Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 37


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari demi hari berganti hingga tak terasa usia pernikahan Axel dan Shakila sudah memasuki usia satu bulan.


Hubungan mereka pun semakin lebih dekat dengan seiring berjalannya waktu.


Mereka selalu berangkat dan pulang kerja bersama...Axel yang lebih sering menggoda Shakila...Shakila yang sudah terbiasa tidur dalam pelukan Axel, dan ada lagi yang baru...ucapan selat pagi yang selalu di lontarkan Axel setiap bangun tidur dengan mengecup kening Shakila.


Ya walaupun pertama Shakila sempat melotot dan hendak protes atas kegiatan baru yang di lakukan Axel itu, tapi pria itu lebih dahulu mengatakan kalau itu demi kemajuan hubungan mereka, sebelum sang wanita membuka suaranya.


''Mom, dad, besok pagi Axel akan pergi ke perusahaan cabang yang ada di kota B.'' kata Axel memberi tahu saat mereka semua sedang bersantai di ruang keluarga seusai makan malam, dan kata-kata Axel barusan langsung membuat Shakila yang duduk di samping menoleh ke arahnya.


''Kok mendadak Ax?'' tanya mommy Shanum sebelum Shakila membuka suaranya.


''Ada sedikit masalah di sana mom.'' jawab Axel.


''Apa gak bisa di wakilkan saja?'' kata mommy Shanum yang sebenarnya merasa kasihan pada Kila, mommy Shanum melihat wajah Shakila berubah sendu ketika Axel mengatakan hal tadi.


''Kalau bisa sudah aku wakilkan mom...tapi ini sayangnya gak bisa.'' jawab Axel. ''Kalau gak segera di bereskan...takutnya akan semakin tambah besar masalahnya.'' sambungnya lagi.


Daddy Arya hanya menjadi pendengar yang baik di sana...karena sebenarnya dirinya juga sudah tau ada masalah di salah satu cabang perusahaannya itu.


''Kila biar ikut sama kamu ya Ax...'' kata mommy Shanum lagi yang tak ingin melihat menantu barunya bersedih.


''Gak bisa mom, aku kesana bukan untuk liburan tapi kerja.'' sahut Axel. ''Dan pasti pastinya aku di sana pasti sibuk banget, karena aku harus cepat menemukan akar masalah serta solusi yang tepat...agar aku cepat bisa kembali ke sini.'' sambungnya. ''Karena perusahan yang di sini pun gak bisa kalau aku dan kak Hanan tinggal lama-lama...banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan.'' imbuhnya lagi.


''Kalau kamu gak bisa menyelesaikan masalah di sana ataupun pekerjaan kamu keteteran...kamu bisa minta bantuan Abang Alvan atau Davin bahkan daddy dan pipi Henry Ax.'' sahut Arya.


''Nanti kalau aku bener-bener gak bisa aku bakal bilang ke kalian, tapi untuk saat ini biar aku selesaikan sendiri dad.'' jawab Axel. ''Lagian juga sama mereka, merekakan juga sibuk ngurusin perusahaan mereka dad.'' katanya lagi.


''Em...mom...dad, Kila ke kamar dulu ya...ada yang mau Kila kerjakan.'' pamit Kila yang tiba-tiba berdiri dari duduknya.


Axel sedikit mengernyitkan dahinya namun sedetik kemudian dia biasa kembali,. dia berusaha berpikir positif...mungkin istrinya itu memang benar ada pekerjaan yang harus di selesaikan dan melanjutkan berbincang dengan kedua orangtuanya.

__ADS_1


...****************...


''Susul istrimu Ax.'' kata mommy Shanum.


''Baik mom.'' jawab Axel.


Sedangkan di kamar saat ini Shakila sedangkan ngedumel sediri.


''Apa-apaan dia itu.'' kata Kila.


''Tadi sore kenapa gak bilang sama aku, malah baru bilang sekarang.'' imbuhnya lagi sambil *******-***** gulingnya untuk menyalurkan rasa kesal yang dia rasakan saat ini.


Cklek


Shakila melihat Axel masuk kedalam kamar mereka.


''Katanya ada kerjaan?'' tanya Axel yang duduk di sebelah Kila. ''Sudah selesai?'' tanyanya lagi setelah beberapa saat tak mendapat sahutan dari yang di tanya, malah wanita itu saat ini sama sekali tak melihat ke arahnya...pandangannya lurus kedepan.


''Ada apa?'' tanya Axel lagi dengan lembut, namun lagi-lagi tak mendapatkan sahutan.


''Aku minta maaf ya...'' kata Axel sambil merengkuh tubuh Kila di dalam pelukannya.


''Kenapa tadi sore gak bilang kalau mau pergi?'' tanya Shakila dengan air mata yang sudah turun tak terbendung di pelukan suaminya. ''Kamu itu jahat Ax...kamu anggap aku itu apa.'' imbuhnya lagi dengan terisak.


Entah kenapa dirinya jadi melow begini...padahal hanya akan di tinggal pergi beberapa hari saja.


''Kamu tentu saja istri aku.'' sahut Axel. ''Iya maaf kalau aku jahat...kalau tadi aku tadi gak bilang ke kamu.'' kata Axel lagi. ''Jangan nangis gini dong Kil...nanti aku gak enak kerjanya.'' sambungnya. ''Aku akan usahain buat secepatnya selesaiin masalah di sana...biar aku bisa cepet pulang.'' imbuhnya lagi. ''Sudah...sekarang bersih-bersih terus tidur ya...''


''Tapi keperluan kamu...'' kata Kila.


''Biar nanti aku siapin sendiri.'' sahut Axel.


Kila beranjak dari duduknya, pikir Axel istrinya itu akan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih tapi nyatanya malah melipir ke ruang ganti.

__ADS_1


''Kamu mau ngapain?'' tanya Axel yang menunggu Kila beberapa saat kemudian tak keluar dari sana.


''Nyiapin kebutuhan kamu.'' jawab Kila yang masih berdiri di depan lemari Axel untuk memilah-milah pakaian yang akan di bawa suaminya itu.


Axel hanya bisa duduk pasrah...melihat aktivitas istrinya.


''Paling lama berapa hari di sana?'' tanya Kila.


''Satu minggu.'' jawab Axel.


Kila mulai memasukkan satu persatu pakaian Axel, mulai dari stelan kerja lengkap, terus kaus kaki sama dalaman yang dia taruh di tas kecil agar nanti mudah mencarinya, sama perlengkapan mandi juga dan obat-obatan.


''Sudah?'' tanya Axel saat tangan Kila mulai menutup kopernya dan pertanyaan Axel pun di angguki oleh Kila. ''Kalau gitu ayo tidur...'' ajak Axel.


Lagi dan lagi...malam ini Kila tidur dalam pelukan Axel...tapi malam ini Kila memeluk balik Axel dan mengeratkannya...karena besok malam dan beberapa hari kedelapan dirinya tak akan dapat merasakan pelukan ini...kenyamanan ini.


Apakah nantinya dia biasa tidur? sedangkan dirinya sudah sangat terbiasa dengan pelukan hangat dari Axel setiap malam.


...****************...


''Ke ruko harus di antar supir, gak boleh nyetir sendiri, jangan telat apalagi lupa makan, jangan pergi kemana-mana.'' pesan Axel saat dirinya sudah di jemput Hanan.


''Iya kamu juga jangan telat makan.'' kata Kila.


''Oh iya satu lagi.'' kata Axel. ''Jangan nakal.'' peringatnya.


''Kamu tuh yang jangan nakal di sana'' kata Kila. ''Kak, kalau Axel nakal pukul aja.'' kata Kila pada Hanan.


''Siap Kil.'' sahut Hanan.


''Ish ya gak mungkinlah aku nakal...orang kesana juga mau kerja.'' sanggah Axel.


''Ya siapa tau...'' kata Kila.

__ADS_1


''Gak percayaan amat sama suami.'' kata Axel.


''Bukannya gak percaya tapi jaga-jaga.'' sahut Kila. ''Iya aku bisa percaya sama kamu tapi aku gak percaya sama para wanita di luaran sana...'' sambungnya. ''Ya udah sana berangkat...nanti ketinggalan pesawat loh...'' kata Kila lagi.


__ADS_2