Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 66


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Waktu terus berlalu, hingga tak terasa kehamilan Shakila sudah menginjak di trimester terakhir.


Bahkan acara tujuh bulan untuk kehamilannya pun telah di lakukan beberapa waktu lalu.


''Kalian mau kemana?'' tanya mommy Shanum saat lihat Axel dan Shakila yang turun dengan pakaian rapi.


''Mau cari perlengkapan buat baby mom.'' jawab Axel dan hal itu membuat Kinara serta Alexa yang berada di sana juga langsung saling pandang.


Maklum...akhir pekan jadi semuanya berkumpul di sana.


''Kita berdua ikut.'' seru Alex yang langsung berdiri dengan Kinara.


''Eh mau ngapain?'' tanya Axel. ''Enggak-enggak...'' tolaknya kemudian.


''Mau bantu ikut milihin perlengkapan baby, secarakan kita berdua lebih berpengalaman dari pada kalian.'' kata Alexa. ''Dan aku juga gak perduli...kamu mau nolak atau gimana...kita berdua akan tetap ikut.'' sambungnya.


''Kalau gitu mommy juga ikut.'' sela mommy Shanum.


''Lah kok mommy malah jadi ikut-ikutan sih.'' kesal Axel.


''Kenapa? gak boleh juga?'' tanya mommy Shanum.


''Ya gak gitu mom.'' lirih Axel, ya kali dia mau nolak keinginan sang mommy...masih takut durhaka dianya.


''Kalau gitu tunggu sebentar...mommy ambil tas dulu.'' kata mommy Shanum yang langsung berjalan ke kamarnya.


Niat hati ingin mencari peralatan baby berdua sekalian me time...eh perginya malah jadi rombongan rame-rame begini...dasar nasib.


Tapi lain Axel lain pula Shakila,wanita hamil itu justru senang...karena banyak teman dan bisa di ajak untuk berdiskusi memilih mana yang terbaik untuk untuk anaknya dan seperti kata mereka...mereka jauh lebih berpengalaman dari pada dirinya.


...****************...


Sampai di salah satu mall milik keluarga Narendra, para anggota keluarga Narendra langsung berjalan menuju dimana tempat yang menjual perlengkapan baby.

__ADS_1


Keempat wanita itu berjalan sambil berbincang dan bersenda gurau, sedangkan Axel hanya mengekor saja di belakang mereka.


Pengennya jalan sambil menggandengnya istrinya, tapi istrinya itu lebih dahulu di monopoli oleh sang mommy.


''Kita cari warna-warna yang netral aja dan yang bisa di gunain untuk laki-laki ataupun perempuan.'' kata mommy Shanum karena memang Shakila dan Axel sudah memutuskan untuk tak mengetahui jenis kelamin anak-anak mereka.


Pasti bertanya-tanya kenapa anak-anak...kerena menurut hasil USG di dalam perut buncit Shakila telah bersemayam dua bayi alis baby twins.


Si jabang bayi mengikuti jejak sang daddy yang juga mempunyai kembaran dan Axel sangat bahagian begitu mendengarnya.


Bukan hanya Axel, tapi anggota keluarga yang lain juga sangat bahagia, apalagi ini cucu kembar pertama untuk mommy Shanum dan daddy Arya.


Pasangan paruh baya itu sudah dapat membayangkan bagaimana ramainya rumah mereka nanti jika si twins lahir dan hal itu juga mengingatkan mereka dengan kehadiran Axel serta Alexa dahulu.


''Gak usah banyak-banyak Xa beli pakainnya...takutnya nanti malah mubazir.'' kata Shakila. ''Pakaian bayikan gak lama kepakeknya.'' ujarnya.


''Gak apa-apa...gak ada kata mubazir Kil.'' sahut mommy Shanum. ''Setelah tak terpakai...bisa kita berikan ke yang lebih membutuhkan...seperti panti asuhan.'' sambung mommy Shanum.


''Lagian masa anak dari pemilik perusahan terbesar...AN grup cuma pakek pakaian yang itu-itu saja...'' sahut Alexa yang membuat Shakila hanya menghembuskan nafasnya perlahan.


Banyak sekali waktu yang mereka habiskan di sana.


Bahkan juga sudah banyak yang mereka beli. Mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, stroller, juga beberapa furniture untuk perlengkapan kamar baby twins serta yang lainnya, bahkan alat pemompa asi beserta teman-temannya pun sudah di beli juga.


Setelah selesai melakukan pembayaran, mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu, karena berbelanja dan menghabiskan uang itu juga butuh tenaga kalau kata Alexa, baru setelah itu mereka pulang...kasihan juga sama bumil...takut kalau nanti malah kecapekan.


...****************...


''Kenapa sayang?'' tanya Axel saat baru keluar dari kamar mandi seusai membersihkan tubuhnya dan hal pertama yang di lihatnya yaitu sang istri sedang duduk namun berusaha untuk menggapai kakinya.


Maklum saja, namanya juga hamil baby twins jadi ukuran perutnya tentu jauh lebih besar sehingga ingin menggapai kakinya saja dia sangat kesusahan.


''Sini...'' Axel mendudukkan tubuhnya di ranjang lalu menarik kaki Shakila dan di letakkan ya di pangkuan. ''Sedikit bengkak.'' kata Axel.


''He'em.'' sahut Shakila.

__ADS_1


''Sini minyaknya...'' pinta Axel dan Shakila pun memberikan apa yang ada di tangannya. ''Apa begini jauh lebih baik?'' tanya Axel yang sedang membaluri kaki Shakila menggunakan minyak zaitun dengan sedikit memberikan pijatan pekan di sana.


''Iya jauh lebih baik.'' jawab Shakila. ''Terimakasih sayang.'' ucapnya.


''No, bukan kamu yang berterimakasih, tapi aku.'' sanggah Axel. ''Terimakasih karena kamu sudah mau mengandung anak-anakku, dan aku tau apa yang aku lakukan tak sebanding dengan apa yang kamu lakukan.'' ucapnya.


Di trimester terakhir ini, sudah merupakan tugas rutin dan wajib bagi Axel untuk memijit pelan kaki sang istri dan juga mengusap punggung wanita itu setiap akan tidur.


Belum lagi setiap tenaga malam, sejak kehamilan memasuki trisemester kedua...istrinya itu setiap tengah malam akan terbangun dan mengeluh jika lapar, maklum yang dia makan saat ini bukan hanya untuk dirinya seorang melainkan untuk tiga orang, jadi wajar kalau sering merasakan lapar.


Secapek-capeknya Axel...sengantuk-ngantuknya Axel...dia akan memaksa membuka matanya untuk bangun.


Karena kebiasaan Shakila itu, membuat mommy Shanum selalu menyetok makanan di dapur, jadi kalau Shakila tengah malam lapar...cukup di panaskan sebentar saja di pan atau di microwave.


Mommy Shanum juga menyediakan berbagai dessert box juga salat buah di lemari pendingin, tak hanya itu...beraneka macam buah-buahan dan ice crem dengan berbagai rasa pun juga ada di sana.


Semua itu berbekal dari pengalaman mommy Shanum yang juga pernah mengalami hal yang sama seperti Shakila saat mengandung Axel dan Alexa dahulu.


...****************...


''Jadi periksa kehamilan hari ini?'' tanya mommy Shanum saat mereka akan sarapan bersama.


''Jadi mom.'' jawab Shakila.


''Jam berapa?'' tanya mommy Shanum lagi.


''Jam sebelasan mom.'' jawabnya lagi.


''Nanti mommy mau ikut.'' kata mommy Shanum. ''Mommy pengen lihat perkembangan cucu twins mommy.'' imbuhnya lagi.


''Ya sudah nanti jam setengah sebelas aku jemput.'' kata Axel.


''Gak usah, kamu langsung ke rumah sakit saja.'' kata daddy Arya. ''Biar nanti mereka pergi di antar supir barengan sama daddy.'' sambung lagi.


''Memangnya daddy mau kemana? kok gak bilang kalau ada acara keluar?'' tanya mommy Shanum pada sang suami.

__ADS_1


''Daddy gak kemana-mana.'' jawab daddy Arya. ''Cuma mau ikut ke rumah sakit aja...memangnya cuma mommy saja yang pengen tahu perkembangan baby twins.'' sambungnya. ''Daddy juga pengen kali mom.'' imbuhnya lagi.


__ADS_2