
❤️ Happy Reading ❤️
Malam ini malam pertama bagi Axel dan Shakila memulai hubungan mereka yang lebih baik lagi.
Mereka memutuskan untuk lebih saling mengenal satu sama lain.
Karena pernikahan mereka yang tanpa proses perkenalan yang lebih dalam, maka mereka saat ini memutuskan untuk menjalani pernikahan mereka selayaknya orang berpacaran.
''Mau makan apa?'' tanya Axel, karena saat ini mereka berdua sedang berjalan di luar sambil bergandengan tangan layaknya anak ABG atau orang yang ingin menyebrang jalan saja.
''Apa ya Ax...ehm...bingung...'' sahut Shakila.
''Ya sudah lihat-lihat sambil jalan saja...siapa tau nanti ada yang menarik perhatian kamu...'' tutur Axel.
Mereka terus berjalan dengan tangan yang masih setia seperti tadi sambil terus saja berbincang.
Krucuk
Krucuk
''Laper?'' tanya Axel dan Shakila menganggukkan kepalanya. ''Ya sudah...ayo cari makan.'' kata Axel.
Axel mengajak Shakila untuk makan di salah satu rumah makan terdekat dari tempat mereka berada.
''Mau yang mana hem?'' tanya Axel sambil mengelus pipi sang istri saat mereka berdua sudah duduk dengan buku menu di sana.
''Em...ini kayaknya enak Ax.'' kata Shakila sambil menunjuk ke photo salah satu menu makanan yang ada di buku.
''Oh bebek bengil.'' kata Axel. '' Terus mau apa lagi?'' tawarnya.
Bebek bengil ini juga sering di sebut dengan dirty duck atau bebek kotor, karena warnanya yang coklat dan bertabur dengan banyak bumbu. Ciri bebek ini adalah dari tekstur bebeknya yang begitu renyah sampai ketulang sehingga semua bagian dapat di makan, karena membuatnya melalui proses yang cukup lama, yaitu di rebus selama 3 sampai 4 jam kemudian di rendam dengan bumbu selama kurang lebih 12 jam, baru setelah itu di goreng hingga kecoklatan.
''Sama ini...'' tunjuk Shakila lagi.
Makanan kedua yang di pilih Shakila adalah rujak Bulung atau rujak rumput laut. Rujak ini merupakan salah satu hidangan favorit di Bali.
Sedangkan Axel sendiri memilih menu nasi campur Bali.
Seperti namanya, menu ini berisi campuran nasi putih dengan sate lilit, ayam suwir yang di lengkapi dengan bumbu khas bali, urap, lawar ayam, sambal matah dan lainnya.
Axel juga memesan bebek timbungan, yaitu salah satu makanan khas tertua di Bali. Dan dulunya makanan ini hanya ada di hidangkan saat ritual-ritual upacara adat Bali.
__ADS_1
Untuk minumannya Axel lebih memilih es daluman. Es yang berisi cincau hijau yang di sajikan dengan campuran gula merah, kuah santan dan es batu. Selain rasanya yang segar...cincau hijau juga berkhasiat untuk melancarkan buang air besar.
Sedangkan Shakila lebih milih es kuwut untuk menyegarkan tenggorokannya. Es kuwut sendiri merupakan minuman yang berisi berbagai macam buah yang di padukan dengan kelapa, blewah serta biji selasih.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya hidangan yang mereka pesan pun di sajikan.
''Hem...dari tampilan dan aromanya saja sepertinya sangat enak.'' kata Shakila dengan ekspresi persis seperti anak kecil saat melihat makanan enak.
''Ih gemes bangat sih.'' kata Axel dengan tangan yang sudah terjulur mencubit pipi Shakila.
''Ah...Ax.'' desis Shakila.
''Jangan mendesah sekarang sayang...'' kata Axel. ''Nanti saja saat di vila.'' imbuhnya dengan berbisik di telinga Shakila.
Shakila bukan anak kecil atau gadis bodoh yang tak mengerti akan arti ucapan Axel yang terdengar sedikit ambigu itu.
''Apaan sih Ax...dasar mesum.'' kata Shakila dengan pipi yang sudah memerah.
Lain Shakila lain pula Axel, pemuda tampan yang kini sudah menyandang gelar sebagai seorang suami itu justru tertawa mendengar serta melihat ekspresi wanita yang kini telah menjadi istrinya.
''Ayo di makan sayang...katanya lapar.'' kata Axel menyudahi senyumnya.
Shakila justru wajahnya lebih memerah lagi karena lagi dan lagi Axel memanggilnya dengan sebutan sayang.
''Sayang...'' jawab Axel. ''Kenapa...memang ada yang salah aku manggil kamu sayang?'' tanya Axel. ''Lagian yang aku panggil sayang itu istri aku sendiri kok bukan wanita lain atau istri orang lain.'' sambungnya.
''Em apa kamu juga panggil Rossi dengan sebutan itu?'' tanya Shakila dengan lirih.
''Enggak.'' jawab Axel. ''Kenapa jadi ngomongin dia sih...mending sekarang kita makan saja.'' kata Axel. ''A...'' ucapnya lagi sambil menyodorkan satu sendok makanan tepat di depan mulut Shakila. ''Cobain makanan aku...a...'' katanya lagi saat Shakila melihat ke arah sendok dan bergantian melihat ke arah Axel.
Hap
Shakila pun menerima suapan pertama dari pria yang kini telah menjadi suaminya itu.
''Bagaimana? enak?'' tanya Axel dan di angguki oleh Shakila. ''Mau aku suapi lagi?'' tawarnya.
''Gak usah Ax, aku makan makanan aku aja.'' kata Shakila, karena di perlakukan manis seperti ini oleh Axel membuat jantungnya tidak baik-baik saja.
''Ini cobain bebeknya...'' kata Axel dengan mengambilkan dan meletakkan di piring potongan daging dari menu bebek yang dimasak di dalam bambu untuk Shakila.
Hal sederhana namun terlihat sangat manis di mana Shakila.
...****************...
''Segernya...'' kata Shakila setelah selesai makan dan meminum es pesanannya.
__ADS_1
''Mau cobain punya aku?'' tawar Axel yang sambil mengaduk es miliknya menggunakan sedotan.
''Boleh?'' tanya Shakila.
''Tentu saja...'' kata Axel.
Shakila menarik sedotan dari gelas minumnya dan bermaksud untuk meminum es Axel menggunakan sedotan sendiri miliknya itu.
''Kenapa?'' tanya Axel saat Shakila hendak memasukan sedotan miliknya kedalam gelas Axel.
''Hah.'' beo Shakila dengan menghentikan gerakannya sehingga sedotan yang ada di tangannya mengambang.
''Ini.'' kata Axel mengambil alih sedotan Shakila lalu mengembalikan ke gelasnya semula. ''Pakek ini aja.'' katanya lagi sambil mengarahkan sedotan yang ada di gelasnya ke arah mulut Shakila.
Shakila pun menuruti apa kata Axel dan mulai menyedot es yang kelihatannya sangat menggoda itu.
''Bagiamana?'' tanya Axel.
''Seger...manis...'' jawab Shakila.
''Iya manis.'' kata Axel setelah meminum minumannya dari sedotan yang sama.
''Memangnya kamu gak jijik Ax...itukan bekas aku?'' tanya Shakila.
''Ya enggaklah..., bahkan nanti kita juga kan melakukan hal yang lebih dari ini.'' jawab Axel dengan ibu jarinya yang sudah menempel dan mengusap lembut bibir manis Shakila sehingga terlihat sangat romantis.
''Shakila...'' seru seseorang yang tiba-tiba datang merusak momen indah mereka berdua.
''Eh Putra.'' kata Shakila setelah menolehkan kepalanya.
''Kamu di sini juga ternyata.'' katanya.
''Iya lagi makan.'' jawab Shakila. ''Kamu sendiri?'' tanya Shakila.
''Ini aku juga mau cari makan.'' jawab Putra.
''Khem...'' dehem Axel, hem jangan tanya ekspresinya saat ini...sudah merah padam menahannya kesal.
''Oh iya Put kenalin...'' kata Shakila.
''Axel...SUAMI Shakila.'' potong Axel dengan menekan kata suami.
''Eh saya Putra.'' sahut Putra yang sebenarnya sedikit kaget, pasalnya dia tak tau kalau Shakila sudah menikah.
''Ayo sayang...'' kata Axel dengan tangan yang sudah menggandeng tangan Shakila, lama-lama berada di sana membuat Axel semakin panas.
''A...aku pergi dulu ya Put.'' pamit Shakila, dan tentu saja mau tak mau di angguki oleh Putra.
...****************...
__ADS_1
Maaf semua...baru bisa up, soalnya dari kemarin aku lagi fokus buat belajar jalan dan malamnya kaki aku terasa ngilu banget, panas kayak ketarik-tarik...mungkin karena efek jahitan aku...kemarin itu di jahit luar dalam soalnya di bagian kaki, tapi alhamdulilah saat ini sudah bisa jalan pakai satu tongkat...yang dulunya pakek dua tongkat.