
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah pergulatannya dengan sang istri kemarin dan semalam, Axel jadi semakin di landa rindu walau hanya sebentar berpisah dari Shakila, bisa di bilang dia sudah terkena virus bucin saat ini.
Dari tadi pagi sampai hampir menjelang siang saja sudah beberapa kali dirinya mengirimkan pesan-pesan singkat pada Shakila.
Dengan pertanyaan-pertanyaan yang garing bak layaknya seorang ABG yang baru jatuh cinta.
Senyumnya pun seakan tak pernah luntur dari sejak datang pagi tadi.
''Kamu ini kenapa sih Ax?'' tanya Hanan yang penasaran sejak tadi. ''Kayaknya seneng bener...habis menang lotre.'' imbuhnya lagi.
Namun Axel tak menjawabnya, dirinya hanya tersenyum dan masih sibuk menandatangani berkas-berkas yang menumpuk di mejanya yang diberikan oleh Hanan.
''Ax, kamu gak lagi sakit kan? kamu masih waraskan Ax?'' tanya Hanan.
Sontak saja perkataan Hanan yang barusan membuat sang tuan muda langsung menggantikan kegiatannya dan memberikan tatapan tajam ke sang asisten.
''Kakak pikir aku gila gitu!'' seru Axel dengan kesal.
''Ya kali aja Ax.'' sahut Hanan. ''Habisnya dari tadi kamu senyum mulu...gak kayak biasanya, jadi sedikit aneh aja.'' sambungnya lagi. ''Siapa tau aja kamu butuh psikiater gitu...'' lanjutnya lagi.
''Sialan kamu kak.'' kata Axel. ''Aku masih waras tau.'' imbuhnya lagi.
''Memangnya ada apa sih Ax, kok kamu girang banget kayaknya?'' tanya Hanan yang masih sangat penasaran.
''Mau tau aja.'' sahut Axel yang membuat Hanan mencebik. ''O iya kak...makan siang nanti aku mau pergi keluar dan kayaknya sedikit telat ke kantor.'' kata Axel memberi tahu.
''Memangnya kamu mau kemana?'' tanya Hanan. ''Jangan bilang kalau kamu mau pergi ketemu sama Ros...'' kata Hanan yang menaruh rasa curiga.
''Aku mau makan siang sama istri aku.'' potong Axel.
''Cei istri...'' goda Hanan. ''Hem roman-romannya ada yang sudah bucin nih...'' goda Hanan lagi.
''Dari pada kakak godain aku terus, lebih baik kakak kerjain pekerjaan kakak biar cepat kelar.'' kata Axel. ''Dan cepet tuh lamar ceweknya...biar berubah status dan gak cuma pacaran melulu.'' sambungnya lagi.
''Sialan kamu Ax, mentang-mentang sudah nikah duluan.'' sahut Hanan yang kemudian melenggang pergi dari ruangan sang atasan.
Begitulah mereka berdua kalau sedang berdua tapi kalau tentang urusan pekerjaan...mereka berdua akan serius dan bersikap sangat profesional.
...****************...
__ADS_1
Seperti katanya pada Hanan...siang ini Axel sedang melakukan kendaraan mewahnya membelah padatnya jalanan kita untuk meluncur menuju ke ruko milik sang istri.
Sesampainya Axel di sana bertepatan pula dengan kurir yang sedang mengantarkan makan siang seperti biasa sesuai dengan perintah dari sang tuan muda untuk istri serta para pegawainya.
''Selamat siang...'' sapa Axel.
''Selamat siang.'' sahut pegawai Shakila yang ada di sana.
''Shakilanya ada?'' tanya Axel pada pegawai sang istri yang sejak tadi menatapnya.
''Oh ada...ada tuan muda, sebentar.'' kata Riri yang tersadar dari keterkesimaanya akan ketampanan suami dari atasannya itu.
''Silahkan duduk tuan muda.'' kata Reni setelah Riri pergi ke belakang untuk memanggil Shakila yang sedang berada di ruang produksi...yaitu dapur.
''Hem...terimakasih.'' sahut Axel langsung duduk dengan badan tegak, salah satu kaki menyilang dan bertumpu pada kaki lainnya dan satu lagi tangan yang sedang sibuk dengan ponsel mahalnya.
...****************...
Cklek
''Mbak Kila...'' seru Riri yang datang tergesa menghampiri Shakila yang sedang membantu mengemas makanan yang hanya tinggal sedikit lagi selesai dan mereka bisa sama-sama istirahat untuk makan siang.
''Iya.'' sahut Shakila sambil menolehkan kepalanya.
''Hem.'' sahut Shakila tangan seolah bertanya ada apa di luar.
''Di luar ada suaminya mbak Shakila.'' kata Riri lagi.
''Tumben...'' gumam Shakila. '' Ya sudah aku keluar dulu ya dan kalau ini sudah selesai kalian harus segera istirahat serta makan siang.'' pesan Shakila karena memang tinggal beberapa saja yang di kemas, gak sampai lima kemasan.
''Iya mbak.'' sahut semuanya.
Shakila berjalan keluar dengan Riri yang sejalan mengekor di belakangnya.
''Khem.'' dehem Kila saat berada di depan Axel namun si empunya belum menyadari karena masih sibuk dengan gawainya.
''Eh sayang.'' kata Axel saat mengalihkan pandangannya dari benda persegi panjang itu dan secara spontan dirinya juga berdiri dari duduknya. ''Maaf-maaf aku sampai gak sadar ada kamu, soalnya ini ada email pekerjaan dari kak Hanan yang baru di kirim.'' terangnya tampan di minta agar sang istri gak salah paham.
Tak lupa Axel pun memberikan kecupan di kening Shakila yang membuat Shakila sedikit kaget bahkan para pegawainya pun senyum-senyum melihat adegan romantis yang tersaji secara langsung di hadapan mereka.
Kebetulan saat ini mereka sudah berkumpul di sana semuanya untuk mengambil jatah makan siang yang selalu di kirimkan oleh Axel.
__ADS_1
''Tumben kesini?'' tanya Shakila langsung tanpa basa-basi untuk mengalihkan rasa malunya.
''Lagi pengen makan siang bareng istri.'' jawab Axel sekenanya. ''Sama lagi kangen.'' sambungnya lagi dengan berbisik di telinga Shakila.
Bila dari jauh maka akan terlihat seperti Axel sedang mencium pipi Shakila.
''Em mau makan di sini atau...?'' tanya Shakila kemudian.
''Di sini aja, lagian aku juga sudah pesen makanan.'' sahut Axel.
Dan benar saja baru tuan muda itu menutup mulutnya, sudah ada kurir yang datang mengantarkan makanan pesanannya.
''Makan di ruangan aku aja.'' kata Shakila yang kemudian naik ke atas bersama Axel.
...****************...
''Kamu makan duluan aja Ax.'' kata Shakila. ''Aku bersih-bersih bentar...bau dapur.'' sambungnya lagi sambil mengendus pundak kiri dan kanannya.
''He'em.'' jawab Axel.
Setelah beberapa saat Shakila sudah kembali lagi dengan tubuh yang lebih segar.
Di meja juga sudah ada makanan yang tertata rapi namun sepertinya belum di sentuh sama sekali dan lagi-lagi pertama yang dia lihat adalah sang suami yang sedang sibuk dengan ponselnya.
''Kamu sibuk banget ya Ax?'' tanya Shakila.
''Enggak kok, cuma periksa-periksa email yang masuk aja.'' jawab Axel.
''Kok belum di makan?'' tanya Shakila.
''Kan aku mau makan siang bareng sama kamu sayang.'' kata Axel.
''Ya sudah kalau gitu sekarang kita makan...aku juga sudah laper.'' kata Shakila yang di angguki oleh Axel.
''Makan yang banyak ya...'' kata Axel sambil meletakkan lauk serta sayur di piring Shakila. ''Biar nanti kuat kalau aku makan kamu...'' imbuhnya yang membuat mata Shakila langsung melotot ke arahnya.
''Hehehe...biasa aja dong sayang ngelihatnya.'' kata Axel di sertai kekehan.
''Kamu gak kembali ke perusahaan Ax?'' tanya Shakila yang sedang mencuci piring bekas makan mereka.
Ya di ruangan Shakila memang ada kitchen set kecil, hanya sekedar untuk mencuci peralatan makan saja.
__ADS_1
''Nanti.'' sahut Axel. ''Aku masih kangen.'' ujarnya yang kini sudah memeluk Shakila dari belakang.