Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 92


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Brak


Arsen menutup pintu kamarnya dengan kasar.


Bugh


'Di lemparkannya tubuh Aluna ke atas ranjang king size miliknya.


Aluna hanya bisa menangis sambil menggelengkan kepalanya sambil terus mundur dengan posisi duduk.


Tapi karena sudah di kuasai oleh obat lucnut sehingga membuat Arsen benar-benar buta dan tuli.


Sret


Di tariknya kaki Aluna agar mendekat ke arahnya.


Srak


Di tariknya dengan kasar pakaian Aluna sehingga terkoyak tek berbentuk.


Terpampanglah tubuh Aluna yang putih mulus, apalagi dengan keadaan yang sudah setengah telanjang...semakin membuat hasrat Arsen semakin menggila.


Mulai di cumbuannya tubuh yang belum pernah tersentuh itu, bahkan saat ini bungkaman di mulut Aluna sudah di lepas di gantikan dengan bibir sang tuan muda.


Aluna menangis, dia berontak...sayang tubuhnya mengkhianati dirinya.


Tak munafik...setiap sentuhan dari Arsen membuat gairahnya bangkit dan ingin marasakan sesuatu yang lebih.


Sedangkan teman-teman Aluna yang lain mulai gelisah karena Aluna tak kunjung kembali sehingga mereka memutuskan untuk mencarinya.


Setelah bertanya ke beberapa pelayan, namun tak ada yang melihatnya.


Karena hari sudah semakin malam, mereka memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Bukannya tak setia kawan namun mereka mengira bahwa Aluna sudah pulang duluan.


...****************...


''Pagi semua.'' sapa Syila yang baru turun dari lantai atas dimana kamarnya berada.


''Pagi.'' jawab semua.


''Kamu gak lihat kakakmu Syil?'' tanya mommy Shakila.


''Enggak mom, mungkin dia masih ada di kamarnya.'' jawab Syila.


''Tumben, memangnya gak mau ke kantor dia.'' sahut oma Shanum.


''Biar aku lihat mom, soalnya semalam dia juga ngilang gitu aja dari pesta.'' kata mommy Shakila yang memang tadi malam mencari keberadaan putranya untuk di kenakan pada salah satu anak kenalannya.


Maklum soalnya Arsen selama ini di kenal tak pernah memiliki kekasih, jadi mommy Shakila sedikit khawatir atau lebih tepatnya takut jika putranya itu memiliki kelainan.

__ADS_1


Padahal Syila sang adik kembarnya saja sudah memiliki tunangan saat ini.


...****************...


Tok


Tok


Tok


''Kak.'' panggil mommy Shakila namun tak mendapatkan jawaban dari dalam.


Cklek


''Lah tumben gak di kunci.'' gumamnya lalu memilih untuk melangkah kedalam.


Ctak


''Arsen!'' seru mommy Shakila saat melihat sepasang anak muda sedang tidur berdua di ranjang dengan posisi Arsen yang membawa tubuh sang wanita di dalam dekapannya.


Betapa stoknya mommy Shakila pagi ini, hal yang tak pernah terbayang di benaknya terjadi.


Kalau di lihat dengan keadaan kamar yang berantakan akibat pakaian yang berserakan di lantai, bisa di pastikan saat ini keduanya pasti sedang dalam keadaan full naked dan habis melakukan yang tidak-tidak.


''Apa sih mom teriak-teriak.'' kata Arsen yang belum membuka matanya karena jujur saja kepalanya masih sedikit berdenyut akibat obat semalam.


''Arsen!'' tekan mommy Shakila lagi yang juga membuat tidur Aluna terusik.


Entah semalam dia tidur jam berapa karena seolah tak pernah ada lelah serta puasnya Arsen menggagahinya berkali-kali.


Arsen pun juga begitu saat melihat ada orang lain di kamarnya dan tidur satu ranjang dengannya.


''Mommy tunggu kalian berdua di lantai bawah.'' kata mommy Shakila dengan dingin, lalu keluar dari kamar sang putra menyisakan dua orang yang tak saling kenal.


''Kamu siapa? kenapa ada di kamarku?'' tanya Arsen yang membuat Aluna menangis.


Arsen kemudian mulai mengingat kepingan kejadian tadi malam sehingga terjadilah sesuatu yang tak di inginkan.


''Sial.'' umpatnya. ''Aku akan mandi lebih dulu.'' kata Arsen lalu meraih celana boksernya yang untung saja tergeletak tak jauh dari tempatnya berada.


Sepuluh menit cukup untuk Arsen membersihkan tubuhnya.


''Kamu mandilah.'' kata Arsen.


Aluna menurunkan kakinya dengan hati-hati.


''Ish...'' desis Aluna yang merasa teramat sakit di bagian inti tubuhnya selain badannya yang terasa remuk.


Tanpa aba-aba Arsen langsung menggendongnya ala bridal style dengan selimut yang masih melilit di tubuh Aluna.


''Berendamlah dengan air air hangat sebentar.'' ucap Arsen lalu keluar.


''Darah.'' gumam Arsen saat melihat bercak darah di seprai putih miliknya. ''Dia masih perawan.'' gumamannya lagi. ''Sial...aku merusak anak gadis orang.'' umpatnya lagi.

__ADS_1


...****************...


''Arsen mana mom?'' tanya daddy Axel saat melihat sang istri turun sendiri ke ruang makan.


''Masih ada di kamarnya dad.'' jawab mommy Shakila. ''Kita sarapan aja lebih dulu.'' sambungnya lagi.


Mommy Shakila tak mau mengatakannya langsung...karena sudah dapat di pastikan kalau mereka tau lebih dulu, pasti tak akan ada yang memakan sarapannya.


Mau marah pun juga butuh tenaga lebih dulukan.


''Bisakah jangan ada yang pergi dulu sebelum Arsen keluar?'' kata mommy Shakila.


''Ini sebenarnya ada mom?'' tanya daddy Axel.


Sebagai suami, dia sudah menangkap gelagat yang aneh dari sang istri sejak turun dari kamar putra mereka.


''Kita tunggu saja di ruang keluarga.'' kata mommy Shakila tanpa menjawab apa yang di tanyakan oleh suaminya.


Mommy Shakila sebisa mungkin untuk menahan air matanya yang seakan ingin terus menetes.


Sedangkan di kamar, Arsen yang sudah berpakaian santai...memilih untuk menghubungi sang asisten dan mengatakan kalau hati ini dirinya tak masuk.


Cklek


''Pakailah.'' tunjuknya pada pakaian yang ada di atas ranjang. '' Mungkin tadi mommy yang siapkan.'' sambungnya lagi.


Ya mommy Shakila tadi memang masuk kembali ke kamar Arsen untuk memberikan pakaian pada wanita yang ada di kamar itu saat Arsen berasa di ruang ganti sedangkan Aluna di kamar mandi.


''Siapa namamu?'' tanya Arsen begitu Aluna sudah selesai memakai pakaiannya.


''Aluna.'' lirih Aluna.


''Aku Arsen.'' kata Arsen memperkenalkan dirinya. ''Sepertinya aku pernah melihatmu?'' terka Arsen. ''O iya kamu yang waktu itu minta ganti rugi sama aku waktu di jalan.'' kata Arsen lagi yang membuat Aluna langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah Arsen dengan mata yang masih sembab.


''Aku mau pulang.'' lirih Aluna.


''Aku akan mengantarmu...tapi kita harus menemui keluargaku dulu.'' kata Arsen. ''Aku akan bertanggung jawab.'' sambungnya lagi.


...****************...


''Masih lama gak sih mom? Syila harus pergi.'' tanya Syila yang terus melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


''Sabar Syila.'' jawab mommy Shakila.


''Kita juga harus pergi ke panti Kil.'' timpal oma Shanum.


''Tunggu sebentar lagi ya mom.'' kata mommy Shakila.


''Sayang, kamu tinggal bilang pada kami ada apa sebenarnya? jangan bikin kami menerka-nerka ada apa.'' kata daddy Axel.


''Selamat pagi.'' sapa Arsen yang baru saja turun dengan Aluna di belakangnya.


''Pag...'' ucapan daddy Axel terhenti saat melihat ada orang lain di belakang sang putra. ''Ada apa ini sebenarnya...tolong jelaskan?'' tanya daddy Axel penuh penekanan. ''Mommy...Arsen...'' katanya lagi.

__ADS_1


''Begini dad...'' sahut mommy Shakila.


''Biar Arsen saja yang jelaskan mom.'' potong Arsen.


__ADS_2