Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 129


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tenda-tenda telah selesai di bereskan, bahkan wajah mereka pun sudah sangat segar pagi ini.


Seusai sarapan, mereka semua kan menjalankan list kegiatan selanjutnya.


Berhubung oma Shanum dan opa Arya yang sudah sepuh, mereka memilih banyak melakukan kegiatan di area rumah saja.


Dari pagi hingga menjelang siang ini...mereka hanya akan mengisi dengan saling berbincang untuk lebih mempererat hubungan persaudaraan mereka sambil mengawasi para anak-anak yang bermain di area taman.


Sedangkan para wanita mengawalinya dengan sibuk membuat berbagai olahan untuk menemani waktu santai mereka sekeluarga.


''Kapan kamu akan menikah Niel?'' tanya opa Arya saat para pria sudah berkumpul di teras belakang. ''Opa dan oma ingin menyaksikan pernikahan kamu sama seperti para saudaramu yang lain sebalik kami pergi.'' sambungnya.


''Memangnya oma dan opa akan pergi kemana?'' tanya Daniel yang seolah tak tau kemana arah pembicaraan sang opa. ''Oma dan opa akan di sini terus bersama kami.'' sambungnya.


''Yah umur seseorang tak ada yang tau...'' kata opa Arya.


''Daddy...daddy ini ngomong apa.'' sela Axel. ''Axel gak suka daddy ngomong seperti ini.'' sambungnya lagi.


''Baik..baiklah daddy minta maaf.'' ucap daddy Arya.


Anak-anaknya memang tak suka dan cenderung emosi jika dirinya membicarakan tentang usianya dan sang istri yang mungkin tak akan lama lagi.


''Jadi kapan Niel?'' tanya opa Arya kembali pada satu-satunya cucunya yang belum menikah.


''Secepatnya opa.'' sahut Daniel penuh dengan keyakinan.


Kerena hal ini juga sudah pernah di bahas sebelumnya dengan kedua orangtuanya.

__ADS_1


...****************...


''Khem...tadi malam Daniel ngapain aja Ndi?'' goda Ara.


''Jangan bilang kalau kalian sudah begituan...'' terka Dexa yang membuat wajah Indira bersemburat merah


''Huh...itu mah kamu.'' kata Ara dengan sedikit menoyor kepala adik sepupunya itu.


''Aduk...'' pekik Dexa.


''Halah lebay.'' cibir Ara.


''Kayak kakak gak aja...'' kata Dexa. ''Pasti begituan kan semalam? apalagi suasana dan cuaca yang mendukung banget.'' kata Dexa lagi yang malah memperjelas kata-katanya.


''Oh sudah tentu...apalagi kan memang sudah halal, jadi berbuah pahala bukan dosa.'' sahut Ara dengan percaya dirinya.


''Ck, kalian ini apa gak malu ngomongin kayak gitu...apalagi di sini ada kami loh.'' kata mama Kinara.


''Gak apa-apa ma...toh kita semua yang ada di sini sudah dewasa semua.'' sahut Ara.


''Tapi di sini masih ada Indira yang belum menikah Ra.'' sahut Linda.


''Dia mah sebentar lagi nikah sama Daniel...jadi gak apa-apa.'' kata Dexa. ''Eh ku belum jawab pertanyaan kak Ara tadi loh Ndi.'' kata Dexa lagi.


''Iya Ndi...jawab dong, jangan bikin kak Ara penasaran.'' timpal Ara.


''Aku sama Daniel gak ngapa-ngapain kak, kami hanya ngobrol dan setelah itu tidur.'' jawab Indira.


''Ah masa...'' sahut Dexa yang seakan tak percaya.

__ADS_1


''Jangan suka curiga dan berprasangka buruk berlebih Xa.'' kata Aluna memperingatkan. ''Karena kalau orangnya tak terima akan menjadi masalah dan boomerang untuk diri kita sendiri.'' sambungnya, karena aliran takut jika Indira tersinggung dan berimbas pada hubungannya dengan Daniel.


''Tak apa kak.'' kata Indira. ''Kami itu masih punya batasan kak, kami tau apa saja yang bisa serta tak bisa kami lakukan jika bersama.'' kata Indira lagi.


''Good...kakak suka sikap kamu.'' kata Dexa dengan menepuk pelan pundak Indira.


''Sudah, yuk bawa itu semua dan kita susul para pria dan anak-anak di belakang.'' kata mommy Shakila.


Mereka membawa makan ringan, buah juga minuman ke belakang untuk mereka nikmati sambil berbincang nantinya.


''Makanan dan minuman datang!'' seru mami Alexa. ''Lagi ngobrol apa sih kok kayaknya seru banget?'' tanyanya.


''Biasa lagi ngomongin bisnis sayang.'' sahut Davin menjawab pertanyaan istrinya itu.


''Bisnis terus...bisnis terus...gak bosen apa setiap hari yang di bahas itu terus.'' kata Alexa.


''Iya nih...bisa gak kalau lagi ngumpul kayak gini jangan ngomongin bisnis.'' timpal mommy Shakila.


''Oma juga gak suka kalau lagi kumpul keluarga tapi malah membicarakan bisnis.'' sambung oma Shanum. ''Padahal momen seperti ini yang mommy dan daddy rindukan...kebersamaan seperti ini...santai dan saling bercengkrama.'' kata oma Shanum lagi.


''Maaf ya mom...beberapa waktu belakangan ini kami sedikit sibuk hingga tak ada waktu untuk berkumpul seperti ini.'' ucap Alvan sebagai anak yang tertua.


''Tapi kami janji, setiap akhir pekan...kami akan berkumpul dan menginap di sini seperti dulu lagi.'' kata Alexa.


''Itu yang kami berdua harapkan dan kami akan pegang omongan kalian itu.'' sahut oma Shanum.


''Iya mom...pegang omongan kita.'' kata Alexa.


Mereka pun mulai menikmati sajian yang ada sambil berbincang dan bersenda gurau bersama, dan acara semakin menyenangkan karena di tambah dengan celotehan serta tingkah lucu dari para cicit keluarga Narendra.

__ADS_1


__ADS_2