Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 130


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tiga bulan berlalu dari sejak kelahiran baby Ziel.


Kini saatnya Aluna untuk kembali lagi menjalankan rutinitasnya, yang tentu saja sekarang kegiatannya bertambah karena dirinya juga sudah di daulat untuk menggantikan mommy Shakila sebagai ketua yayasan perusahan AN grup yang memang di ketuanya adalah istri dari Presdir perusahan.


Tapi untung saja ada mommy Shakila, daddy Axel juga oma Shanum dan opa Arya yang menantunya menjaga serta mengurus baby Ziel, jadi paling tidak dirinya tak begitu kewalahan menghadapi semuanya sendiri.


Apalagi jika mengingat baby Ziel yang mudah mulai bergerak...tengkurap bolak balik sehingga membuat semua orang menjaga ekstra, juga mulai tak berani meninggalkannya sendirian.


Kadang ada perasan tak tega juga berat meninggalkan Ziel untuk bekerja, tapi yah mau bagaimana lagi...kembali lagi bahwa dirinya punya tanggung jawab lain di luar sana.


''Mommy tau bagaimana perasan kamu, kamu pasti ingin setiap saat ada di dekat Ziel...mommy dan oma pun pernah merasakan hal yang serupa, apalagi bukan hanya satu melainkan dua sekaligus.'' kata mommy Shakila saat Aluna baru akan berangkat bekerja untuk hari pertamanya setelah cuti melahirkan. ''Tapi semua kembali lagi ke rasa tanggung jawab yang ada di pundakmu...pikirkan juga nasib para karyawanmu.'' sambungnya lagi.


''Iya mom, aku tau.'' kata Aluna.


''Sudah sana berangkat...nanti kamu dan Arsen kesiangan loh...jadi malah kejebak macet.'' kata mommy Shakila.

__ADS_1


''Iya mom.'' jawab Aluna. ''Kalau ada apa-apa...hubungi aku ya mom.'' pinta Aluna. ''Dan terimakasih mommy...aku begitu beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga ini.'' kata Aluna yang sudah memeluk tubuh mommy Shakila...ibu mertua tapi serasa seperti ini kandung untuknya.


''Wah ada apa ini? kok aku sama gak di ajak pelukan sih.'' kata Arsen yang baru saja masuk kedalam kamar baby Ziel untuk memanggil sang istri.


Tapi apa yang dia lihat, dia wanita kesayangannya sedang berpelukan...hatinya sangat adem melihat pemandangan indah ini.


Di tempat lain ada yang mengatakan jika menantu yang tinggal seatap dengan ibu mertua akan terjadi banyak perselisihan, tapi ini beda ceritanya dan menepis semua anggapan itu tak sepenuhnya benar juga tak selalu terjadi seperti itu.


Grep


''Aduh...aduh...'' keluh Arsen saat merasakan salah satu bagian tubuhnya terasa sakit sehingga secara otomatis melepas pelukannya.


''Bagus ya...kamu peluk-peluk istri daddy.'' kata daddy Axel dengan salah satu tangannya menjewer telinga Arsen.


''Daddy...apa-apaan...lepasin gak.'' kata mommy Shakila yang tak tega melihat putra semata wayangnya kesakitan.


Jika permaisuri hatinya sudah berkata demikian...daddy Axel bisa apa, selain menurutinya tapi dengan sedikit mendengus.

__ADS_1


''Dateng-dateng main jewer aja.'' kata Arsen. ''Sayang...sakit.'' keluh Arsen dengan manja pada sang istri dan jelas terlihat sekali telinga Arsen begitu merah yang menandakan kalau daddy Axel tak main-main saat menjewernya.


''Siapa suruh peluk istri daddy.'' kata daddy Axel.


''Wanita yang daddy sebut istri itu mommy aku dad, kalau daddy lupa.'' kata Arsen.


''Tetap aja gak boleh.'' tegas daddy Axel. ''Kamukan sudah punya istri...pekik istrimu sendiri, jangan peluk istri orang lain.'' kata daddy Axel.


''Orang lain? mommyku dad.'' kata Arsen tak mau kalah.


''Sudahlah...ayo lebih baik kita tinggalkan saja mereka berdua Lun.'' bisik mommy Shakila dengan sudah membawa Ziel dalam gendongannya.


''Eh mommy...sayang...tunggu aku.'' seru Arsen saat melihat mommy juga istrinya keluar dari kamar.


''Susul istrimu sendiri dan jangan coba-coba peluk istri daddy lagi.'' kata daddy Axel.


''Cih dasar bucin yang kelewatan.'' cibir Arsen namun daddy Axel tak memperdulikannya, melainkan semakin mempercepat langkahnya agar bisa duluan sampai menyusul sang istri, sebelum keduluan putra lucnutnya itu.

__ADS_1


__ADS_2