
Maaf lama gak up...soalnya kemari lagi sibuk bantu-bantu tempat saudara juga tetangga aku yang kebetulan acaranya barengan, jadi riweh plus merevisi beberapa bab di novel yang baru...soalnya daftar kontrak kemarin...sekali lagi maaf🙏
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini Shakila bangun kesiangan karena ulah suaminya tadi malam yang meminta lagi haknya beberapa kali saat mereka usai selesai makan malam berdua di kamar.
Seolah suaminya itu tak kehabisan tenaga untuk terus selalu menggagahinya.
Alhasil pagi ini tubuh Shakila terasa seperti remuk redam...pegal-pegal semuanya.
Sedangkan Axel jangan di tanya, pria itu saat ini masih tertidur lelap mengarungi alam mimpinya bahkan saat Shakila telah selesai memberikan tubuhnya.
Cklek
''Ya ampun.'' gumam Shakila sambil menggelengkan kepalanya begitu keluar dari kamar mandi melihat sang suami.
Dia lalu berjalan mendekati pria tampan itu dengan tujuan untuk membangunnya.
''Ax...'' panggil Shakila dengan lirih namun Axel sama sekali tak meresponnya.
''Ax...bangun.'' kata Shakila lagi yang kali ini di tambah dengan tangannya yang mengguncang pelan lengan Axel.
''Ax...'' di cobanya sekali lagi, barangkali sang suami mau membuka matanya.
Srett
''Ax...'' pekik Shakila saat tangannya di tarik dan berakibat tubuhnya terhempas di dalam dekapan Axel.
''Selamat pagi sayang...'' sapa Axel dengan suara serak khas bangun tidurnya, tak lupa pula di berikannya beberapa kecupan di puncak kepala sang istri.
''Ax...lepasin, ini sudah siang.'' kata Shakila.
''Sebentar lagi sayang.'' sahutnya yang malah menikmati aroma tubuh sang istri.
''Ini sudah siang Ax, memangnya kamu gak mau ke kantor.'' kata Shakila lagi. ''Aku juga harus ke ruko Ax, kemarinkan aku gak ke sana.'' imbuhnya.
''Morning kiss dulu baru aku lepasin.'' kata Axel memberikan penawaran.
''Tap...'' kata Shakila.
__ADS_1
''Ayo cepat.'' potong Axel. ''Atau kamu mau kita begini saja sampai nanti dan mengulang lagi yang semalam...'' katanya lagi.
''Kamu gak capek apa...'' kata Shakila dengan bibir yang sudah mengerucut.
''Kalau untuk urusan yang satu itu...aku gak pernah merasa capek sayang...kapan pun kamu minta...pasti aku sanggup untuk menurutinya dan tentunya akan membuatmu terus mendesah di bawahku.'' kata Axel.
''Dasar mesum.'' cibir Shakila dengan tangan sedikit menggeplak dada Axel.
''Mesum sama istri sendiri kan gak apa-apa sayang...dari pada mesum sama istri orang atau perempuan lain...'' sahut Axel.
''Awas aja kalau berani...aku bakalan potong sampai habis tak tersisa.'' ancam Shakila.
''Ya jangan dong sayang...nanti gak ada yang di basa muasin kamu dan bikin kamu mendesah lagi...'' kata Axel.
''Gampang...aku bisa cari laki-laki lain.'' sahut Shakila dengan entengnya.
Axel yang mendengar perkataan Shakila dengan spontan langsung membungkam bibir manis itu dengan bibirnya.
Bahkan Axel tak memberi jeda sedikit pun sehingga membuat Shakila harus memukul-mukul dadanya agar Axel melepas pertautan mereka.
''Kamu mau bunuh aku Ax!'' seru Shakila dengan napas tersengal saat Axel melepas bibirnya.
''Ayo bangun Ax...pasti mommy sama daddy sudah nunggu kita buat sarapan.'' kata Shakila.
''Makanya morning kiss dulu.'' kata Axel sambil menunjuk bibirnya sendiri dengan jari telunjuk tangannya.
''Tadikan sudah...'' kata Shakila.
''Yang tadi itu hukuman buat kamu.'' jawab Axel. ''Dan aku maunya kamu yang cium aku lebih dulu...'' sambungnya lagi yang membuat Shakila jadi memutar bola matanya dengan malas. ''Cepat...pengen cepet bangun gak?'' tanya Axel. ''Kalau aku sih seneng-seneng aja seperti ini seharian...'' imbuhnya.
Cup
''Sudah...'' kata Shakila yang langsung mencium sekilas bibir Axel.
''Itu bukan ciuman sayang...tapi kecupan...'' protes Axel.
''Sama aja Ax.'' kata Shakila.
''Bedalah.'' bantah Axel.
__ADS_1
Tak mau ambil pusing...Shakila pun langsung menuruti kata Axel dan di sana...tangan Axel pun merayap ke belakang untuk menahan tengkuk Shakila guna untuk memperdalam ciuman mereka.
''Terimakasih sayang...aku mandi dulu.'' ucap Axel yang langsung bergegas ke kamar mandi meninggalkan Shakila yang masih berada di atas tempat tidur.
''Coba aja tadi aku sudah ganti, pasti kusut semua dan harus ganti lagi.'' gumam Shakila beranjak dari tempat tidur menuju ruang ganti, karena dirinya hanya menggunakan baju mandi saja tadi.
Sedangkan Axel saat ini sedang bersenandung ria di kamar mandi mengingat pergulatan panas dirinya dan Shakila dari kemarin siang hingga dini hari tadi.
...****************...
''Selamat pagi mom...dad...'' sapa Shakila saat sudah sampai di ruang makan bersama Axel.
''Selamat pagi sayang...'' sahut mommy Shanum.
Mommy Shanum merasa ada sesuatu yang terjadi antara anak dan menantunya dan tentu saja mommy yang satu itu sudah mampu menebaknya, karena pagi ini dirinya melihat wajah Axel yang terlihat berseri-seri dan sepertinya sangat senang sekali.
''Maaf ya mom...aku pagi ini gak bantuin bikin sarapan lagi.'' ucap Shakila.
''Sudah gak apa-apa...gak usah di pikirkan, lagian juga ada para art yang bantuin mommy bikin sarapan kok.'' sahut mommy Shanum. ''Kamu di sini itu menantu mommy bukan art mommy dan status kamu juga seorang istri, jadi tugas utama kamu itu mengurus suami kamu sayang...'' sambungnya lagi.
''Kila seneng deh punya mertua seperti mommy sama daddy...Kila sangat beruntung.'' kata Shakila.
''Mommy juga seneng dan beruntung punya menantu yang baik seperti kamu sayang.'' kata mommy Shanum menanggapi perkataan Shakila.
''Gak jadi sarapan nih? padahal aku sudah lapar banget loh...'' kata Axel.
''Ah iya maaf ya...'' kata Shakila yang kemudian dengan cekatan mengambilkan sarapan untuk Axel.
''Terimakasih sayang...'' ucapnya saat Shakila meletakkan piring uang yang sudah berisi makanan di depannya dan Shakila pun menanggapinya dengan senyuman.
Mommy Shanum dan daddy Arya yang mendengar Axel memanggil Shakila dengan panggilan sayang pun secara refleks langsung saling pandang dan tersenyum.
Setelah sarapan seperti biasa mereka berpamitan dan Axel pun berangkat bersama Shakila untuk mengantarkan istrinya itu ke rukonya terlebih dahulu sebelum dirinya ke perusahaan.
''Sayang.'' panggil Axel saat mereka sudah ada di dalam mobil menuju ke ruko Shakila. ''Kamu gak ada niatan atau rencana buat bikin cafe gitu?'' tanya Axel. ''Jadikan makanan yang kamu buat bisa di nikmati langsung di tempat, tapi juga bisa di take away dan tetap melayani penjualan online.'' kata Axel.
''Iya sih aku juga pernah kepikiran dan ada rencana juga ke situ.'' kata Shakila.
''Ya udah nanti kita omongin lagi di rumah tentang hal ini.'' kata Axel. ''Kasih tau juga ke mommy dan daddy...siapa tau mereka bisa ngasih saran yang baik buat kemajuan usaha kamu, ya meskipun aku tau penjualan online kamu itu omsetnya juga tak main-main.'' imbuhnya lagi.
__ADS_1