Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 107


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kebencian yang semakin membuncah di rasakan oleh seluruh anggota keluarga Rendi Handoyo saat ini.


Gadis yang mereka buang dan sia-siakan tak di sangka malah bisa masuk menjadi bagian dari keluarga pengusaha kaya raya yang menjadi incaran bagi semua pengusaha.


''Lihat...anak yang kamu biarkan hidup saat ini bisa menjadi bumerang untuk kehidupan kita.'' kata nyonya Nana Handoyo dengan marah pada sang suami. ''Dia bisa menyerang kita kapan pun dengan keluarga Narendra di belakangnya.'' kesalnya lagi. ''Sial...kenapa dia gak m**i aja dulu sama ibunya.'' umpat nyonya Nana Handoyo.


''Ayah...seharusnya saat ini aku yang ada di sana.'' rengek Nurma dengan menunjuk ke arah layar televisi yang menampilkan konferensi pers untuk memperkenalkan anggota baru keluarga Narendra.


Di sana terlihat sekali jika keluarga Narendra sangat menyayangi Aluna bahkan Arsen pun sama sekali tak melepaskan tautan tangan mereka dari semenjak masuk ke ruang konferensi.


''Anak sama ibu...sama saja.'' kata nyonya Nana. ''Suka mengambil posisi orang lain.'' imbuhnya lagi.


''Ayah...ayah harus melakukan sesuatu.'' rengek Nurma lagi pada sang ayah. ''Ayah tahukan kalau dari dulu aku menyukai tuan muda Narendra dan ingin masuk ke kedalam keluarga itu.'' sambungnya.


Celotehan ibu dan anak itu semakin membuat kepala tuan Rendi Handoyo berdenyut.


...****************...


''Bagaimana Dik dengan hasil penyelidikan yang aku minta?'' tanya Arsen begitu dirinya sudah masuk bekerja kembali akibat bulan madu yang harus tertunda.


''Ini semua yang anda minta bos.'' kata Diki.


''Bagus.'' puji Arsen. ''Aku mau menghubungi Aluna untuk meminta persetujuannya.'' katanya lagi.


Beberapa hari lalu Arsen memang sudah mengatakan pada Aluna tentang hal ini.


📞''Bagaimana sayang?'' tanya Arsen.


📞''Demi keadilan untuk ibuku...kita akan melakukannya.'' jawab Aluna.

__ADS_1


📞''Baik, aku jemput kamu sekarang dan kita langsung ke kantor polisi.'' kata Arsen lalu mengakhiri panggilan telponnya.


''Dik, telpon pengacara keluarga aku dan kita ke kantor polisi sekarang.'' perintahnya.


''Baik bos.'' jawab Diki.


...****************...


''Bagaimana? apa kamu sudah siap?'' tanya Arsen saat mereka sampai di depan kantor polisi.


''Huft...aku siap.'' jawab Aluna.


Terserah apa yang mau di katakan oleh publik nantinya, yang jelas dia hanya ingin mencari ke adilan untuk sang ibu yang telah tiada serta bukan bermaksud untuk membalas dendam.


Bagi Aluna saat ini yang terpenting dirinya mendapatkan dukungan penuh oleh suami serta keluarga suaminya.


Sakit...itulah sebenarnya yang ia rasakan setelah mengetahui fakta tentang di balik kecelakaan yang mengakibatkan dirinya kehilangan sosok seorang ibu melibatkan campur tangan dari ayah kandungnya sendiri dan hal ini jauh lebih sakit dari yang ia rasakan selama di buang serta di telantarkan oleh ayahnya.


...****************...


Di televisi telah viral saat ini...karena begitu laporan yang di buat Aluna masuk, polisi langsung memprosesnya.


Tuan Rendi Handoyo dan istri telah di gelandang ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan berencana pada nyonya Alina Handoyo yang tak lain dan tak bukan istri pertama dari tuan Rendi Handoyo sendiri.


''Berapa saham kita yang ada di perusahan AHD grup Dik?'' tanya Arsen.


''Dua puluh persen bos.'' jawab Diki.


''Kita harus pura-pura menarik saham kita dan menjualnya pada orang lain.'' kata Arsen. ''Buat juga para investor lain untuk menjual sahamnya pada orang kita.'' sambungnya lagi.


''Baik bos.'' jawab Diki.

__ADS_1


''O iya sebarkan video tak senonoh Nurma Handoko di media dan buat dia tertekan sehingga mau menjual beberapa persen saham keluarganya.'' tambah Arsen. ''Aku mau memiliki saham lebih besar dari pada mereka di perusahan itu.


''Laksanakan bos.'' sahut Diki.


Dan benar saja...melihat kasus yang di buat oleh tuan dan nyonya Handoyo serta skandal putri mereka, di tambah lagi dengan perusahan Narendra yang menarik sahamnya...dalam sehari membaut beberapa investor ikut menarik serta menjual saham mereka.


...****************...


Setelah beberapa hari persidangan dengan bukti yang sangat kuat serta beberapa saksi yang di hadirkan oleh pihak Aluna dan Arsen...membuat tuan Rendi dan istri mendekam di penjara.


Berbagai cara telah di upayakan termasuk mengajukan banding...namun tatap saja mereka kalah, bahkan beberapa aset serta saham perusahan pun telah di jual Nurma untuk menyewa tim pengacara guna melawan Arsen dan Aluna...namun sayangnya tak membuahkan hasil.


''Apa ini?'' tanya Aluna saat Arsen menyerahkan dokumen di hadapannya.


''Buka dan lihatlah.'' jawab Arsen.


''Bikin penasaran aja.'' kata Aluna lalu membukanya.


''Apa maksudnya ini Ars?'' tanya Aluna seperti orang bodoh padahal dia sudah membaca dokumen tersebut.


''Seperti yang kamu baca...itu adalah dokumen kepemilikan saham perusahan AHD grup yang aku beli atas namamu.'' jawab Arsen dengan begitu entengnya.


''Aku gak berhak untuk ini Ars.'' kata Aluna.


''Kamu berhak...karena itu adalah perusahan milik keluarga ibumu, hanya bedanya akulah yang memberikan saham itu untuk istriku.'' kata Arsen. ''Besok datanglah ke sana...karena akan ada rapat dewan direksi untuk menentukan siapa Presdir perusahan tersebut.'' tutur Arsen lagi.


''Tapi aku...'' kata Aluna yang masih ragu.


''Kamu ke sana akan di temani oleh salah satu orang kepercayaanku, dan aku serta Diki juga akan datang kesana untuk menyusulmu.'' potong Arsen.


''Terimakasih Ars...aku gak tau harus dengan apa supaya bisa membalas semua yang kamu lakukan untukku.'' ucap Aluna.

__ADS_1


''Cukup dengan cintamu dan tetap di sisiku selamanya.'' jawab Arsen. ''Dan dengan ini...'' katanya lagi yang langsung saja membawa Aluna menuju kearah peraduan.


__ADS_2