Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 106


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pesta masih berlanjut...mengingat banyaknya tamu undangan yang hadir, baik dari kerabat, pejabat maupun para relasi bisnis dan juga para petinggi perusahaan AN grup.


Kini tuan Rendi Handoyo dan keluarganya naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kedalam mempelai.


Kalau boleh jujur mereka sebenarnya tak sudi untuk bersalaman dengan Aluna, tapi mengingat siapa yang ada di belakang wanita itu saat ini membuat mereka terpaksa melakukannya.


''Selamat tuan muda.'' ucap Rendi Handoyo pada Arsen dan bergantian pada Aluna.


Sedangkan istrinya terkuat sekali ogah-ogahan saat bersalaman dengan anak tirinya itu.


Beda lagi dengan Nurma.


''Beruntung banget ya loh...anak yang terbuang.'' bisik Nurma saat bersalaman dengan Aluna. ''Tapi lihat saja...aku akan merebut semua yang kamu dapetin ini seperti yang sudah-sudah dan kamu akan kembali menjadi yang terbuang.'' sambungnya dengan begitu percaya diri.


Padahal dia tidak tau saja rencana apa yang di telah di susun Arsen untuk menghancurkan kehidupannya.


''Ada apa? apa telah terjadi sesuatu?'' tanya Arsen yang melihat perubahan wajah Aluna setelah bersalaman dengan Nurma. ''Ingat...aku gak mau ada lagi yang kamu tutup-tutupi...kita ini sekarang sudah suami istri jadi harus saling terbuka satu sama lain.'' tutur Arsen yang tak mau sang istri memendam masalahnya sendiri.


''Nanti aku kasih tau kalau acara telah selesai'' jawab Aluna.


''Ars, lebih baik kamu ajak Aluna ke kamar...kalian pasti sudah lelah.'' kata mommy Shakila.


''Tapi tamunya mom...'' kata Arsen.


''Biar daddy sama mommy juga om Hanan dan tante Mira yang temani.'' jawab mommy Shakila. ''Lagian ini tinggal beberapa dan rata-rata adalah relasi bisnis daddy.'' sambungnya.


''Baik mom, kalau gitu kita berdua duluan.'' pamit Arsen.


...****************...


Begitu sampai kamar...Aluna langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


''Aduh aku mens lagi...mana gak bawa pembalut.'' kata Aluna saat melihat bercak darah yang ada di underwear yang ia pakai.


''Minta tolong Arsen ajalah, untung aku selalu bawa di tas.'' gumamnya.


''Ars.'' seru Aluna sambil menyembulkan kepalanya di pintu.


''Iya.'' sahut Arsen yang tengah sibuk dengan ponsel di tangannya.


''Boleh minta tolong gak?'' tanya Aluna.


''Apa?'' tanya Arsen dengan perasaan yang sudah tak enak.

__ADS_1


''Em bisa tolong ambilin pembalut di tas aku gak.'' jawab Aluna.


''Hah...jadi kamu halangan?'' tanya Arsen.


''He'em...baru saja.'' jawab Aluna lirih.


''Gagal deh malam pertama.'' kata Arsen dengan kesal.


Dia berjalan gontai menyerahkan pembalut ke tangan Aluna yang sudah terulur keluar.


...****************...


''Kenapa harus datang sekarang sih? saat malam pertama kita.'' keluh Arsen saat Aluna sudah keluar dari kamar mandi.


''Ya memang sudah waktunya.'' jawab Aluna. ''Lagian malam pertama apa...apa kamu lupa kalau kita sudah pernah melakukannya.'' kata Aluna mengingatkan Arsen pada kejadian yang telah lalu.


''Tapi tetap aja ini malam pertama di saat kita sudah menjadi pasangan yang sah.'' kata Arsen. ''Eh tunggu...kamu halangan...berarti itu tandanya kamu gak hamil.'' kata Arsen lagi.


''Ya kalau halangan itu gak hamil Ars.'' sahut Aluna.


''Berarti kita harus berusaha lebih ekstra lagi.'' tuturnya.


''Dasar mesum.'' ledek Aluna.


''Mesum sama istri sendiri itu hal yang wajar dan sah-sah saja, yang gak wajar itu kalau mesum sama cewek lain apalagi sama istri orang lain.'' kata Arsen.


''O iya ngomong-ngomong apa yang terjadi tadi saat di pesta? tanya Arsen.


Aluna pun menceritakan apa yang dikatakan oleh Nurma padanya.


''Kamu tenang saja...karena semua itu tak akan terjadi...aku tak akan membiarkannya.'' kata Arsen.


''Tapi mereka itu orang-orang yang licik Ars.'' kata Aluna.


''Kamu lihat saja nanti apa yang bisa aku lakuin untuk membalas segala perbuatan mereka ke kamu.'' kata Arsen dengan penuh percaya diri. ''Aku juga sudah menyuruh orang untuk menyelinap tentang kematian ibu kamu...maaf karena sebelumnya aku tak meminta ijin terlebih dahulu padamu.'' ucap Arsen. ''Aku curiga kalau kematian ibu mertua bukan murni kecelakaan.'' sambungnya lagi.


''Jadi maksud kamu ada yang menginginkan kematian ibu?'' tanyanya.


''Tepat sekali.'' jawab Arsen. ''Tapi ini semua baru dugaanku juga daddy dan opa.'' sahut Arsen.


''Sudah sekarang lebih baik kita tidur.'' kata Arsen berikutnya. ''Walaupun aku gak bisa mengeksekusimu malam ini...tapi paling tidak aku masih bisa memelukmu sepanjang malam.'' sambungnya.


...****************...


''Cie pengantin baru...pagi bener bangunnya.'' ledek Alka saat Arsen dan Aluna turun dan bergabung untuk sarapan pagi bersama keluarga di restoran hotel.

__ADS_1


''Gimana semalam...berapa ronde?'' bisik Bima suami dari Ara.


''Ck...berisik.'' decak Arsen. ''Sudah sana makan.'' kata Arsen pada saudara-saudaranya.


Keadaan langsung hening ketika mereka semua sedang menyantap makanan.


Tak di benarkan dalam keluarga Narendra, jika berbicara pada saat makan di mulai.


''Kalian mau di sini dulu tau mau langsung pulang?'' tanya mommy Shakila.


''Pulang mom.'' jawab Arsen.


''Eh memang gak mau menikmati waktu berdua dulu gitu di hotel.'' sahut Yoga.


''Iya kan lebih bebas dari di rumah.'' sambung Bima.


''Apa mau langsung berangkat bulan madu kak?'' tanya Arsyila.


''Bulan madunya ditunda dan besok juga aku sudah mulai kerja, cutiku di undur.'' jawab Arsen.


''Loh kenapa?'' tanya Ara yang jadi ikut penasaran.


''Lah terus bulan madu mau ngapain kak...kalau yang mau di garap aja masih banjir bandang.'' sahut Arsen dengan kesal.


Mereka semua tertawa karena mengerti arti banjir bandang yang di maksud dengan Arsen, sengaja Aluna hanya diam saja...dia sangat mengerti dengan kekesalan sang suami...tapi ya mau gimana lagi memang sudah waktunya.


''Jadi semalam gagal dong...'' kata Alka di sela tawanya. ''Pantesan bt banget tu muka.'' sambungannya lagi.


''Tau ah...aku mau kekamar dulu buat ambil koper.'' kata Arsen lalu beranjak dari sana sambil menggandeng tangan sang istri.


...****************...


''Lun...biasanya berapa hari kamu selesai datang bulan?'' tanya Arsen saat mereka sudah kembali ke kamar.


''Memangnya kenapa?'' tanya balik Aluna.


''Aku mau kita melakukan malam pertama kalau kita sudah di tepat honeymoon kita.'' jawab Arsen.


''Biasanya sih satu minggu Ars.'' jawab Aluna. ''Memangnya kita mau honeymoon kemana?'' tanya Aluna.


''Rahasia dong...biar jadi surprise buat kamu.'' jawab Arsen. ''O iya, nanti sore kita akan ada konferensi pers untuk memperkenalkanmu menjadi bagian keluarga Narendra.'' kata Arsen memberi tahu.


''Harus ya?'' tanya Aluna.


''He'em...biar semua tau siapa next nyonya Narendra selanjutnya.'' sahut Arsen. ''Sehingga tak akan ada lagi orang yang berani meremehkan serta merendahkanmu.'' kata Arsen. ''Dan ingat sekarang nama kamu bukan lagi Aluna putri Handoyo...melainkan Aluna Arsen Narendra.'' tambahnya.

__ADS_1


''Iya akan aku ingat itu semua tuan Arsen Arsha Narendra.'' kata Aluna dengan tangan yang saat ini sudah mengalung indah di leher Arsen.


''Itu harus nyonya Arsen Narendra.'' sahut Arsen semakin mengeratkan belitan tangannya di pinggang ramping Aluna.


__ADS_2