
❤️ Happy Reading ❤️
''Apa kamu masih sibuk?'' tanya Aluna sambil melihat-lihat ruangan Arsen.
''Enggak kok.'' jawab Arsen. ''Yuk.'' ajaknya.
''Hera, kalau ada yang cari saya bilang kalau saya sedang keluar dan akan kembali nanti seusai jam makan siang.'' kata Arsen pada sang sekretaris.
''Baik bos.'' jawab Hera.
Sepanjang langkah menuju ke lobi, mereka menjadi sorotan.
Bagaimana tidak, ini adalah kali pertama anak big bos mereka ada perempuan yang mendatangi dan di tambah lagi langsung di perkenalkan sebagai calon istrinya.
''Jangan tundukkan kepalamu.'' bisik Arsen.
''Aku malu Ars.'' cicit Aluna.
''Malu kenapa?'' tanya Arsen.
''Aku hanya gadis biasa sedangkan kamu...dari kalangan atas.'' jawabnya.
''Jangan pikirkan hal itu karena sejatinya yang membedakan kira dengan yang lain bukanlah rupa dan harta tapi bagaimana akhlak kita.'' kata Arsen. ''Jadi sekarang tegakkan kepalamu karena kamu adalah calon menantu keluarga Narendra.'' kata Arsen.
''Huh...patah hati deh.'' kata salah satu karyawati.
''He'em.'' sahut lainnya. ''Kirain gak punya pacar karena gak pernah bawa perempuan ke perusahaan...sekali ada perempuan yang datang ke sini langsung di kenalin kalau calon istrinya...huhuhu...'' katanya lagi.
''Yah gagal deh buat jadi nyonya Arsen Narendra.'' kata satunya.
''Eh tapi lihat deh...mereka berdua itu so sweet banget.'' kata karyawan lain. ''Mereka gandengan tangan dan lihat deh...mesranya.'' sambungnya.
''Lagian ya pak Arsen yang biasa dingin...jadi kelihatan layaknya seperti manusia lainnya tau kalau sama calon istrinya.'' kata karyawan laki-laki yang juga ada di sana. ''Dan kalau di lihat-lihat calonnya cantik kok cuma penampilannya yang sederhana.'' sambungnya lagi.
''Khem...kalian di sini di gaji untuk kerja atau bergosip.'' tegur Diki yang kebetulan lewat dan sedikit banyak mendengar percakapan mereka.
''Maaf pak...maaf.'' ucap mereka berenam dan langsung membubarkan diri.
...****************...
''Loh kok kesini? katanya mau cari cincin?'' tanya Aluna saat mobil sport mewah milik Arsen berhenti di parkiran sebuah butik ternama.
''Iya memang, tapi sebelum itu kita mau cari bajunya dulu.'' jawab Arsen. ''Yuk turun.'' ajaknya dan di angguki oleh Aluna.
''Selamat siang...selamat datang di AR butik.'' sapa salah seorang pegawai saat Arsen dan Aluna baru masuk ke dalam.
''Tante Starla ada?'' tanya Arsen.
__ADS_1
''Wah...wah...wah...ponakan tante yang paling ganteng.'' sapa seorang wanita dewasa yang hampir seumuran dengan mommy Shakila batu saja keluar dari salah satu ruangan. ''Ada apa gerangan yang membuatmu sampai di butik tante ini?'' tanyanya.
''Eh....tunggu dulu...siapa gadis cantik ini?'' tanyanya lagi sambil melirik ke arah Aluna.
''Ck, Arsen gak punya banyak waktu untuk basa-basi tante.'' decak Arsen dengan kesal. ''Langsung ke intinya saja...Arsen ke sini mau cari pakaian untuk tunangan.'' ujarnya.
''Buat siapa?'' tanya Starla masih dengan santai.
''Tentu saja buat aku dan dia tante.'' jawabnya dengan memutar mata dengan malas, memang ada orang lain apa di sekitar mereka.
''What...!'' seru Starla. ''Kamu gak pernah kenalin pacar kamu dan gak pernah bawa pacar setiap ada acara keluarga...tau-tau mau tunangan?'' tanya Starla yang seakan masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
''Oya tante.'' jawab Arsen.
''Jujur tante masih seperti belum percaya dengan semua ini.'' kata Starla. ''Ayo keruangan tante.'' ajak Starla.
...****************...
''Kenapa gak bikin aja?'' tanya Starla.
''Gak ada waktu tante.'' jawab Arsen sambil mendudukkan tubuhnya di kursi begitu juga dengan Aluna.
''Halah sok sibuk kamu.'' ejek Starla. ''Perusahaan juga masih di pegang sama daddy kamu kan.'' imbuhnya lagi.
''Bukan itu tante, tapi waktunya yang gak sempet...sudah mepet.'' sahut Arsen. ''Tinggal satu minggu lagi aku tunangan tante.'' sambung Arsen. ''Kami juga semakin minta di buatin desain bagi buat akad plus resepsinya yang akan di adakan seminggu setelah kita tunangan tante.'' imbuhnya.
''Jangan mikir aneh-aneh tante.'' sahut Arsen.
''Oh iya nama kamu siapa sayang?'' tanya Starla pada Aluna.
''Aluna nyonya.'' jawab Aluna.
''Tante...panggil tante sama seperti Arsen, jangan nyonya.'' sahut Starla. ''Kami cantik juga manis...kok mau sih sama Arsen yang dingin plus kaku itu?'' tanyanya.
''Jangan mulai deh tante.'' sela Arsen.
''Ya sudah yuk sayang kita lihat beberapa koleksi tante.'' ajaknya menuju ke salah satu ruangan yang masih berada dalam ruangan tersebut.
Setelah berkutat dengan beberapa model pakaian, akhirnya pilihan pun sudah di jatuhkan...baik untuk tunangan maupun untuk acara pernikahan.
''Kirim kerumah ya tan.'' kata Arsen.
''Beres.'' sahut Starla.
''Kita pamit ya tan.'' pamit Arsen.
''Iya...hati-hati ya.'' kata Starla.
__ADS_1
''Kayaknya kamu akrab banget ya sama tante Starla...kamu sudah sering kesini ya?'' tanya Aluna saat mereka berdua sudah masuk kembali kedalam mobil.
''Oh tante Starla itu anak dari adiknya opa.'' jawab Arsen. ''Jadi tentu saja kami akrab.'' sambungnya lagi.
''Oh gitu.'' beo Aluna.
Perjalanan mereka pun berlanjut ke toko perhiasan untuk membeli dua pasang cincin, cincin untuk pertunangan dan cincin pernikahan mereka.
''Aku anterin ya...'' tawar Arsen.
''Tapi jangan sampai di depan toko ya...gak enak sama yang lain soalnya dan aku juga gak mau jadi omongan nantinya.'' kata Aluna.
''Oke,gak masalah.'' sahut Arsen.
Benar saja, Arsen mengantarkan Aluna tapi menghentikan mobilnya berjarak beberapa meter dari toko bunga.
''Aku pergi dulu ya...dan terimakasih untuk hari ini.'' ucap Aluna.
''He'em.'' sahut Arsen.
''Hati-hati.'' peringat Aluna.
''Nanti aku jemput ya?'' tanya Arsen.
''Gak usah...aku bawa motor kok.'' jawab Aluna lalu keluar dari mobil Arsen.
...****************...
''Selamat siang...'' seru Aluna ketika masuk kedalam toko.
''Aluna.'' seru para teman-temannya di toko.
''Lun...kemarin malam kamu pulangnya gimana? kita tungguin kok kamu gak balik lagi...jadi maaf kami tinggal.'' ucap Ria.
''Iya gak apa-apa kok Ri, kebetulan di sana pestanya cukup ramai dan aku di tarik sama salah satu pelayan di sana buat di minta bantuin.'' alasan Aluna. ''Lumayanlah buat tambah-tambah dan maaf ya aku sampai gak sempet buat ngabarin kalian.'' ucapnya.
''Iya gak apa-apa.''sahut Ria.
''Sudah sehat Lun?'' tanya Ara yang baru saja keluar dari ruangannya.
''Iya mbak...maaf ya kemarin aku jadi gak masuk.'' ucap Aluna.
''It's oke, gak masalah kok...yang penting sekarang kamu sudah baik-baik saja.'' sahut Ara.
''Pasti gara-gara kamu kecapekan ya?'' tanya Ria.
''He'em.'' jawab Aluna di barengi dengan anggukan dari kepalanya.
__ADS_1
Terbesit rasa bersalah pada hati Aluna...karena dengan terpaksa dirinya harus berbohong untuk menutupi kejadian yang sangat memalukan sekaligus paling menyakitkan yang kemarin malam dia alami.