
❤️ Happy Reading ❤️
''Apa istriku ada di dalam?'' tanya Arsen yang hampir setiap siang datang untuk makan siang bersama.
''Selamat siang tuan muda.'' sapa Loli yang langsung bangkit dari duduknya. ''Nyonya muda ada di dalam.'' sambungnya lagi memberi tahu.
''Hem.'' sahut Arsen lalu pergi begitu saja menuju pintu dimana istrinya berada, sedangkan Diki, diam di meja Loli.
Cklek
Mendengar pintu terbuka, sontak saja langsung mengalihkan pandangan Aluna yang tadinya mengarah pada layar monitor menjadi menoleh ke arah pintu.
''Sayang.'' sapa Arsen.
Aluna langsung berjalan menghampiri sang suami.
Suami yang sudah begitu sangat berjasa dalam hidupnya.
''Kamu sudah sampai?'' tanya Aluna yang sudah berdiri di depan Arsen saat ini.
''Hem, seperti yang kamu lihat....aku baru saja sampai.'' jawab Arsen yang sudah memepetkan tubuh mereka hingga tak berjarak dengan melingkarkan tangannya di pinggang Aluna. ''Apa ada yang tidak kamu mengerti tentang pekerjaan hari ini?'' tanya Arsen dengan menyelipkan anak rambut Aluna di belakang telinganya.
''Sedikit.'' jawab Aluna dengan memeragakan menggunakan jari telunjuk serta ibu jarinya. ''Tapi semua sudah teratasi dan aku juga sudah mengerti, sebab sudah di bantu dan di jelaskan oleh Loli juga pak Tomi.'' sambungnya. ''Mau makan dimana kita siang ini?'' tanya Aluna dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Arsen.
Hem...hawa pengantin itu memang beda...maunya romantisan terus...mesra-mesraan terus dimana pun mereka berada.
''Kalau di cafe mommy gimana?'' tanya Arsen. ''Sekali-kali kita makan siang bareng sama mommy di cafenya....gimana?'' kata Arsen lagi.
''Em boleh juga.'' sahut Aluna. ''Lagian aku juga belum tau cafe milik mommy...padahal kita sudah menikah beberapa waktu.'' sambungannya.
''Eh iya ya...maaf ya sayang kalau aku belum mengajak kamu kesana.'' ucap Arsen. ''Kapan-kapan aku ajak kamu ke tempat usaha Arsyila...jadi biar kamu tau bagaimana usaha anggota keluarga kita.'' imbuhnya. ''Ayo berangkat...'' ajak Arsen.
''Tunggu sebentar.'' kata Aluna kembali lagi ke mejanya begitu Arsen melepaskan belitan kedua tangan kekarnya.
Aluna tampak sedang sibuk merapikan kembali meja kerjanya juga tak lupa menyimpan file yang ada di laptop dan mematikannya.
Aluna juga memasukkan ponsel miliknya ke tas dan kembali berjalan menghampiri Arsen.
''Sudah?'' tanya Arsen.
__ADS_1
''He'em.'' sahut Aluna dengan menganggukan kepalanya.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan salah satu tangan Arsen yang melingkar di pinggang Aluna dengan posesif.
Melihat kedua atasannya keluar, Diki dan Loli langsung berdiri serta mengikuti mereka belakang.
Banyak pasangan mata uang melihat kemesraan mereka berdua, tak jarang juga mereka berbisik-bisik membicarakan atasnya mereka yang baru bersamaan suaminya yang mereka ketahui dari keluarga salah satu konglomerat yang ada di negri ini.
"*Mereka benar-benar serasi."
"He'em...yang satu begitu tampan dan yang satunya cantik sekali."
"Jadi iri sama Bu bos...punya suami kok sesempurna itu*."
Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang mereka dengar, tapi Arsen dan Aluna sama sekali tak perduli...terserah orang mau ngomong apa tentang mereka berdua.
...****************...
''Sayang...kayaknya kamu butuh sekretaris deh.'' kata Arsen ketika mereka sedang di perjalanan menuju ke cafe dimana sang mommy berada.
''Iya.'' jawab Aluna. ''Aku juga gak tega sama Loli yang harus merangkap dia jabatan sekaligus...asisten dan sekretaris.'' sambungnya.
Gak mungkin kan Loli bertanya atau mengatakan langsung pada atasannya, karena saat ini masih ada Arsen di sana.
''Mau seleksi dengan membuka lowongan pekerjaan atau mau rekomendasi dari aku?'' kata Arsen memberi penawaran.
''Aku gak tau...kalau menurut kamu gimana enaknya?'' tanya balik Aluna meminta pendapat sang suami.
''Dik, apa kamu punya orang untuk di rekomendasikan?'' tanya Arsen pada sang asisten.
''Ada, tapi saya gak tau tuan dan nyonya muda setuju atau enggak.'' jawab Diki si asisten yang selalu bisa di andalkan.
''Siapa?'' tanya Arsen.
''Yongki.'' jawab Diki.
Jawaban Diki itu sontak membuat Loli langsung membekap mulutnya menggunakan tangannya sediri.
Jujur Loli sedikit kaget dengan nama yang di usulkan oleh sang sepupu.
__ADS_1
''Kenapa Lol...kok kayaknya kamu kaget gitu?'' tanah Aluna yang melihat ekspresi serta apa yang dilakukan sekretaris sekaligus asistennya.
''Khem...tidak apa-apa nyonya muda.'' jawab Loli.
''Yongki mana? dan kenapa kamu mengusulkan seorang pria untuk menduduki posisi itu?'' tanah Arsen mengabaikan interaksi antara istri dan bawahannya.
''Begini tuan muda...saya pikir harus ada sosok laki-laki yang ada di dekat nyonya muda saat kita tak ada di sana.'' jawab Diki. ''Akan ada seseorang bisa kita andalkan untuk menjaga nyonya muda dari jarak yang dekat meskipun saya juga tak meragukan kemampuan Loli, tapi dia tetaplah seorang wanita.'' paparnya. ''Dan Yongki yang saya maksud di sini...dia seorang pria yang sebenarnya gemulai...namun juga bisa terlihat garang jika dalam situasi yang tak memungkinkan.'' ceritanya.
''Kalau menurut cerita kamu, aku sudah bisa menilai dia sosok seperti apa.'' sahut Arsen. ''Tapi apa dia benar-benar bisa di andalkan?'' tanya Arsen.
''Tentu...saya tak akan merekomendasikan jika dia tak bisa di andalkan bos.'' sahut Diki. ''Kinerja kerjanya bagus, dia sangat loyal dalam pekerjaan dan bela dirinya juga sangat bagus...sebab dia menguasai beberapa jenis ilmu beladiri Sam seperti saya dan Loli.'' terang Diki. ''Saat ini dia bekerja sebagai sekretaris direktur keuangan di perusahaan.'' katanya lagi.
''Hem, terdengar sangat bagus dan meyakinkan.'' kata Arsen. ''Oke...itu saja,nanti akan aku bicarakan sama daddy.'' sambungnya.
''Eh, terus yang gantiin posisinya?'' tanya Aluna.
''Ada dua orang sebagai sekretaris direktur keuangan nyonya muda.'' sahut Diki. ''Jadi nyonya muda tak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu.'' paparnya.
''Huft...baiklah terserah kalian saja.'' kata Aluna dengan pasrah.
...****************...
''Itu kayak mobil daddy.'' kata Aluna saat melihat mobil yang biasa membawa ayah mertuanya bekerja.
''Memang.'' sahut Arsen. ''Daddy itu tipe suami yang sangat mencintai istrinya sama seperti opa, aku juga para pria Narendra lainnya...jadi setiap siang kalau gak ada janji sama klien ya daddy makan siang di sini sama mommy.'' jelas Arsen.
''Oh gitu.'' sahut Aluna yang baru mengetahui satu fakta di keluarga barunya.
Mereka berempat berjalan beriringan masuk kedalam area cafe.
''Selamat siang tuan muda.'' sapa salah satu karyawan.
''Hem.'' sahut Arsen. ''Mommy mana?'' tanyanya langsung.
''Nyonya ada di ruangan atas...lebih tepatnya ruangan VVIP bersama dengan tuan besar.'' jawabnya.
''Antar kami kesana.'' kata Arsen.
''Baik tuan muda.'' jawabnya langsung memimpin di depan untuk menunjukan di ruangan mana mommy Shakila serta daddy Axel berada saat ini.
__ADS_1