Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 108


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Wah cantiknya istriku.'' kata Arsen yang bangun langsung bangun dari duduknya untuk menghampiri Aluna yang baru saja keluar dari ruang ganti.


''Ketahuan banget sih gombalnya.'' kata Aluna yang dalam sekejap mata pinggangnya sudah di belit dengan kedua tangan kekar Arsen.


''Kok gombal sih...'' kata Arsen yang tak terima.


''Iya gombal...karena aku make up aja belum sudah kamu bilang cantik.'' kata Aluna.


''Bagiku kamu itu sama terlihat cantiknya dengan ataupun tanpa make up sayang.'' kata Arsen.


''Sudah sekarang lepaskan dulu tangan kamu ini karena aku mau memakai make upku sebentar.'' kata Aluna.


''Kasih sesuatu dulu baru aku lepaskan...'' kata Arsen sengaja senyum liciknya.


''Hah...baiklah.'' sahut Aluna.


Cup


''Sudah.'' kata Aluna begitu setelah mendaratkan bibirnya di bibir sang suami.


''Hem...baiklah...dengan terpaksa aku lepaskan.'' kata Arsen dengan memberengut.


Sedangkan Aluna tersenyum mendapati tingkah sang suami yang seperti itu.


''Sudah dong sayang...kamu sudah sangat terlihat cantik.'' kata Arsen. ''Kalau gini caranya serasa aku tak rela dan ingin mengurungmu di kamar saja.'' imbuhnya lagi.


Padahal Aluna hanya memakai riasan tipis dan natural.


Tapi memang dasarnya cantik ya mau gimana pun juga tetap terlihat cantik.


''Eith mau ngapai?'' kata Aluna sambil menahan bibir Arsen menggunakan telapak tangan kanannya.


''Ck, cuma mau cium doang.'' kata Arsen.


''Gak ada...nanti yang ada malah bukan hanya cium tapi kita gak akan jadi pergi.'' kata Aluna lalu mengandeng tangan Arsen. ''Ayok.'' ajaknya.


''Baiklah...tapi tunggu saja balasanku nanti malam.'' kata Arsen dengan seringainya.


...****************...


''Selamat pagi mom...dad, oma...opa juga Arsyila.'' sapa Aluna.


''Selamat pagi sayang.'' sahut mommy Shakila dan oma Shanum.


''Wah mantu mommy pagi-pagi sudah rapi dan cantik saja, mau kemana nih?'' tanya mommy Shakila yang melihat tampilan Aluna tak seperti biasanya.


Menantunya itu terlihat mengenakan pakaian yang lebih formal saat ini.


''Ada rapat dewan direksi di perusahaan AHD mom.'' bukan Aluna yang menjawab, melainkan sang putra.

__ADS_1


''Sama kamu Ars?'' tanya mommy Shakila.


''Aku harus ke perusahaan mom.'' jawab Arsen. ''Ada yang perlu aku selesaikan.'' sambungnya lagi.


''Lah terus mantu mommy sama siapa kesananya?'' tanya mommy Shakila. ''Pasti di sana ada Nurma dengan para antek-anteknya...mommy gak mau ya kalau sampai terjadi hal-hal yang buruk pada mantu mommy.'' tegas mommy Shakila.


''Yang di katakan mommymu benar Ars.'' kata daddy Axel.


''Iya Arsen tau mom, dad, lagian mana tega aku biarin dia kesana sendiri.'' sahut Arsen. ''Ada Loli yang bakal menemaninya.'' katanya lagi memberi tahu.


''Loli...Loli siapa?'' tanya mommy Shakila.


''Adiknya Diki mom.'' sahut Arsen. ''Loli itu seperti Diki tapi versi wanita.'' sambungnya. ''Dan rencananya...aku juga mau jadiin Loli sebagai asisten Aluna untuk membantu mengurus perusahaan.'' tambahnya lagi.


''Daddy setuju.'' sahut daddy Axel. ''Daddy sudah dengar gimana kinerja anak itu.'' katanya lagi.


''Jadi boleh dad kalau Loli aku tarik dari perusahan?'' tanyanya.


''Tentu saja.'' sahut daddy Axel dengan singkat. ''Tapi untuk menepati posisinya saat ini apa kamu sudah ada kandidat?'' tanyanya mengingat Loli memiliki jabatan sebagai salah satu manager di perusahaannya.


''Sudah dad.'' jawab Arsen.


''Sudah di sambung lagi ngobrolnya, sekarang lebih baik kita sarapan.'' kata oma Shanum menginterupsi


Setelah mendengar intrupsi dari sang nyonya besar, mereka pun langsung diam dan mulai menyantap makanannya.


Bunga-bunga cinta semakin bermekaran di hati Aluna, dia tak menyangka ternyata suami dadakannya itu sudah mempersiapkan semuanya sedemikian rupa.


...****************...


''Selamat pagi asisten Diki.'' sahut Aluna.


''Panggil aja Diki gak usah pakek asisten.'' kata Arsen.


''Oh baiklah.'' sahut Aluna dengan mangangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


''Sayang...wanita yang di sebelah Diki...itu yang mananya Loli.'' kata Arsen.


''Hai Loli.'' sapa Aluna.


''Selamat pagi nyonya muda...tuan muda.'' sapa Loli.


''Maaf aku gak bisa mengantarmu ke perusahaan, tapi aku pastikan akan langsung kesana begitu semua urusanku selesai.'' ucap Arsen.


''Iya gak apa-apa, kan sudah ada Loli.'' sahut Aluna.


''Dan kamu Loli...tolong jaga dan bantu istriku.'' kata Arsen. ''Aku rasa kamu sudah sangat paham dengan tugasmu sebagai asisten.'' sambungnya lagi.


''Baik tuan muda.'' jawab Loli dengan membungkukkan sedikit badannya.


''Ya sudah kalau begitu aku berangkat sekarang ya...'' kata Aluna.

__ADS_1


Tapi saat hendak meraih tangan sang suami untuk berpamitan, Arsen justru meraih pinggangnya.


Posisi yang sangat intim itu membuat Loli dan Diki dengan refleks membalikkan tubuhnya, seolah ingin memberikan privasi pada tuan dan nyonya muda mereka.


''Ish, malu tau...ada mereka.'' bisik Aluna.


''Kenapa?'' tanya Arsen dengan menaikkan sebelah alisnya. ''Lagian mereka juga pasti ngerti kok.'' imbuhnya lagi.


''Lepas Ars, kita berdua harus sama-sama pergi.'' kata Aluna dengan tatapan memohon.


''Berikan aku ciuman terlebih dahulu baru aku lepaskan.'' kata Arsen memberi penawaran.


''Ck.'' decak Aluna.


''Semakin lama kau tak mendapatkannya maka akan semakin lama kita tetap di sini.'' kata Arsen dengan senyum yang menyeringai.


''Bener-bener gak tau malu dan gak tau tempat.'' gumam Aluna dalam hatinya.


Tapi dari pada dirinya tak bisa menghadiri rapat dewan direksi perusahaan AHD, lebih baik dirinya mengalah dan menahan malu saat ini...tapi ya biarlah toh sama suaminya ini.


Sayang seribu sayang...niat hati hanya ingin memberikan sebuah kecupan di bibir Arsen, tapi nyatanya pria itu bergerak lebih cepat...tangannya yang ada di pinggang dengan sigap tiba-tiba sudah ada di belakang tengkuk Aluna dan sedikit menahannya guna memperdalam ciuman mereka sekaligus agar membuat durasinya lebih lama.


Arsen baru melepaskan tautan mereka begitu tangan Aluna memukul dirinya.


''Hah...hah...kamu mau buat kau mati ya Ars.'' kata Aluna dengan masih berusaha mengatur napasnya yang memburu.


''Bukan ingin membuat kamu mati sayang.'' sangkal Arsen. ''Itu tandanya kamu harus lebih banyak belajar serta berlatih lagi.'' imbuhnya.


''Sudah ah aku berangkat.'' kata Aluna begitu napasnya sudah teratur. ''Semakin lama aku disini...bukannya jadi menghadiri meeting di perusahaan yang ada akan berakhir ke ranjang.'' sambung Aluna yang membuat Arsen terkekeh.


Kerena semua yang di katakan istrinya itu pasti akan benar-benar terjadi, sebab semua yang ada pada Aluna sudah menjadi candu untuk seorang Arsen Arsya Narendra.


Mereka pun akhirnya berpisah menggunakan kendaraan masing-masing menuju ke tempat yang berbeda.


...****************...


''Selamat pagi nyonya muda Narendra.'' sapa seorang pria begitu Aluna dan Loli turun dari mobil ketika sampai di tempat parkir perusahan AHD.


''Selamat pagi.'' balas Aluna dengan sedikit mengernyitkan dahinya, pasalnya wanita seperti merasa tak asing dan pernah bertemu dengan pria tersebut.


''Saya Gio nyonya muda.'' perkenal laki-laki yang mengaku bernama Gio tersebut. ''Saya adalah pengacara perusahan sekaligus pengacara pribadi keluarga Narendra.'' sambungnya.


''Oh iya saya baru ingat, anda yang menangani kasus kematian ibu saya.'' kata Aluna.


''Benar sekali nyonya dan saya di sini juga atas permintaan tuan muda untuk menemani anda.'' tuturnya. ''Em apakan kita bisa masuk ke dalam nyonya?'' tanyanya begitu setelah melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. ''Karena nampaknya rapat dewan direksi sudah di mulai beberapa menit yang lalu.'' imbuhnya lagi.


''Hem baiklah...ayo.'' sahut Aluna.


Cklek


''Siapa kamu?'' tanya Nurma yang saat ini sedang duduk di kursi yang di peruntukkan untuk pilin perusahan. ''Berani sekali kamu dengan lancang masuk ke ruang meeting ini.'' hardiknya lagi.

__ADS_1


Tapi Loli sama sekali tak menggubrisnya, dia membuka pintu dengan lebar agar sang nyonya muda dan pengacaranya bisa masuk.


''Kamu...'' kata Nurma kaget saat melihat siapa orang yang baru saja masuk.


__ADS_2