Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 59


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sore ini kediaman keluarga Narendra cukup terbilang ramai karena kedatangan para pegawai Shakila.


''Wah rumahnya gede banget ya...'' kata Riri yang kagum dengan rumah tersebut saat mereka baru saja masuk melewati gerbang utama.


''Mungkin kalau aku di suruh masuk ke rumah ini sendiri...bisa-bisa tersesat.'' ujar Reni.


''Untung tadi kita bawa pakaian ganti dan mandi dulu, jadi gak terlalu malu-maluin.'' ujar salah satu karyawan yang lainnya dan di angguki oleh semuanya.


Tok


Tok


Tok


Cklek


''Selamat sore...'' sapa mereka serempak saat pintu terbuka.


''Selamat sore.'' sahutnya. ''Tamu nyonya muda ya...?'' tebak sang art yang membukakan pintu itu, karena memang tadi para art sudah di beri tahu kalau akan ada yang datang...tamunya nyonya muda mereka.


''Eh...i...iya.'' jawab Riri.


''Silahkan masuk...'' katanya lagi mempersilahkan.


''Wah isi dalamnya lebih mencengangkan.'' bisik Riri.


Mata mereka semua sibuk untuk mengamati serta mengagumi kemewahan yang tersaji di sana.


Kapan lagi mereka bisa masuk ke dalam rumah milik konglomerat seperti ini.


''Hai...'' sapa Shakila yang muncul di hadapan mereka.


''Mbak Kila...'' seru mereka.


''Gimana kabarnya mbak? sudah baik-baik saja kan?'' tanya Reni.


''Kami sangat khawatir dan panik saat Reni menemukan mbak Kila pingsan.'' sambung Riri.


''Iya aku sudah baik-baik saja kok.'' jawab Shakila dengan senyum yang tersungging di bibirnya. ''Dan maaf ya sudah membuat kalian khawatir...serta terimakasih juga.'' ucap Shakila. ''Kita duduk di teras belakang aja yuk...biar lebih santai.'' ajaknya.


...****************...

__ADS_1


''Tamannya indah banget mbak...bikin betah lama-lama lihatnya.'' ujar salah satu dari mereka.


''Iya...konsep taman ini dari mommy, bahkan tak jarang mommy turun tangan buat ngurus langsung.'' sahut Shakila.


''O iya mbak ini pesanan Mbak Kila.'' kata Reni menyerahkan hasil olahan dari ruko Shakila.


''Dan ini dari kami mbak.'' sambung Riri dengan menyerahkan dia parsel buah. ''Maaf ya mbak cuma bisa bawa ini...habisnya kami bingung mau bawa apa, secarakan suami mbak Shakila kaya raya.'' imbuhnya.


''Kamu ini bisa saja.'' sahut Shakila. ''Ini saja sudah lebih dari cukup kok...terimakasih ya.'' ucap Shakila. ''Sebenarnya dengan kalian datang saja aku sudah seneng banget...gak perlu repot-repot kayak gini.'' ujarnya lagi.


''Selamat sore...'' sapa mommy Shanum yang datang menghampiri mereka bersama kedua putri serta ketiga cucunya.


''Selamat sore nyonya besar.'' sahut mereka semua.


''Pegawainya Shakila ya...?'' tanya mommy Shanum.


''Iya nyonya besar.'' sahut mereka.


''Aduh ini kok di anggurin gini sih...'' ujar mommy Shanum.


''Mereka juga baru saja datang kok mom.'' sahut Shakila.


''Maaf permisi nyonya...'' ucap kepala pelayang yang datang bersama beberapa art yang datang membawa beberapa gelas minuman segar dan camilan.


''Asik...kita bikin seblak yuk Xa.'' ajak Kinara pada Alexa. ''Terimakasih ya Shakila sayang...'' ucap Kinara yang hanya bisa membuat Shakila tersenyum.


''Ya sudah enakin ya ngobrolnya, saya ke dalam dulu.'' pamit mommy Shanum. ''O iya kalian nanti jangan pulang dulu...kalian wajib makan malam di sini.'' sambungnya lagi Lalau melenggang pergi.


''Mbak, yang tadi serius?'' tanya Riri.


''Yang mana?'' tanya balik Shakila.


''Makan malam.'' jawabnya.


''Iya bener, bahkan mommy sendiri yang sedari tadi sibuk ngatur menunya.'' jawab Shakila.


''Sayang...'' seru Axel yang tiba-tiba terdengar di dalam rumah.


''Aku di sini...'' sahut Shakila.


''Loh ada kalian?'' tanya Axel saat tiba di teras.


''Iya tuan muda.'' sahut mereka.

__ADS_1


Cup


''Bagaimana kabarmu hari ini? apa dia rewel saat tak ada daddynya?'' tanya Axel setelah mengecup kening Shakila dan kini tangannya telah mengelus perut datar sang istri.


Dan hal itu membuat mereka semua yang ada di sana baper sekaligus iri melihat keuwuhan mereka berdua.


''Aku baik-baik saja dan dia juga gak rewel sama sekali.'' jawab Shakila. ''O iya...kamu minta kak Kinara dan Alexa buat kesini ya?'' tanya Shakila.


''Iya, buat nemenin kamu dan biar kamu gak kesepian selama aku kerja.'' jawab Axel. ''Lagian aku jadi jauh lebih tenang jika semakin banyak orang yang nemenin kamu di rumah.'' imbuhnya lagi.


''Takutnya malah ngerepotin mereka loh...'' kata Shakila yang merasa tak enak sebenarnya.


''Ngerepotin apa, lagian mereka kan juga gak ngapa-ngapain di rumah, suami juga pada ke kantor...yang ada mereka malah seneng ada temen dan ada yang bantu jaga para bocil.'' tutur Axel. ''Ya sudah aku ke atas dulu ya mau bersih-bersih.'' kata Axel lalu berpamitan dengan yang lainnya.


''Mbak, yang rewel siapa? aku kok masih belum konek.'' kata Riri setelah celingak-celinguk memastikan Axel sudah benar-benar pergi dari sana.


''Oh itu...maksudnya tuh dia.'' tunjuk Shakila pada perutnya. ''Aku lagi hamil...'' sambungnya lagi dengan raut wajah yang sangat sekali terlihat bahagian.


''Wah selamat ya mbak...'' ucap mereka.


...****************...


Setelah makan malam, para karyawan Shakila berpamitan, begitu juga Kinara dan Alvan berserta anak serta suami mereka.


''Istriku ini, seharian ngapain aja?'' tanya Axel saat mereka berdua sudah di peraduan dengan Axel yang duduk bersandar pada kepala ranjang, sedangkan Shakila sendiri bersandar di dada bidang sang suami.


Menghirup dalam-dalam aroma yang menempel di tubuh Axel yang menjadi candunya saat hamil.


''Gak ngapa-ngapain, cuma duduk...ngobrol.'' jawab Shakila. ''Memangnya mau ngapain...dan lagian mana boleh sama mommy.'' sambungnya. ''Aku ini cuma hamil tapi kalian itu memperlakukan aku secara berlebihan, seperti pesakitan saja.'' keluhnya.


''Hah...kami cuma gak ingin terjadi sesuatu saja sama kamu sayang.'' sahut Axel. ''Maaf kalau cara kami membuatmu merasa gak nyaman...tapi aku harap kamu mulai terbiasa dengan hal itu.'' ucap Axel.


''Em sayang...apa aku boleh ke ruko lagi seperti biasa?'' tanya Shakila dengan hati-hati.


''Gak boleh.'' tegas Axel. ''Aku gak mau mengambil resiko sekecil apapun yang bisa membahayakan kamu dan calon anak kita.'' sambungnya.


Nah kan sudah mulai over protectivenya...


''Terus ruko aku gimana?'' tanya Shakila.


''Biar para karyawanmu yang handle.'' jawab Axel.


''Bikin makanannya gimana? selama inikan aku sendiri yang ngeracik bumbunya.'' kata Shakila lagi.

__ADS_1


''Gampang.'' jawab Axel. ''Bumbunya tinggal kamu bikin di rumah...kasih arahan biar para art yang ngerjain, nanti tinggal minta supir buat anter ke ruko.'' kata Axel menjabarkan solusi yang dia punya. ''Tolong mengertilah sayang...aku tak ingin hal seperti kemarin terulang lagi.'' sambungnya. ''Kamu tau gak...melihat kamu seperti itu membuat dadaku sesak sehingga untuk sekedar bernapas saja sangat sulit, badanku terasa lemas seketika...aku panik sepanik-paniknya.'' ujarnya.


__ADS_2