Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 100


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa hari telah terlewati dan tak terasa hari pertunangan antara Arsen dan Aluna pun akan di laksanakan.


Kemarin Aluna telah meminta ijin untuk tidak masuk bekerja pada Ara dengan mengatakan bahwa dia ada urusan.


''Mom, sebenarnya siapa sih calon istri Arsen?'' tanya Ara pada mommy Shakila.


Ara memang sudah berada di kediaman utama keluarga Narendra, namun sayang saat dirinya tiba...dia tak melihat Aluna, karena wanita cantik itu hanya berada di kamar sejak datang ke sana padi tadi.


Tentu saja karena permintaan dari keluarga calon suaminya.


''Kok acara pertunangannya di sini mom? harusnyakan di tempat kelurga pihak wanita?'' tanya Dexa yang juga sudah berada di sana.


''Dia hanya gadis biasa yang tak mempunyai keluarga...dia hanya seorang diri.'' jawab mommy Shakila dengan wajah sendu.


Mommy Shakila mengingat perkataan sang suami yang mengatakan bahwa sebenarnya Aluna adalah anak dari seorang pengusaha namun terusir dari rumahnya sendiri.


''Siapa sih mom namanya?'' tanya Dexa. ''Sok misterius...cuma di kasih inisialnya saja...A & A.'' kata Dexa kesal.


''Nanti kalian juga akan tau dan bisa berkenalan dengannya.'' jawab mommy Shakila. ''Dan mommy harap kalian bisa akrab serta baik padanya.'' imbuhnya lagi.


''Iya mom.'' jawab mereka berdua.


Sebenarnya tak hanya Aluna yang berada di kamar, melainkan Arsyila juga.


Karena gadis itu di minta sang kakak dan mommynya untuk menemani Aluna agar gadis itu tak merasa bosan serta sendirian.


Meskipun umur Aluna masih di bawah Arsyila, namun tetap saja Syila memanggilnya dengan panggilan kakak mengingat gadis itu akan menjadi istri dari kakak kembarnya.


...****************...


Malam pun tiba, satu persatu tamu undangan yang merupakan kerabat dekat pun mulai berdatangan.


Tak mengundang banyak orang...hanya Lila dan Henry, Satria dan Angel, Aurora dan Samudra beserta anak, menantu, cucu dan cicit mereka.


Di tambah dengan Alvan dan Kinara, serta Alexa dan Davin yang juga datang bersama anak dan cucu mereka.


''Mana nih calon tunangannya Arsen?'' tanya Lila.


''Sebentar lagi juga turun kok mi.'' jawab mommy Shakila.

__ADS_1


Seluruh anggota keluarga dan kerabat saat ini sudah tau kalau calon pendamping Arsen hanyalah kalangan biasa dan terlebih tak punya keluarga.


Tapi skandal yang telah terjadi tak ada satu orang luar pun yang tau.


Yang tau hanya penghuni kediaman utama saja, bahkan para pekerja yang ada di sana pun tak tau.


Karena saat mereka meminta penjelasan dari Arsen dan Aluna...mommy Shakila sudah lebih dulu memerintahkan kepada kepala pelayan untuk meminta seluruh art meninggalkan kediaman utama dan kembali ke paviliun belakang yang khusus untuk mereka tinggal.


Bukannya takut nama baik mereka tercoreng karena hal ini,tapi lebih tepatnya mereka takut jika suatu saat nanti ada yang mencemooh calon menantu mereka.


Mereka tak mau kalau sampai ada bergunjing tentang calon menantu mereka yang merupakan calon ibu dari penerus keturunan sekaligus pewaris keluarga Narendra selanjutnya.


Tak


Tak


Tak


Semua mata memandang saat mendengar suara heels yang beradu dengan lantai.


Terlihat di sana dua orang wanita yang sangat cantik dan anggun dengan berbalutkan pakaian kebaya sedang turun menapaki satu persatu anak tangga.


Pelan namun pasti pemuda itu langsung melangkah menuju di dekat tangga untuk menunggu calon istrinya itu.


Di ulurkan tangan kanannya untuk menyambut wanita yang memakai pakaian senada dengan kemeja yang telah di pakainya kini saat wanita itu sudah berada di anak tangga yang ke dua dari bawah.


''Terimakasih.'' ucap Aluna dan di jawab dengan tampilnya senyuman manis dari bibir pemuda itu.


Sedangkan Arsyila...gadis itu lebih memilih untuk melipir dan berjalan mendekati sang tunangan...Abraham Sasongko atau yang lebih sering di panggil dengan nama Abra.


O iya di sana juga ada calon besan Axel Arsha Narendra yaitu tuan Abimana Sasongko dan istri Indah Sasongko yang merupakan orangtua dari Abra.


...****************...


Tak membutuhkan waktu lama serta prosesi acara yang berbelit-belit, kini Arsen dan Aluna sudah resmi menjadi sepasang tunangan dengan aduhai bersematnya sepasang cincin pertunangan di jari manis sebelah kiri keduanya.


Juga sudah ada gelang warisan turun-temurun keluarga Narendra yang melingkar manis di pergelangan tangan Aluna sebelah kiri.


''Lun...aku butuh penjelasan dari kamu.'' kata Ara yang sudah berada di dekat Aluna saat ini dan hal itu membuat Aluna meringis.


''Penjelasan apa sih kak?'' tanya Arsen.

__ADS_1


''Ya tentang kalian berdua.'' sahut Ara. ''Dan kamu juga Luna kok kamu gak bilang kalau mau tunangan malah ijin katanya ada urusan.'' cecar Ara.


''Ya ini urusan yang aku maksud mbak.'' jawab Aluna dengan lirih. ''Aku gak bermaksud membohongi mbak Ara, aku juga gak tau kalau ternyata Mbak Ara itu sepupu dari Arsen.'' lirih Aluna lagi. ''Aku minta maaf ya mbak karena udah gak jujur.'' ucapnya.


''Sejak kapan kalian saling kenal dan berhubungan?'' tanya Ara yang merasa curiga.


''Kami sudah kenal lumayan lama kok kak, dan kami memang sudah menjalin hubungan selama beberapa saat.'' sahut Arsen sebelum Aluna buka suara.


''Bener Lun?'' tanya Ara.


''Iya mbak.'' jawab Aluna.


Aluna memang sama sekali tak tahu kalau bosnya itu ternyata saudara sepupu dari Arsen yang tak lain dan tak bukan adalah anak dari kakak daddy Axel.


''Oke...kali ini aku percaya.'' kata Ara lalu pergi dari hadapan mereka berdua.


''Huh syukurlah.'' ucap Aluna dengan lega.


Sebelumnya mommy Shakila juga sudah mewanti-wanti Aluna agar tak menceritakan kejadian dirinya dengan Arsen pada malam itu, dan semua itu untuk kebaikan Alina sendiri.


''Tunangan Arsen cantik...pantas aja pria dingin itu dia bisa kesemsem.'' ledek Yoga suami dari Dexa.


''Iya, mau di kenalin sama anak-anak rekan bisnis gak mau...ternyata sudah punya yang cantik yang di simpen.'' timpal Alka yang memang baru bertemu dengan Aluna untuk pertama kali.


''Eh kak Aluna, kayaknya wajah kakak itu gak asing loh...'' kata Daniel. ''Lihat di mana ya...'' ujarnya lagi sambil mengingat-ingat.


''Kamu kenal Daniel?'' Arsen pada Aluna namun wanita itu menggelengkan kepalanya.


''Oh iya...apa kakak sering ke universitas Pelita Bangsa?'' tanya Daniel.


''Iya, karena aku kuliah di sana.'' jawab Aluna sejujurnya.


''Bener berarti...aku lihat kakak di sana, karena aku juga kuliah di sana.'' sahut Daniel.


''Benarkah? tapi kok aku gak pernah lihat kamu ya...'' kata Aluna.


''Kakak semester berapa?'' tanya Daniel.


''Aku semester akhir...ini tinggal ngurus-ngurus skripsi yang bentar lagi kelar.'' jawab Aluna. ''Kamu sendiri?'' tanya balik Aluna.


''Aku baru masuk semester awal kak...baru semester tiga.'' jawab Daniel.

__ADS_1


__ADS_2