
❤️ Happy Reading ❤️
Cklek
''Bisa gak kalau masuk itu ketuk pintu dulu...kebiasaan.'' celetuk Axel tanpa menolehkan pandangannya pada layar monitor laptop saat ada yang membuka pintu ruangan terlengkap di perusahaan.
''Ah maafkan aku...'' ucap Shakila.
Deg
''Suara itu.'' batin Axel yang langsung spontan melihat ke arah sumber suara.
''Ah sayang...kamu sudah datang.'' kata Axel. ''Maaf...aku tadi gak tau kalau kamu yang buka pintunya...aku pikir...'' kata Axel sambil berjalan menghampiri ratu hatinya.
''Kamu pikir siapa? siapa yang mempunyai kebiasaan membuka pintu ruanganmu tanpa mengetuk terlebih dahulu?'' cecar Shakila pada Axel.
Tentu saja hal itu membuat Shakila cemburu serta berpikir negatif...apalagi bila di ingat siapa suaminya ini.
''Itu kak Hanan yang biasanya seperti itu.'' jawab Axel. ''Memang di perusahaan ini siapa lagi yang berani berbuat seperti itu kalau bukan dia.'' sambungnya lagi.
''Oh kak Hanan.'' beo Shakila yang sedikit mereda lega. ''Tapi awas saja kalau ternyata ada seorang wanita yang seperti itu...kalau kamu sampai ketahuan bermain di belakang aku...lihat aja.'' ancamnya. ''Aku akan minta kak Hanan buat ngawasin kamu selama bekerja.'' sambungnya lagi.
''Ya ampun sayang...kamu gak percaya sama aku...'' kata Axel dengan memelas.
''Aku mungkin bisa percaya sama kamu tapi tidak untuk para wanita yang sering kali melihatmu dengan tatapan lapar dan memuja.'' sahutnya sambil duduk di salah satu sofa yang ada di sana.
''Sayang...anak-anak mana?'' tanya Axel sambil menghampiri sang istri.
''Oh ya ampun...aku sampai melupakan mereka.'' kata Shakila yang langsung berdiri dan terburu-buru berjalan ke arah pintu masuk.
Axel yang melihat kelakuan sang istri hanya bisa geleng-geleng kepala.
...****************...
Cklek
''Ah maaf...maaf...'' ucap Shakila ketika sudah berada di luar ruangan.
''Iya tidak apa-apa nyonya.'' jawab Lala.
''Paper bag yang ada beberapa kotak sterofom mana ya mbak?'' tanya Shakila.
__ADS_1
''Yang ini nyonya.'' sahut Nila.
Shakila langsung meraih paper bag tersebut dan berjalan ke arah meja sekretaris.
''Ini...'' kata Shakila sambil meletakkan satu kotak sterofom dan satu box salat buah di meja sekretaris. ''Buat makan siang.'' sambungnya.
''Terimakasih nyonya.'' ucapnya.
''Iya sama-sama.'' sahut Shakila.
Shakila kembali lagi ke tempatnya yang semula.
''Anak-anak biar sama saya aja.'' kata Shakila. ''Dan kalian bisa makan di ruang pantry yang ada di lantai ini.'' katanya lagi. ''Dan ini untuk kalian.''kata Shakila memberikan paper bag yang tadi.
''Terimakasih nyonya.'' ucap mereka. ''Tapi letak pantrynya sebelah mana ya nyonya?'' tanya Lala.
''Em...'' Shakila celingak-celinguk sambil berpikir di mana letak pantry yang sebenarnya dirinya juga tak tau. ''Kak Hanan.'' seru Shakila saat melihat pria itu berjalan ke arahnya. ''Kak, minta tolong boleh?'' tanya Shakila setelah Hanan mendekat.
''Apa?'' tanya Hanan.
''Tolong kasih tau letak pantry dong.'' jawabnya. ''Biar baby sitter twins bisa makan dan istirahat sebentar.'' sambungnya.
''Oh...lorong itu lurus aja, rungan paling ujung.'' jawab Hanan. ''Ada tulisannya kok.'' sambungnya lagi.
''Masuk yuk kak...kita makan siang bareng.'' ajak Shakila dengan mengangkat paper bag yang berisi makanan, sedangkan tas yang berisi kebutuhan baby twins sudah dia selempangkan di bahunya.
''Biar kakak aja yang dorong mereka.'' kata Hanan mengambil alih stroller baby twins.
Cklek
''Loh kak...'' kata Axel ketika Hanan masuk bersama anak dan istrinya.
''Di ajak makan siang bareng sama nyonya bos.'' sahut Hanan.
''Lah mereka tidur...'' kata Axel ketika melihat bayinya yang berada di dalam stroller. ''Di tiduri di kamar aja ya sayang...biar lebih nyaman.'' kata Axel lagi.
''He'em, tapi jangan lupa samping mereka di kasih bantal.'' kata Shakila dan di angguki oleh Axel.
...****************...
Jam makan siang telah usai, tapi Axel harus kembali menyelesaikan pekerjaannya sebelum mereka pergi.
__ADS_1
Sedangkan Shakila...mommy muda itu lebih memilih untuk masuk kedalam kamar pribadi sang suami untuk melihat k dia buah hatinya sekaligus memompa sumber makanan utama si kembar.
Cklek
''Sudah selesai?'' tanya Shakila saat melihat sang suami masuk kedalam kamar.
''Iya sudah.'' jawab Axel. ''Uh anak-anak daddy sudah bangun ya...'' kata Axel pada sang buah hati. ''Laper ya nak...haus banget ya...'' katanya lagi saat baby twins pedang asik menyusu menggunakan dot mereka masing-masing.
''Tolong bantu pegang dong sayang.'' pinta Shakila yang memang saat ini sedang memegang dua dot sekaligus.
''Yah sudah habis ya nak...sudah kenyang...'' kata Axel.
''Kita berangkat sekarang aja gimana sayang...biar nanti gak pulang kemalaman.'' kata Axel, karena pasti istrinya itu nanti akan lama-lama di calon cafe miliknya.
''Tunggu sebentar ya, aku mau lap dan ganti baju mereka dulu biar lebih nyaman.'' kata Shakila.
''Baiklah...ayo kau bantu.'' kata Axel menawarkan diri yang tentu saja langsung di iyakan oleh Shakila.
...****************...
Hanya butuh waktu dua puluh lima menit mereka sudah sampai di tempat yang merupakan calon cafe milik Shakila.
Sedangkan kalau dari rumah ke cafe hanya membutuhkan waktu dua puluh menit saja.
Klik
Axel membuka pintu cafe...
''Wah sayang...apa ini gak terlalu besar?'' tanya Shakila yang masih kaget.
''Enggak sayang.'' sahut Axel. ''Disini ada dua lantai, jadi lantai atas bisa kamu gunakan untuk orang yang lebih menginginkan sebuah privasi.'' kata Axel memberi usul. ''Kamu tinggal tentuin konsep cafenya mau seperti apa, biar nanti tim desain ikut membantu.'' sambungnya lagi.
''Em...boleh gak mas kalau di ruangan yang sebelah sana...lantainya kita alasi dengan rumput sintetis, terus atapnya di kasih yang transparan...biar ada cahaya yang masuk...di kasih bunga-bunga plastik gantung...di kasih sepeti ayunan dan jungkat jungkit, dan di pinggir-pinggir kita kasih kayak pendopo-pendopo gitu buat tempat makannya.'' papar Shakila. ''Supaya kalau ada Naka yang ikut kesini...jadi betah dan gak bosen.'' sambungnya lagi. ''Dan aku mau tembok itu di bongkar...sekatnya aku mau di ganti dengan jendela kaca besar-besar.'' imbuhnya lagi mengemukakan idenya.
''Baik...aku setuju.'' kata Axel.
''Kalau di area ini aku mau tetap katak gini aja...tinggal kasih meja sama kursi-kursi dan aku juga mau ada televisi besar terpasang di dinding sana.'' kata Shakila. ''Karena anak jaman sekarang suka nongkrong sambil nobar...dan aku juga mau ada WiFi.'' imbuhnya.
''Oke, gimana kalau sekarang kita lihat lantai dua...'' tawar Axel.
''Itu?'' tanya Shakila sambil menunjuk ruangan yang ada di dekat tangga.
__ADS_1
''Itu ruangan kamu.'' jawab Axel. ''Di dalam sana juga ada ruangan yang bisa kamu jadikan kamar pribadi, serta ada kamar mandi juga.'' sambungnya.
Di lantai atas ada beberapa ruangan yang akan Shakila gunakan untuk menjadi ruang VVIP.