan langsung buru-buru melenggang pergi.
''Mentang-mentang ada pria lain, jadi lupa sama suami sendiri.'' gerutu Axel.
''Apa Ax? aku gak denger.'' kata Shakila yang ternyata mendengar gumaman Axel walaupun tak begitu jelas.
Namun sayang, Axel sama sekali tak menghiraukannya.
...****************...
Cklek
Axel membukakan pintu untuk Shakila namun sedetik kemudian...
Brak
Axel menutup pintu itu dengan kasar...yaitu membantingnya dan hal itu membuat Shakila sedikit berjingkat karena kaget.
''Kamu lupa sama status kamu sekarang itu apa?'' tanya Axel tiba-tiba.
''Aku seorang istri.'' jawab Shakila.
''Nah itu kamu inget.'' sahut Axel. ''Bisa gak kamu itu hargai aku sebagai suami kamu...'' sambung Axel lagi.
''Kalau ngomong yang jelas Ax, jangan ambigu kayak gini jadi aku bisa tau dimana letak kesalahan aku sehingga membuat kamu marah seperti ini.'' kata Shakila. ''Aku menghargai kamu sebagai suamiku...tapi mungkin malah kamu sendiri yang tak menghargaiku sebagai istri dan juga kamu sendiri yang lupa akan statusmu saat ini.'' tuding balik dari Shakila.
''Apa maksud kamu?'' tanya Axel.
''Kayaknya gak perlu aku perjelas deh Ax, karena aku rasa kamu pasti tau apa maksud dari kata-kataku.'' sahut Shakila. ''Oh iya satu lagi...pria yang tadi bukan siapa-siapa ku...dia hanyalah seorang teman yang kebetulan satu kelas denganku dulu sewaktu sekolah menengah atas.'' jelas Shakila.
''Aku gak minta penjelasan dari kamu.'' kata Axel yang aslinya dalam hati bersorak sorai karena praduganya salah
''Aku cuma memberi tahu agar tak ada kesalahpahaman saja.'' sahut Shakila.
''Kil...aku gak suka kamu dekat-dekat dengan pria lain.'' kata Axel.
''Kenapa?'' tanya Shakila.
''Karena kamu adalah istri aku dan semua orang juga tau bahwa kamu adalah menantu keluarga Narendra, jadi aku gak mau kalau sampai reputasi keluargaku hancur.'' ketus Axel.
''Aku tau itu.'' jawab Shakila. ''Bagaimana dengan diri kamu sendiri?'' imbuhnya dengan kata-kata telak mengenai perasaan Axel. ''Aku rasa kata-kata itu lebih pas untuk dirimu sendiri.'' sambungnya lagi.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Shakila memutuskan untuk mengambil pakaian gantinya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket.
__ADS_1