
❤️ Happy Reading ❤️
Alexa yang duduk dengan enam kan camilannya tertawa terbahak-bahak begitu mendengar cerita dari kakak iparnya bahwa si abang telah mendapat giliran ngidamnya Shakila.
Dah hal itu membuat Alvan menjadi lebih kesal.
Entah ada kerjaan apa pagi ini si ibu satu anak itu, hingga baru datang saat waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore bersama sang suami, yang berbarengan dengan pulangnya Alvan dan Axel dari kantor mereka masing-masing.
''Ketawa aja terus.'' sungut Alvan. ''Jangan lupa kalau masakan kamu tak jauh lebih baik dari punyaku.'' katanya lagi yang membuat Alexa langsung kicep mengingat makanan yang di buatnya tak kalah amburadul rasanya.
''Ada apa Kil?'' tanya Kinara saat matanya tak sengaja melihat bumil satu-satunya kelurga Narendra diam dengan mata yang terus menatap lurus ke depan layar televisi saat semuanya sedang sibuk berbincang.
''Eh...'' Shakila yang tak merespon pertanyaan Kinara membuat kakak iparnya itu menyentuh tangannya sehingga membuat Shakila sedikit kaget dan berhasil mengalihkan atensi semua menjadi diam dan melihat ke arahnya.
''Apa?'' tanya Kinara lagi.
''Itu.'' kata Shakila sambil menunjuk ke depan layar televisi yang menampilkan seorang food blogger sedang mereview makan.
''Kamu mau itu...spaghetti?'' tanya Kinara yang mengikuti arah tangan Shakila menunjuk.
''He'em.'' jawab Shakila.
''Kakak buatin mau?'' tawar Kinara.
''Iya kak...aku mau tapi aku ikut ke dapur ya...'' kata Shakila yang selalu bersikap antusias saat keinginannya akan terpenuhi.
''Iya boleh.'' jawab Kinara.
''Kak...bikin yang banyak ya...kita juga mau.'' seru Alexa.
Kinara hanya menjawab dengan tangan membantuk 👌.
Tiga puluh menit berlalu, hingga akhirnya selesai juga Kinara membuat spaghetti.
Mereka membawanya ke teras belakang di mana semua anggota keluarkan sudah pindah ke sana untuk menikmati suasana sore hari.
Bukannya memakan spaghetti yang di inginkan, Shakila malah asik melihat Kinara yang menyuapi Alka dan Ara secara bergantian.
''Dimakan sayang.'' kata Axel. ''Inikan yang kamu inginkan tadi.'' sambungnya.
''Hem.'' sahut Shakila.
''Ada apa lagi Kil?'' tanya Kinara yang merasa sedari tadi memang Shakila melihat ke arahnya.
''Minta suapi kakak boleh?'' tanya Shakila.
''Boleh, tapi bergantian sama Alka dan Ara ya...'' kata Kinara.
Shakila lalu beralih mendekat kearah Kinara untuk mendapatkan suapan pertamanya.
__ADS_1
Shakila yang notabene anak tunggal, dulu sewaktu kecil pernah menginginkan punya seorang saudara, kakak maupun adik agar bisa merasakan momen seperti ini...makan dengan saling bergantian, bahkan kadang harus rebutan siapa yang duluan di suapi seperti yang sering di katakan oleh teman-temannya di sekolah dulu.
Shakila bersama dengan kedua keponakannya makan dengan lahap, bahkan satu piring spaghetti pun tak cukup untuk mereka bertiga sehingga membuat Kinara harus kembali mengisi piring yang dia gunakan.
...****************...
Beberapa jam pun telah berlalu dan saat ini para penghuni kediaman keluarga Narendra sedang terlelap di kamar mereka masing-masing.
Jam masih menunjukkan pukul empat padi, sehingga masih jam yang enak-enaknya untuk tidur.
''Ada apa sayang?'' tanya Axel saat sang istri sedari tadi mengguncang bahunya guna untuk membuat dirinya terbangun.
''Aku lapar.'' cicitnya.
''Sebentar aku cuci muka dulu, terus kita turun kebawah.'' kata Axel yang hendak turun dari tempat tidurnya. ''Kenapa?'' tanyanya saat melihat tangan sang istri memegang tangannya.
''Tapi aku mau kamu bangunin Davin.'' cicit Shakila dan langsung di angguki oleh Axel.
Setelah mereka berdua sama-sama mencuci wajah, mereka pun segera turun ke lantai bawah tepatnya di ruang makan.
''Kamu tunggu dulu di sini, aku mau bangunin Davin dulu.'' kata Axel dan di angguki oleh Shakila.
''Saatnya pembalasan.'' gumam Axel dengan senyum penuh seringai di bibirnya.
Brak
Brak
Brak
Karena malam ini semuanya memang menginap di rumah utama.
Cklek
''Apa-apaan sih kak...pagi-pagi buta sudah gedor-gedor pintu kamar orang?'' tanya Alexa dengan kesal saat membuka pintu dan melihat ternyata sang kakak yang membuat ulah.
''Suamimu mana?'' tanya Axel tanpa menjawab pertanyaan Alexa.
''Ya masih tidur lah...gak lihat apa sekarang masih jam berapa.'' gerutu Alexa.
''Cepat bangunin suami kamu, kakak Pengan ngomong.'' kata Axel. ''Kalau gak kakak sendiri yang masuk dan bakal seret dia sampai bangun.'' ancamnya saat sang adik ingin buka suara lagi.
Akhirnya Alexa pasrah dan mengikuti kata-kata kakaknya untuk membangunkan sang suami.
''Apa kak?'' tanya Davin dengan muka bantalnya.
''Cepet sana cuci muka terus turun.'' kata Axel.
''Ada apa?'' tanya Davin.
__ADS_1
''Sudah sana gak usah banyak tanya.'' sahut Axel. ''Aku tunggu di ruang makan.'' katanya lagi dan pergi begitu saja.
Davin akhirnya turun bersama Alexa, karena Alexa begitu penasaran...ada apa sebenarnya.
Begitu melihat di ruang makan tak hanya ada Axel melainkan ada Shakila membuat mereka berdua saling tatap...ada yang mencurigakan kayaknya.
Apakah hari ini akan tiba gilirannya untuk menerima imbas dari ngidamnya Alexa dulu...pembalasan dendam si babynya Axel.
''Ada apa kak?'' tanya Davin pada pasutri yang sudah sedari tadi duduk di sana.
''Aku mau makan cumi saos asam manis.'' kata Shakila.
''Ya sudah tinggal minta art aja buat masakin kak.'' sahut Alexa namun Shakila menggelengkan kepalanya.
''Kakak mau aku atau Alexa yang buat?'' tanya Davin.
Yang sebenarnya takut juga sih kalau Shakila jawab iya, sebab sama seperti Alvan...dirinya pun tak pernah menyentuh peralatan dapur apalagi di suruh memasak sebuah makanan.
''Enggak.'' jawab Shakila yang membuat mereka berdua bisa bernapas lega. ''Tapi aku maunya kamu yang beli cuminya langsung di pelelangan.'' sambungnya yang membuat mereka kaget.
Pelelangan...
Satu kata itulah yang terus berputar di kepala Davin saat mulai melakukan kendaraannya ke sana dengan di temani oleh salah seorang art.
Ini hamil itu juga meminta agar mereka melakukan sambungan telpon via video call saat nanti telah sampai di pelelangan.
Dia ingin melihat suasana pelelangan sekaligus melihat Davin memilih serta menbeli cumi-cumi yang di inginkannya.
Pagi ini adalah pagi yang lumayan buruk yang Davin alami...
''Loh Vin, kamu pagi-pagi begini dari mana?'' tanya mommy Shanum yang melihat sang menantu laki-laki satu-satunya di keluarga Narendra baru masuk rumah dengan salah satu art yang mengekor di belakangnya dengan membawa sebuah kantong kresek.
''Dari pelelangan mom.'' jawab Davin.
''Hah...ngapain?'' tanya mommy Shanum kaget.
''Beli cumi-cumi mom.'' jawab Davin.
''Ngapain harus jauh-jauh kepelelangan, kalau cuma cumi-cumi di kulkas juga masih ada stok.'' kata mommy Shanum yang gak habis pikir.
''Calon cucu mommy yang pengennya begitu.'' bukan Davin yang menjawab, melainkan Axel yang berjalan kearah mereka.
''Oh ya ampun.'' gumam mommy Shanum, lagi-lagi karena menuruti keinginan si bumil.
...****************...
''Mau di masak apa Kil?'' tanya mommy Shanum saat Shakila begitu asik melihat art yang membersihkan cumi tadi.
''Pengen di buat cumi saos asam manis mom.'' jawab Shakila tanpa mengalihkan pandangannya dari si cumi.
__ADS_1
''Mommy masakin ya?'' tawar mommy Shanum dan di angguki oleh Shakila tanda setuju.