
❤️ Happy Reading ❤️
''Huh...kenapa rasanya melebihi saat aku harus apa dengan klien untuk perebutan tender yang bernilai triliunan.'' gumam Axel dalam hati. ''Ayolah Ax, tenang...jangan gugup seperti ini...kamu bisa...kamu bisa...'' ucapnya lagi dalam hati sambil menyemangati dirinya sendiri agar lebih tenang.
''Bagaimana mas Axel...apakah sudah siap untuk mengucap ijab qobulnya sekarang?'' tanya seorang petugas dari kantor urusan agama.
''Huft...iya saya siap pak.'' jawab Axel walau saat ini tangannya terasa sangat dingin.
''Baiklah kalau begitu kita mulai sekarang.'' sahut sang petugas lalu meminta Axel untuk menjabat tangannya. ''Jangan terlalu tegang mas Axel...sampai dingin begini loh tangannya.'' ucap sang petugas agar Axel tak begitu tegang dan bisa-bisa salah mengucapkan ijab qobul.
Dengan dengan penuh keyakinan akhirnya Axel dapat mengucapkan ijab qobul dalam satu tarikan nafasnya secara lantang sehingga suara kata sah pun mengiringi rasa kelegaan di dalam hati Axel.
Ada satu perasaan yang aneh muncul di dalam hati Axel saat mengucapkan kata ijab dan qobul untuk Shakila, hatinya terasa bergetar dan berdegup kencang.
Tak lama kemudian Shakila pun muncul di sana dengan di dampingi oleh Alexa serta Kinara dengan memakai pakaian kebaya putih yang senada dengan yang di kenakan oleh Axel.
''Khem...cantik ya Ax.'' bisik Alvan.
''Iya cantik.'' sahut Axel tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok wanita yang sejak beberapa menit yang lalu telah menyandang status sebagai istrinya.
''Wah mempelai wanitanya sangat cantik sekali...sehingga membuat mas Axel sampai terpesona.'' kelakar sang petugas KUA sehingga membuat Axel kembali sadar dari keterpesonaannya.
Axel bahkan sampai tak menyadari kalau saat ini Shakila sudah duduk di sampingnya.
Kedua pasang pengantin baru itu kemudian di minta untuk menyematkan cincin pernikahan di tari masing-masing pasangannya.
''Mbak Shakila silahkan menjabat dan mencium tangan suaminya sebagai tanda bakti untuk yang pertama kali dari seorang istri kepada sang suami dan mas Axel juga sudah bisa mencium kening istrinya sebagai tanda sayang'' kata sang petugas.
Ada hal yang berbeda yang Axel rasakan saat Shakila menyentuh serta mencium tangannya, hal yang serupa pun di rasakan oleh Shakila saat Axel mengecup keningnya dalam untuk yang pertama kali...ada rasa yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.
Setelah penandatanganan semua berkas dan buku nikah acara pun di lanjutkan dengan sungkeman kepada orang tua.
...Ada banyak sekali nasehat serta petuah yang di sampaikan oleh Shanum, Arya juga Lila dan Hendry yang berlaku sebagai pihak dari keluarga Shakila....
__ADS_1
...****************...
Jam satu siang...acara pun berakhir...seluruh anggota keluarga memutuskan untuk beristirahat agar nanti mereka lebih segar saat acara resepsi berlangsung.
Begitu pula dengan pasangan pengantin baru ini, namun tak seperti pasangan pengantin pada umumnya...yang ada hanya rasa canggung pada diri mereka masing-masing karena status baru dan berada dalam satu kamar yang sama.
''Khem...lebih baik kamu bersihkan diri kamu dulu lalu istirahat.'' kata Axel memecah kesunyian.
''Eh iya.'' sahut Shakila lalu ingin bergegas pergi ke arah kamar mandi berada.
''Kil...itu ruang ganti, kamar mandinya di pintu satunya.'' seru Axel memberi tahu saat Shakila memegang handle pintu yang salah.
Maklum ini adalah kamar Axel dan ini adalah kali pertama dirinya masuk ke kamar itu.
Shakila buru-buru masuk kedalam kamar mandi...dia merutuki kebodohannya tadi.
Tok
Tok
Tok
Tok
''Kila.'' seru Axel lagi.
Cklek
''Ya ampun Kila... aku pikir tadi kamu pingsan loh di dalam.'' kata Axel begitu melihat Kila keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk kimono miliknya dan rambut yang sudah berbalut handuk kecil sebagai pembungkusnya.
Ya hanya itu yang di dapatkannya di dalam kamar mandi sehingga membuat dirinya ragu untuk keluar.
Setelah beberapa saat Axel baru tersadar dengan pemandangan yang tersaji di depan matanya saat ini.
__ADS_1
Kulit yang putih, paha yang mulus...membuat Axel seolah sulit untuk sekedar menelan ludahnya sendiri.
''Ax.'' panggil Shakila.
''Eh, itu pakaian kamu sudah di siapin mommy di ruang ganti.'' kata Axel.
''Iya.'' jawab Shakila.
Dan baru saja satu langkah Shakila keluar dari kamar mandi, Axel gantian langsung menerobos masuk untuk menenangkan sesuatu yang telah bergejolak dalam dirinya.
...****************...
''Kenapa gak istirahat?'' tanya Axel begitu keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Shakila duduk di sofa.
''Hem...'' sahut Shakila.
''Tidurlah di tempat tidur...kamu harus istirahat yang cukup karena nanti malam akan ada lebih banyak lagi tamu yang datang.'' tutur Axel.
Tanpa banyak kata...Shakila pun langsung berjalan dan naik ke tempat tidur untuk membaringkan tubuhnya sedangkan Axel sendiri masuk kedalam ruang ganti untuk memakai pakaiannya.
Baru saja akan terlelap, tapi Shakila merasakan gerakan di ranjang sebelahnya yang menandakan ada seseorang yang ikut naik ke sana.
Sontak saja Shakila langsung membuka matanya dan membalikkan badannya.
''Kamu...'' kata Shakila lalu hendak bangun dari tidurnya, namun pergerakannya terbaca oleh Axel sehingga Axel menahan lengan Shakila agar tak dapat bangkit.
''Aku? kenapa?'' tanya Axel. ''Kita ini suami istri yang sah...jadi aku harap kamu terbiasa dengan kehadiranku di tempat yang sama termasuk di satu ranjang dan satu selimut.'' kata Axel. ''Aku tau hubungan kita ini hanya di landasi oleh sebuah perjodohan dan tak ada cinta...tapi aku tak mau seperti di cerita-cerita yang sering di baca oleh Alexa...pernikahan kontrak, pisah ranjang atau apapun itu....aku tak mau membuat orangtuaku kecewa terutama mommy.'' sambungnya lagi. ''Tapi ku juga mau bilang...jangan terlalu berharap dengan cintaku...karena cinta dan hatiku sudah ada pemiliknya.'' imbuhnya lagi. ''Sekarang tidurlah.'' ujarnya.
Shakila sama sekali tak menyahut apa yang di katakan oleh Axel...dirinya hanya menuruti kata Axel dan kembali membalikkan badannya dan mencoba untuk dapat memejamkan kedua matanya, walau sebenarnya saat ini hati Kila rasanya sangat sedih dan ingin sekali kedua matanya menangis.
Terlalu kejam mungkin yang telah di katakan oleh Axel, tapi itu lebih baik dari pada nanti Shakila terlalu berharap lebih padanya dan akan menimbulkan efek rasa sakit yang lebih dalam lagi dari ini.
Mungkin karena faktor kelelahan...mereka berdua akhirnya benar-benar terlelap hingga sore menjelang, bahkan pintu kamar mereka pun harus di gedor beberapa kali oleh anggota keluarga yang lain untuk membangunkan mereka dan meminta mereka untuk bersiap-siap karena akan segera berangkat ke hotel tempat acara resepsi di adakan.
__ADS_1