
❤️ Happy Reading ❤️
''Mom, Kila titip anak-anak ya...'' kata Shakila yang baru saja turun.
''Loh kamu mau kemana sayang?'' tanya mommy Shanum. ''Kok sudah rapi saja.'' katanya lagi.
''Aku mau ke cafe mom.'' jawab Shakila.
''Tumben jam segini sudah berangkat?'' tanya mommy Shanum saat melihat jam yang ada di pergelangan tangan kirinya masih menunjukkan pukul setengah sembilan pagi.
''Iya soalnya nanti sekitar jam sembilanan mau ada perabotan dan furniture yang akan datang mom.'' jawab Shakila.
''Ya sudah kamu hati-hati ya...'' kata mommy Shanum. ''Tapi kamu pakek supirkan?'' tanyanya.
''Tentu saja mom...mana boleh aku pergi sama Axel kalau gak pakai supir.'' kata Shakila mengingat bagaimana over protective dan over posesifnya sang suami.
''Ya itu semua untuk kebaikan kamu sayang.'' kata mommy Shanum yang mengerti situasi Shakila saat ini, karena dirinya pun di perlakukan demikian oleh sang suami. ''Sudah sana berangkat.'' katanya lagi.
''Iya mom, Kila berangkat dulu.'' pamit Shakila.
Cukup memakan waktu perjalanan dua puluh menit, Shakila sudah sampai di cafenya dan bertepatan pula dengan datangnya beberapa mobil yang membawa perabotan serta furniture yang di pesannya.
Di sana juga sudah ada beberapa orang yang di bayar olah Shakila untuk membantunya menata segala perabotan dan furniture.
Setelah semuanya di turunkan dari mobil, Shakila mulai memberi instruksi untuk menata di mana tempat yang seharusnya.
Meja-meja kecil berkaki pendek mulai di bawa ke dalam dan di letakannya di gubuk gazebo, dua ayunan serta yang lainnya pun mulai di letakkan di dekat area itu agar bisa buat main anak sehingga mereka betah dan tak cepat bosen berada di sana.
Bunga-bunga tiruan pun mulai di pasang di gantung sana sini.
Kursi-kursi dan meja area depan pun mulai di tata, bahkan untuk di lantai atas ruangan biasa dan VVIP pun sudah di tata rapi.
Televisi pun sudah berada di tempatnya.
Kursi-kursi panjang untuk tempat istirahat karyawan pun sudah ada di ruangan belakang dekat loker.
__ADS_1
Segala perabotan dapur juga sudah tertata rapi.
''Akhirnya selesai juga...'' gumam Shakila yang sangat merasa lelah, padahal dirinya hanya memberi instruksi saja sudah sebegitu lelahnya, gimana dengan orang-orang yang dari tadi sudah hilir mudik menata ini dan itu.
Rasanya puas banget...karena cafe miliknya sudah terlihat seperti konsep yang dirinya inginkan.
PRnya saat ini tinggal membuat daftar menu dan mencetaknya.
...****************...
''Lelah banget keliatannya?'' tanya mommy Shanum saat melihat sang menantu baru saja pulang.
''Iya mom, capek banget.'' sahut Shakila.
''Tapi gak ada kendalakan? dan sudah beres balum?'' tanya mommy Shanum lagi.
''Gak ada kendala mom dan semuanya juga sudah beres.'' jawab Shakila.
''Ya sudah kamu gak usah ngurusin si kembar dulu.'' kata mommy Shanum. ''Lebih baik kamu mandi dan langsung istirahat.'' imbuhnya lagi.
Shakila menuruti apa perkataan mertuanya itu, dirinya langsung bergegas ke kamar untuk membersihkan tubuhnya dan langsung beristirahat.
Ini adalah pengalaman pertamanya membuka cafe, jadi dia sangat begitu antusias dan wajar saja kalau sampai kelelahan.
...****************...
''Kamu lagi ngerjain apa sayang?'' tanya Axel saat baru saja masuk ke dalam kamarnya. ''Serius amat...'' ujarnya.
Axel baru saja menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja, setelah tadi si kembar terlelap.
''Ini aku lagi buat desain untuk daftar menu sayang.'' jawab Shakila namun pandangannya masih saja tertuju pada layar monitor. ''Sayang...sini lihat deh yang bagus mana...aku juga butuh masukan dari kamu nih.'' kaya Shakila.
''Hem yang ini bagus kayaknya sayang.'' tunjuk Axel pada salah satu desain.
''Iya kamu bener...aku juga setuju kalau itu bagus.'' sahut Shakila. ''Sekarang tinggal masukin daftar menu plus harganya.'' katanya lagi dengan jari-jari lentiknya mulai menari dengan lincah kesana kemari. ''Sayang, kalau harganya segini...kemahalan gak ya?'' tanya Shakila lagi.
__ADS_1
''Enggak lah bagi aku ini cukup murah.'' sahut Axel. ''Apa kamu gak mau naikin lagi harganya?'' tanya Axel.
''Enggaklah, target utamaku kan anak-anak muda...anak-anak sekolah, anak-anak kuliahan...kalau di mahalin kasihan merekanya.'' kata Shakila. ''Lagian dengan haraga segitu kalau di hitung-hitung juga sudah untung.'' imbuhnya.
''Ada ide yang bisa buat narik pembeli setiap hari gak? supaya mereka ada alasan untuk datang lagi dan lagi...'' kata Axel ingin mengetahui ide-ide cemerlang sang istri.
Karena dia sangat yakin kalau istrinya ini begitu sangat berkompeten di bidang seperti ini.
''Aku itu rencananya mau bikin menu bestseler setiap harinya dengan yang berbeda-beda dan hanya akan di buat pada hari-hati tertentu saja.'' kata Shakila. ''Setiap hari...aku berencana akan memberikan makanan tertentu secara gratis untuk berapa pelanggan pertama...contohnya sampai dua puluh lima pelanggan pertama.'' lanjutnya. ''Bagaimana menurut kamu?'' tanya Shakila.
''Cukup menarik.'' jawab Axel. ''Tapi ingat aku gak mau kalau kamu sampai terlalu diforsir sehingga membuatmu kelelahan dan jatuh sakit.'' peringat Axel. ''Aku juga gak mau kalau kamu terlalu sibuk sehingga lalai dengan aku dan juga kedua anak kita.'' tuturnya lagi.
''Iya sayangku...akan aku ingat-ingat semua pesan kamu.'' sahut Shakila. ''Tapi...jika suatu saat aku melakukan salah satu atau bahkan keduanya...aku minta tolong sama kamu, supaya kamu mau mengingatkanku dengan pelan dan sabar.'' pinta Shakila.
''Tentu saja sayang.'' jawab Axel. ''Sudah selesaikan?'' tanya Axel dan di angguki oleh Shakila. ''Jadi sekarang waktunya kita buat istirahat.'' kata Axel lagi. ''Atau kamu mau kita oleh raga dulu gitu...'' godanya dengan alis yang di mainkan naik turun olehnya.
''Ish...urusan ranjang aja yang di ingat.'' cibir Shakila.
''Ya iya dong sayang...itukan memang sudah kewajiban sekaligus kebutuhan pokok.'' sahut Axel. ''Lagian kalau gak begitu...mana mungkin akan ada baby Arsen dan baby Syila.'' ujarnya.
''Ya...ya anda benar tuan muda.'' sahut Shakila dengan memutar kedua bola matanya dengan malas.
''Jadi...?'' tanya Axel.
''Jadi sekarang aku mau tidur karena sudah larut malam dan aku juga sudah mengantuk.'' jawab Axel.
''Baiklah yang mulia ratu....mari kita beristirahat di peraduan.'' kata Axel bak ala-ala kerajaan yang membuat Shakila tersenyum geli.
Dalam sekejap mata, Shakila sudah menyelusuri alam mimpinya.
''Kamu kelihatan lelah banget.'' gumam Axel. ''Sampai anak kita nangis aja kamu gak denger.'' imbuhnya dengan tangan yang membawa dot bayi untuk di berikan pada Arsen.
''Cup...cup...cup...sudah ya boy...jangan nangis lagi.'' lirih Axel pada sang putra. ''Kasihan mommy kalau sampai bangun sayang...'' sambungnya. ''Anak baik...anak pinter...'' katanya lagi pada sang putra yang ternyata perlahan mulai tenang.
Setelah baby Arsen tertidur, kini gantian baby Syila yang terbangun...dan Axel melakukan hal yang sama pada bayi cantik itu hingga dia pun terlelap kembali tanpa menggangu waktu istirahat sang mommy.
__ADS_1