
❤️ Happy Reading ❤️
Shakila pulang ke rumah Shanum dengan mengendarai mobilnya sendiri tidak seperti tadi yang berangkat di antar oleh supir.
Ya Shakila memang mempunyai kendaraannya sendiri, hasil dari dirinya menabung setiap hari dari untung yang dia peroleh dari usahanya, walaupun bukan sekelas mobil mewah tapi itu cukup untuk shakila...karena baginya yang penting mobil itu masih bisa berfungsi dengan baik. Hanya saja tadi dirinya baru sempat di ambilnya dari rumah keluarganya...rumah yang penuh kenangan dengan orangtuanya terutama sang ayah.
''Kaya tempat parkir.'' gumam Shakila saat melihat beberapa mobil mewah terpakir rapi di halaman rumah begitu dirinya melewati gerbang rumah. ''Rame banget kayaknya.'' gumamnya lagi saat baru melangkahkan kakinya memasuki rumah.
''Sudah pulang non?'' tanya salah satu art yang melihat kedatangan Shakila.
''Eh iya bik.'' jawab Shakila yang sedikit kaget karena tadi pikirannya sedang tidak fokus, melanglang buana entah kemana. ''Tumben kok rame banget bik? Memangnya lagi ada acara ya bik?'' tanyanya secara beruntun karena sangat penasaran.
''Gak ada acara apa-apa kok non.'' jawab sang art. ''Di dalam hanya ada saudara-saudara nyonya sama tuan yang sedang berkunjung.'' sambungnya lagi.
''Oh.'' beonya. ''Terimakasih ya bik.'' ucapnya lagi.
''Iya non sama-sama.'' sahutnya. ''Orang bibi gak ngapa-ngapain...cuma jawab aja kok non.'' sambungnya lagi.
''Tetap saja bik, terimakasih.'' sahut Shakila. ''Aku kedalam dulu ya bik.'' lanjutnya lagi.
''Iya non, silahkan.'' kata si bibi. ''Semoga saja tuan muda beneran mau nikah sama non Shakila.'' gumamnya saat Shakila sudah berjalan menjauh. ''Sudah baik, cantik, ramah lagi kayak nyonya.'' gumamnya lagi sambil menatap kepergian Shakila.
...****************...
''Selamat sore.'' ucap Shakila pertama kali begitu memasuki ruang keluarga.
''Selamat sore.'' sahut semuanya.
''Shakila, kamu sudah pulang?'' tanya Shanum dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Shakila. ''Sini nak.'' panggil Shanum.
Shakila sebenarnya sedikit ragu untuk mendekat namun juga merasa gak enak dengan Shanum.
Bagaimana gak ragu, penampilan dari orang-orang yang ada di sana memang terkesan biasa namun sudah dapat di pastikan outfit mereka harganya selangit di tambah lagi dengan mobil mewah yang berjejer di luar semakin mempertegas bahwa mereka bukan dari kalangan menengah kebawah alias kalangan atas.
''I...iya mom.'' jawab Shakila sedikit gugup karena saat ini seluruh mata memandang ke arahnya.
__ADS_1
''Shakila kenalin ini adalah saudara-saudara mommy dan daddy.'' kata Shanum. ''Ada pipi Henry kakaknya mommy dan mimi Lila istrinya, terus ada papa Satria adik mommy dan istrinya mama Angel, sama yang itu buna Aurora adiknya daddy dan suaminya ayah Samudra.'' jelas Shanum memperkenalkan satu persatu saudara-saudaranya.
''Selamat sore.'' sapa Shakila sambil sedikit membungkukan tubuhnya sebagai tanda hormat dan sopan.
''Sore.'' sahut Lila dan yang lainnya.
''Kamu calonnya Axe ya?'' tanya Lila to the poin.
''Iya dia calonnya Axel.'' sahut Shanum karena Shakila diam tak menjawab.
Bukannya tak mau menjawab namun Shakila hanya ragu mengingat pertemuannya dengan Axel sungguh-sungguh tak menyenangkan.
''Apa itu yang kamu bawa sayang?'' tunjuk Shanum saat melihat plastik yang ada di tangan Shakila.
''Eh ini mom, Kila bawakan makanan yang Kila jual, sepeti yang Kila bilang sama mommy tadi pagi.'' kata Shakila.
''Wah mommy jadi penasaran pengen cepet cicip.'' kata Shanum.
''Tapi ini harus di masak dulu mom.'' sahut Shakila. ''Sebentar Kila masakin dulu ya mom.'' sambungnya lalu berpamitan untuk menuju ke dapur.
''Dia jualan online makan gitu La.'' jawab Shanum. ''Nanti kita lihat dan cicip apa yang dia bawa.'' lanjutnya.
...****************...
''Wah kayaknya enak...'' kata Angel saat mereka di ruang makan setelah di beri tahu salah satu art bahwa makannya sudah siap.
''Silahkan dinikmati dan semoga suka.'' kata Shakila mempersilahkan.
Di meja sudah tersaji berbagai makanya seperti empek-empek berbagai jenis plus kuah yang di letakkan terpisah, juga ada dimsum, siomay kukus dan goreng, cireng dan ada seblak juga di sana.
Mereka semua makan dengan begitu lahap dan Shakila tak menyangka kalau mereka yang notabene orang-orang kaya dari kalangan atas suka dengan makannya.
''Toko kamu dimana Kil?'' tanya Aurora. ''Bisa nih kapan-kapan buna mampir buat beli.'' sambungnya lagi.
''Kila jualannya online buna.'' jawabnya dengan apa adanya.
__ADS_1
''Selain ini apa masih ada yang lainnya Kil?'' tanya Lila.
''Ada berbagai jenis Frozen food juga ayam yang siap goreng juga dan semuanya kami bikin sendiri jadi di jamin mutu dan kualitasnya.'' jawabnya sekalian promosi...bagus bukan, seperti kata pepatah...sambil menyelam minum air.
''Nanti tinggal kamu kasih nama tokonya jadi kami bisa langsung order nantinya.'' sahut Angel. ''Atau kami bisa minta nomor ponsel kamu...jadi buat order langsung sama ownernya.'' sambungnya lagi.
''I...iya boleh.'' jawab Shakila.
''Khem.''
''Axel!'' seru Angel. ''Kamu ini bikin kaget aja, kalau mama tersedak gimana gara-gara kaget!'' serunya lagi.
''Iya maaf mam.'' ucap Axel. ''Habisnya pada asik banget sih sampai gak sadar kalau ada Axel.'' sambungnya. ''Memangnya lagi pada makan apa sih kok sampai segitunya?'' tanyanya karena diliputi rasa penasaran.
''Ini kami lagi makan makanan yang Kila jual.'' jawab Shanum.
''Enak loh Ax, kamu harus coba.'' kata Lila sambil menyodorkan satu sendok yang telah terisi dengan potongan empek-empek plus cuko'nya.
''Gak usah mi, terimakasih.'' tolak Axel.
''Padahal ini enak banget loh Ax.'' kata Lila.
''Buat mimi dan yang lainnya saja.'' sahut Axel.
''Beneran nanti nyesel loh kak kalau kehabisan.'' timpal Aurora.
''Makan aja bun.'' kata Axel. ''Aku ke kamar dulu...mau bersih-bersih dan istirahat.'' pamitnya.
''Anak itu masih jutek aja...ngeselin.'' celetuk Aurora.
''Lagi capek kali dek...sudah biarin saja, gak usah di ambil pusing.'' sahut Shanum.
''Iya mendingan kita lanjut makan saja...'' sambung Lila. ''Bisa kalap nih kalau makanannya enak kayak gini.'' lanjutnya yang membuat semua para wanita tertawa.
Sedangkan para pria tadi lebih memilih untuk menikmati makanan mereka di teras belakang dari pada bersama para istri-istri mereka yang sedari tadi heboh.
__ADS_1