Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 91


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Akhirnya selesai juga.'' kata Ria salah satu teman Aluna di toko bunga.


Belum sempat mereka semua pulang tapi sudah di hampiri saja oleh yang punya hajat.


''Khem.'' dehemnya. ''Kalian dari toko bunga milik Ara ya?'' tanya mommy Shakila.


''Benar nyonya.'' jawab mereka.


''Perkenalkan saya Shakila...yang sedang menggelar acara ini.'' kata mommy Shakila memperkenalkan diri. ''Apa semuanya sudah selesai?'' tanyanya.


''Iya nyonya semuanya sudah selesai.'' jawab Ria.


''Em bangus, karena acara juga akan segera di mulai.'' sahut mommy Shakila lagi. ''O iya sebelum kalian pulang, kalian makan dulu ya...nanti saya akan suruh beberapa art untuk menyiapkan makanan buat kalian.'' tuturnya. ''Dan ajak teman-teman kalian yang lain juga.'' imbuhnya lagi.


''Nyonya.'' sapa Kepala pelayan. ''Maaf...anda di cari oleh tuan besar karena tamu sudah mulai datang.'' tuturnya dengan sangat sopan.


''He'em.'' sahut Shakila. ''Pak, tolong siapkan makanan untuk mereka ya...'' kata Shakila. ''Saya masuk kedalam dulu ya...'' pamitnya.


''Terimakasih nyonya.'' ucap mereka.


''Gak nyangka ya nyonya rumah ini...sudah kaya, masih cantik, ramah dan baik lagi.'' puji Ria. ''Jarang-jarang orang kaya bersikap katak gini sama orang rendahan kayak kita.'' sambungnya lagi dan ucapannya di setujui oleh teman-temannya yang lain.


Karena memang biasanya kalau mereka menata bunga di tempat acara, boro-boro di tawarin makan...di kasih minum aja enggak.


...****************...


Hari ini adalah hari anniversary pernikahan oma Shanum dan opa Arya yang ke 57 tahun.


Banyak tamu yang di undang...mulai dari para kerabat, pengusaha juga para pejabat.


Sedangkan esok harinya seperti biasa, akan di adakan perayaan di sebuah panti asuhan dan sorenya ke panti jompo.


Di sini para tamu yang mempunyai anak gadis tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa mereka agar bisa tebar pesona sehingga bisa menggaet salah satu cucu laki-laki dari keluarga Narendra.


Kenapa gak ada yang ingin mendekati cucu perempuan keluarga Narendra? ya karena cucu-cucu perempuan keluarga Narendra sudah mau soul out semua.


Ara, anak dari Alvan serta Dexa, anak dari Alexa...sudah menikah semua, bahkan mereka juga sudah mempunyai satu anak.


Alka putra dari Alvan adalah satu-satunya cucu laki-laki keluarga Narendra yang sudah menikah dan memiliki seorang anak dan masih tersisa Arsen dan Daniel putra dari Alexa yang saat ini masih duduk di bangku kuliah semester awal.


...****************...


Tok

__ADS_1


Tok


''Kak.'' seru Daniel sambil menggedor-gedor pintu kamar kakak sepupu idolanya.


Menurutnya Arsen itu sosok pria yang terlihat keren serta cool di matanya, belum lagi kepiawaiannya dalam mengelola perusahaan serta bisnisnya sendiri sehingga kehadirannya di dunia bisnis patut di perhitungkan seperti sang daddy dan sang opa.


Cklek


''Apa sih bocah?'' ketus Arsen.


''Di minta turun ke bawah...sudah di tunggu sama mommy dan yang lainnya.'' jawab Daniel.


''Iya.'' jawab Arsen. ''Sudah sana kamu kebawah.'' katanya lagi saat merasa kalau Daniel malah mengekor di belakangnya dan ikut masuk ke dalam kamar.


''Aku mau bareng kakak aja turunnya.'' jawab Daniel.


''Terserah.'' kata Arsen dengan malas.


Setelah siap, mereka berdua pun turun ke lantai bawah untuk menghampiri yang lainnya dan acara pun dimulai.


...****************...


Arsen yang malam dengan hiruk pikuk di dalam, memilih melipir ke pojok ruangan.


''Selamat malam tuan muda.'' sapa salah seorang wanita yang datang menghampiri Arsen.


''Bawakan aku air jeruk hangat.'' kata Arsen pada salah satu pelayan yang melintas.


''Baik tuan muda.'' jawabnnya.


Gadis tadi merasa kesal karena di abaikan tapi begitu mendengar Arsen meminta segelas minuman, dia buru-buru pamit dan mengekor di belakang pelayan tadi.


Situasi yang ramai membuatnya lebih mudah untuk menjalankan rencana liciknya, karena tak ada satu orang pun yang benar-benar fokus memperhatikannya.


''Bisa buatkan saya minuman jeruk yang hangat...seperti ini.'' kata si gadis yang bernama Nurma. ''Atau ini saja buat saya.'' katanya lagi.


''Maaf nona, biar saya buatkan saja.'' kata si pelayan.


Saat pelayan tersebut sibuk memeras jeruk untuk membuatkannya minuman, waktu itu dia gunakan untuk membubuhkan sesuatu ke dalam minuman yang di peruntukkan untuk Arsen.


''Minuman tuan muda Arsen mana?'' tanya pelayan lain.


''Di meja.'' sahutnya.


Nurma yang melihat minuman tersebut di bawa dan di teguk oleh mangsanya terlihat tersenyum.

__ADS_1


''Umpan sudah termakan...tinggal eksekusi.'' gumamnya. ''Oh aku sudah tak sabar ingin menjadi nyonya di keluarga Narendra.'' sambungnya lagi.


...****************...


''Ri, aku ke toilet bentar ya...kebelet nih.'' kata Aluna yang sudah akan pulang, karena mereka semua baru saja selesai memakan semua hidangan yang tuan rumah berikan.


''Jangan lama-lama...atau kita tinggal.'' sahut Ria.


''Iya, bentaran doang.'' sahut Aluna lalu berjalan mencari letak toilet.


''Aduh...mana ya...'' gumam Aluna.


''Maaf mbak, saya mau tanya toilet di mana ya?'' tanyanya dengan sopan pada salah satu art yang melintas.


''Itu mbak...lurus aja, yang paling pojok.'' jawab sang art.


''Terimakasih mbak.'' ucap Aluna.


Sedangkan Arsen yang merasa tubuhnya berbeda memilih untuk berjalan keluar ke arah taman belakang.


Mungkin udara dengan di sana dia tak akan segelisah ini.


Dan Nurma...wanita licik itu kehilangan jejak Arsen, saat seorang pelayan tak sengaja menabrak durinya.


''Sial, kemana perginya.'' kesal Nurma. ''Pasti obat itu sudah mulai bereaksi sekarang, jadi aku harus cepat menemukannya.'' gumamnya lagi.


...****************...


''Hah...leganya.'' gumam Aluna begitu selesai menyelesaikan hajatnya.


''Siapa kamu?'' tanya Arsen yang tak sengaja bertemu dengan Aluna di sana.


''Saya...'' jawab Aluna.


''Hah aku tak perduli siapa kamu, yang jelas saat ini kamu harus bantu aku.'' kata Arsen yang sudah di liputi dengan gairah karena obat itu sudah bereaksi penuh.


Yang ada di benak Arsen saat ini hanyalah bagaimana cara menyalurkan hasratnya yang menggebu.


''Akh...tuan saya mau di bawa kemana...lepaskan saya.'' kata Aluna.saat tangannya di tarik kasar oleh Arsen.


''Diam!'' bentak Arsen namun Aluna sama sekali tak menurutinya.


Karena kesal...Arsen membuka dasi yang dia gunakan dengan sebelah tangannya yang menganggur untuk mengikat tangan Aluna.


Sedangkan mulut Aluna dia sumpal dengan sapu tangan kecil yang ada di saku jasnya.

__ADS_1


Aluna di gendong menuju ke kamarnya, dia naik ke atas menggunakan lift karena kalau lewat tangga pasti akan banyak yang melihatnya.


Lift di kediaman keluarga Narendra memang terletak di pojok ruangan yang sangat jarang sekali terlintas orang, bahkan jarang yang tau kalau di sana ada lift pribadi, sebab semua memilih menggunakan tangga untuk naik turun.


__ADS_2