
❤️ Happy Reading ❤️
Di hadirkan menjadi bagian dalam sebuah keluarga pengusaha yang sukses dan ternama memberi keuntungan tersendiri untuk Aluna.
Dirinya bisa belajar dengan siapa saja yang ada di rumah itu.
Ada opa Arya yang merupakan pengusaha hebat sekaligus pendiri perusahaan AN grup yang nyatanya saat ini menjadi perusahaan besar dan berpengaruh di kancah dunia bisnis.
Ada oma Shanum yang dulu merupakan seorang dokter sekaligus pemilik dan pemimpin ruangan sakit sekilas internasional.
Daddy Axel...yang saat ini masih menduduki tampu pemimpin nomor satu di perusahaan dengan sepak terjang kariernya sehingga membaut perusahaan semakin melebarkan sayapnya tak hanya di Asia melainkan di Eropa juga Amerika.
Mommy Shakila...wanita biasa yang merintis usaha dari bawah hingga saat ini bisa berkembang menjadi cafe paling populer di untuk anak muda dengan cabang yang sudah ada di mana-mana.
Arsyila...gadis cantik yang merupakan kembaran Arsen itu tak juga bisa di anggap remeh, karena nyatanya bisnis salon kecantikan yang di gelutinya sudah begitu terkenal dengan anak cabang yang tak bisa di ragukan lagi.
Arsen...laki-laki yang bergelar sebagai suami dari Aluna itu, selain menjabat sebagai wakil sang daddy di perusahaan, dirinya juga memiliki bisnis bengkel mobil dan motor di beberapa tempat serta kos-kosan yang sudah memiliki beratus-ratus pintu.
Belum lagi dengan kerabat yang lain yang tak kalah hebat yang bisa di tanya oleh Aluna.
Sharing...bertukar pikiran dengan berbagai topik pun menjadi sangat menarik juga berfaedah.
''Mau oma dan opa temani ke perusahan?'' tawar oma Shanum pagi ini.
''Gak usah oma.'' jawab Aluna. ''Maaf bukan maksud aku untuk menolak tapi aku cuma gak mau ngerepotin oma dan opa juga gak mau ganggu waktu istirahat kalian.'' kata Aluna. ''Karena kalau sampai oma dan opa kelelahan...itu akan membuat aku menjadi merasa bersalah.'' tuturnya. ''Jadi aku minta do'a serta restu oma dan opa...karena itu sudah lebih dari cukup untuk Luna.'' sambungnya.
''Benar kata Luna...oma serta opa lebih baik di rumah saja dan jaga kesehatan.'' timpal Arsen. ''Karena Arsen mau oma dan opa tetap sehat dan ikut menjaga serta merawat anak-anak Arsen dan Aluna kelak.'' imbuhnya.
''Hem baiklah kalau begitu.'' kata oma Shanum. ''Tapi kalau ada yang tak kamu mengerti...kamu jangan segan-segan untuk menelpon kami.'' ujarnya.
__ADS_1
''Baik oma...terimakasih.'' sahut Aluna.
''O iya sayang...hari ini akan ada pak Tomi yang akan datang ke perusahaanmu untuk membimbing serta mengajarimu sementara waktu sampai kamu cukup mengerti dan bisa di lepas sendiri.'' kata Arsen memberi tahu. ''Setelah kamu bisa...dia aku minta untuk menduduki jabatan sebagai wakil kamu di perusahaan.'' sambungnya.
''Pak Tomi merupakan salah satu orang kepercayaan di perusahan dan dia juga sangat berkompeten.'' sambung daddy Axel. ''Jadi daddy rasa dia akan sangat bisa membantumu.'' lanjutnya.
...****************...
''Nanti siang aku akan kesini...kita akan makan siang bersama.'' kata Arsen ketika mengantarkan Aluna ke perusahaannya.
''He'em.'' jawab Aluna.
''Aku pergi dulu ya...'' kata Arsen.
''Kamu hati-hati dan jangan ngebut di jalan.'' peringat Aluna.
''Siap bu' bos.'' kata Arsen yang membuat Aluna tersenyum.
''Heh j****g!'' sentak seseorang ketika Akuan batu saja membalikkan badannya.
Ternyata ada yang sedang mengawasinya sedari tadi, sehingga begitu Arsen pergi...langsung ada saja yang menghampirinya dengan kata-kata yang tak ada artinya.
''Siapa? aku?'' tanya Aluna sambil menunjuk dirinya sendiri.
''Iya siapa lagi kalau bukan kamu.'' jawabnya.
''Aduh ngaca dulu lah sebelum ngatain orang.'' kata Aluna. ''Situ gak sadar diri...gak introspeksi diri, hah.'' katanya lagi. ''Sampai situ dengan percaya dirinya mengatakan orang lain j****g.'' imbuhnya sambil melipat tangannya bersedekap di dada.
''Halah...memang kami itu j****g kok.'' katanya.
__ADS_1
''Apa buktinya kalau aku itu seorang j****g?'' tanya Aluna dengan santai padahal saat ini mereka sudah jadi tontonan para karyawan yang baru saja datang untuk bekerja.
''Iyalah kamu itu j****g...kamu sengaja melempar tubuh kamu di ranjang tuan muda Arsen untuk meraih semua ini.'' katanya dengan lantang.
''Iya memang aku melemparkan tubuhku ke ranjangnya.'' jawab Aluna yang membuat semua orang seperti melotot kaget dengan jawaban yang dia berikan, bahkan Loli yang baru saja sampai pun juga tak kalah kaget.
Mungkin mereka saat ini benar-benar berpikir bahwa Aluna adalah seorang j****g seperti yang di katakan oleh Nurma...ya orang yang sedari tadi mencari masalah dengan Aluna adalah Nurma...saudara tirinya sendiri.
''Heh...akhirnya kamu mengakui juga kebusukanmu.'' kata Nurma dengan senyum mengejeknya.
''Terus apa salahnya kalau aku melakukan itu?'' tanya Aluna. ''Toh aku melemparkan tubuhku ke pelukan suamiku sendiri...di ranjang kami.'' sambungnya. ''Yang salah itu juga melemparkan tubuh ke ranjang pria lain yang tak ada hubungan yang halal.'' lanjutnya. ''Seperti dirimu...'' imbuhnya lagi.
''Kamu...'' kata Nurma dengan geram sambil menunjuk ke arah Aluna.
''Semua orang juga sudah tau seperti apa dirimu dengan segala skandal yang ada di dalamnya.'' kata Aluna dengan telak sehingga bisa membungkam mulut Nurma. ''Sebelum berbicara dan bertindak pikirkan dulu baik-baik sehingga tak akan malah berbalik mempermalukan dirimu sendiri.'' tutur Aluna.
Nurma milih untuk segera pergi dari sana...nyatanya Aluna yang sekarang tak seperti Aluna yang dulu...yang dengan mudahnya dia tindas sesuka hati.
''Eith tunggu dulu...mau kemana kok buru-buru.'' kata Aluna yang ingin mencegah Nurma pergi. ''Satu fakta lagi nona Nurma...nyatanya dirimulah yang ingin melemparkan tubuhmu di ranjang tuan muda Narendra dengan pernah mencoba menjebakanya dengan mengunakan obat perangsang, namun semua itu gagal...sebab dewi keberuntungan sama sekali tak memihak pada dirimu.'' kata Aluna. ''O iya...asal kamu tau, kami memiliki bukti untuk itu dan sewaktu-waktu kami bisa saja menjebloskanmu ke penjara menyusul ke dua orangtuamu.'' peringatnya lagi.
Niat hati ingin mempermalukan Aluna...malah dirinya sendiri yang di permalukan dan hal itu membuat Nurma kesal setengah mati.
''Bubar...apa kalian akan terus berada di sini...'' kata Loli setelah Nurma pergi dari sana. ''Nyonya tidak apa-apa?'' tanyanya pada Aluna.
''Aku tak apa Loli.'' jawab Aluna. ''Ayo...'' ajaknya.
...****************...
Arsen yang melihat video kiriman dari anak buah yang sengaja dia minta untuk melindungi Aluna saat tak ada dirinya. Kejadian yang ada di video itu pun langsung membuat Arsen sangat kesal juga geram.
__ADS_1
Tapi juga ada rasa bangga terselip di sana...melihat istrinya itu bisa begitu tenang dalam menghadapi masalah dan juga bisa memukul Nurma dengan kata-katanya yang santai namun langsung tepat sasaran.
''Aku harus lakukan sesuatu untuk wanita tak tau diri itu.'' geram Arsen dengan tangan yang terkepal kuat untuk meredam amarahnya .