Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 17


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah banyak drama saat mencari serta menemukan Shakila...kini kedua orang yang biasa selalu berseteru jika bertemu hanya terdiam saat menaiki mobil yang menuju ke kediaman keluarga Narendra, tak ada satu patah kata pun yang terucap dari keduanya hingga sampai di tempat tujuan.


Axel keluar dari mobil terlebih dahulu lalu berjalan memutar membukakan pintu mobil untuk Shakila.


''Turun.'' kata Axel dengan nada dinginnya.


Shakila pun menurut dan segera bangkit dari duduknya...turun dari mobil.


Sreeettt


''Akh...'' begitu kagetnya Shakila...karena baru saja turun namun pergelangan tangan kirinya langsung di cengkraman oleh Axel dengan menggunakan tangan kanan laki-laki itu.


Tak sampai di situ saja, tapi Axel juga menariknya masuk ke dalam rumah, dan tentu saja Shakila sangat susah mengimbangi langkah lebarnya sehingga membuat Shakila seperti terseret olehnya.


Bruk


Axel langsung menghentakkan tangan Shakila sehingga membuat Shakila tersungkur.


''Axel! Shakila!'' seru Shanum dan Arya yang kaget karena saat ini mereka berdua masih duduk di ruang keluarga menunggu mereka berdua pulang.


''Tuh sudah aku bawa pulang.'' kata Axel. ''Dasar cewek pembuat masalah...bikin susah aja bisanya.'' cibirnya lalu pergi melangkah menuju di mana kamarnya berada.


Yang ada dalam benak Axel saat ini hanyalah ingin mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat-sangat lelah...lelah fisik juga pikiran, bahkan untuk sekedar menghubungi Rossi sang kekasih pun tak dia lakukan.


''Shakila, sayang.'' kata Shanum menghampiri Shakila. ''Kamu dari mana saja nak?'' tanyanya sambil membantu gadis itu berdiri. ''Kamu baik-baik saja kan?'' tanyanya lagi.


''Kila baik-baik saja mom, maaf sudah bikin susah dan bikin kalian khawatir.'' ucapnya dengan terus menundukkan kepalanya tanda dirinya merasa bersalah.


''Tidak apa-apa sayang.'' sahut Shanum. ''Tapi kamu dari mana? dan kenapa kamu agak bisa di hubungi sayang?'' tanya Shanum lagi dan lagi.


''Kila ada di ruko mom, dan maaf tadi Kila ketiduran.'' jawab Shakila.


''Mom.'' tegur Arya saat sang istri ingin melayangkan pertanyaan lagi.


''Oh iya ya sudah sekarang kamu masuk ke kamar dan istirahat ya...'' akhirnya kata itulah yang keluar dari mulut Shanum karena sudah mendapat kode dari sang suami.


...****************...


''Selamat pagi.'' ucap Kila saat memasuki dapur.


''Selamat pagi sayang.'' sahut Shanum yang sudah berada di sana.

__ADS_1


''Mau masak apa mom?'' tanya Kila. ''Apa yang harus Kila kerjain mom?'' tanyanya lagi.


''Bantuin panggang rotinya ya sayang...di panggang sebentar aja, mommy mau nyiapin isiannya.'' kata Shanum yang pagi ini mau membuat sandwich untuk sarapan.


''Siap mom.'' sahut Kila.


''Tunggu-tunggu...itu pergelangan tangan kiri kamu kenapa sayang? kok merah kayak memar gitu?'' tanya Shanum saat tak sengaja melihat tangan Kila yang akan mengambil roti untuk di panggang.


''Oh ini...ini gak apa-apa kok mom.'' sahut Kila cepat sambil menyembunyikan tangannya agar tak di lihat Shanum lebih mendetail.


''Jangan biang kalau ini karena Axel tadi malam.'' tebak Shanum dan yah memang benar sekali tebakan calon mommy mertua satu ini.


''Ah bu...bukan kok mom.'' kilah Shakila. ''Eh mommy mau kemana?'' tanya Shakila yang sedikit panik saat Shanum akan melangkah keluar.


''Mommy mau tanya sama dia.'' jawab Shanum dengan entengnya.


''Eh jangan mom...aduh...gak usah mom.'' kata Shakila dengan cepat. ''Ini bukan karena Axel mom.'' tutur Shakila agar calon ibu mertuanya itu mengurungkan niatnya untuk menemui serta bertanya pada sang putra...bukan apa-apa, Shakila cuma gak mau saja ada di keributan apalagi masih pagi seperti ini.


''Jangan coba-coba tutup-tutupi tentang kelakuan anak itu Kila.'' kata Shanum. ''Apa lagi yang di lakukan?'' tanya Shanum sambil memicingkan matanya.


''Enggak ada mom...iya enggak ada yang dia lakukan.'' jawab Shakila. ''Selain menghancurkan seluruh pintu di rukoku mom...'' tambahnya namun sayangnya hanya terucap dalam hati Shakila saja.


Kila gak mau kalau di anggap tukang ngadu oleh Axel.


''I...iya mom.'' jawab Shakila. ''Lagian semua ini juga salah Kila karena sudah membuat semua orang khawatir.'' kata Kila. ''Kita lanjut masak lagi yuk mom...nanti keburu siang.'' kata Kila mengalihkan fokus Shanum.


''Ya sudah ayo kita masak lagi.'' jawab Shanum.


...****************...


''Kila, hari ini kamu di antar Axel...gak apa-apakan?'' kata Shanum ketika mereka semua selesai sarapan.


''Tap...'' kata Shakila.


''Gak apa-apakan kamu anterin Kila lagi Ax?'' potong Shanum dengan bertanya pada Axel.


''Hem.'' sahut Axel.


''Hem?'' beo Shanum.


''Iya mommy...lagian mau nolak juga pasti gak bisa.'' celetuk Axel.


''Ya sudah sana kalian berangkat...nanti kesiangan lo, belum lagi nanti kalau kena macet.'' kata Shanum. ''Jangan lupa bekal kalian berdua.'' katanya lagi.

__ADS_1


Semenjak di rumah keluarga Narendra, Shakila jadi ikut di buatin bekal yang wajib di bawa ke tempat kerja oleh mommy Shanum.


''Aku bosnya mom...mau telat juga gak masalah.'' kata Axel dengan angkuhnya.


''Cih sombong.'' gumam Shakila.


''Apa kami bilang?'' tanya Axel.


''Ah enggak kok...aku cuma sedang mengingat perkejaan aku saja kok.'' sanggah Shakila memberi alasan. ''Tajem juga tuh telinganya.'' kata Kila dalam hati.


Axel pun kemudian berpamitan dan di susul oleh Shakila di belakangnya.


Masih sama...di perjalanan sama sekali tak ada pembicaraan...Axel benar-benar mengunci mulutnya dan berkonsentrasi dalam mengemudi mobil mewahnya sampai di depan ruko Shakila.


Saat tiba di sana nampak para pegawai Kila pada heboh dan tak ada yang berani masuk...cuma di luar saja karena takut kalau ini adalah kasus perampokan....sih dasar-dasar...walupun pihak scurity sudah memberi tahu kenapa bisa keadaan ruko seperti ini namun mereka semua tampak tak mendengarkannya.


''Ada apa?'' tanya Shakila yang mencoba bersikap biasa saja.


''Eh mbak Kila...lihat ruko kita mbak.'' kata Reni dengan sedih.


''Kenapa?'' tanya Shakila.


''Kayaknya seperti habis kerampokan mbak.'' jawab Riri yang membuat Kila menggeleng kecil.


''Gak perlu...ini gak apa-apa kok dan tadi malam aku juga ada di sini saat kejadian.'' jawab Shakila.


''Seriusan mbak?'' tanya Reni memastikan.


''He'em.'' jawab Kila sambil menganggukkan kepalanya.


''Nanti akan ada orang yang kesini untuk membereskan semua itu.'' kata Axel tiba-tiba sehingga semua orang menatap padanya.


''Siapa mbak?'' tanya Reni mewakili ke kepoan para karyawan yang lain.


''Tunangan Shakila.'' sahut Axel karena Shakila hanya diam saja.


''Hah...'' seru mereka semua yang merasa cukup terkejut karena setau mereka Shakila tak pernah dekat sama yang namanya laki-laki dan ini apa...tau-tau ada yang mengaku-ngaku sebagai tunangan bos mereka.


Selain mereka, Shakila juga kaget karena Axel mau mengakui dirinya sebagai tunangan padahal kalau di pikir hubungan mereka tak sebaik itu.


''Tutup mulut kalian, nanti kemasukan lalat baru tau rasa.'' kata Shakila.


''Aku pergi.'' kata Axel yang kemudian melangkah ke arah mobil setelah mendapatkan anggukan kepala dari Kila.

__ADS_1


__ADS_2