
❤️ Happy Reading ❤️
Sudah hampir tiga bulan ini Shakila menikmati perannya sebagai seorang mommy dari kedua anak kembarnya.
Setiap hari hanya dia habiskan di rumah, dengan mengurus suami...anak dan tentu saja juga membuat bumbu untuk semua produk frozen foodnya miliknya yang akan selalu di antarkan oleh supir keluarga Narendra ke ruko.
Dua baby sitter untuk twins pun sudah di dapatkan, tentu saja dengan seleksi yang ketat serta data-data yang akurat.
Karena baik daddy Arya maupun daddy Axel tak mau sampai kecolongan sedikit pun dan tak akan membiarkan baby twins dalam bahaya sekecil apa pun.
Selain baby twins...anak-anak Alvan pun sekarang juga sudah memakai jasa baby sitter, karena mama mereka saat ini sudah mulai merintis bisnisnya sendiri.
Melihat kedua anaknya sudah agak besar...Kinara memutuskan untuk membuka toko bunga alias florist.
Kenapa toko bunga? karena wanita dua anak itu sangat suka sekali dengan bunga...merangkai bunga.
Tak tanggung-tanggung...toko bunga yang di buka bisa tergolong cukup besar, dan bunga yang ada di sana di datangkan langsung dari petaninya.
Bahkan dirinya pun memberi modal para petani sehingga bunga mereka akan secara otomatis di jual padanya.
Sebenarnya bisa saja Kinara memegang salah satu usaha di bawah naungan perusahan Narendra lainnya, mengingat dirinya juga adalah lulusan terbaik dari universitas yang sama dengan Alvan. Namun ibu dua anak itu menolaknya...dengan alasan dirinya ingin membangun serta mengembangkan bisnisnya sendiri dari 0, sama halnya seperti Shakila.
''Mom...akhir pekan ini tolong ajak Shakila keluar dong mom.'' kata Axel tiba-tiba saat menghampiri kedua orangtuanya yang sedang tengah minum teh di teras belakang sore ini.
''Tumben?'' tanya mommy Shanum.
''Aku kasihan aja sama dia mom.'' jawab Axel. ''Semenjak si kembar lahir...dia sama sekali tak keluar...hanya keluar kalau saat imunisasi si kembar aja.'' sambungnya. ''Aku pengen dia me time gitu loh mom...sebelum dia nanti di sibukkan sama urusan bisnisnya.'' ujarnya.
''Bener juga sih.'' sahut mommy Shanum. ''Ya sudah nanti mommy ngomong sama Shakila sama sekalian hubungi Kinara dan Alexa agar kita bisa me time bareng.'' usulnya.
''Ide bagus mom.'' kata Axel. ''Terimakasih ya mom...Axel ke atas dulu.'' ucap Axel lagi.
...****************...
Cklek
__ADS_1
Axel membuka kamarnya...namun tak ada siapa-siapa di sana, kemudian dia pun beralih ke kamar kedua buah hatinya.
Cklek
Dan benar saja istri tercintanya itu berada di sana sedang bercengkrama dengan si kembar.
''Loh sayang...'' kata Shakila saat melihat siapa yang masuk ke kamar anaknya. ''Sudah pulang dari tadi? kok aku gak tau...'' sambungnya. ''Maaf ya jadi gak menyambutmu di bawah.'' ucapnya.
''Iya gak apa-apa sayang...aku juga baru nyampek kok.'' kata Axel. ''Anak-anak daddy lagi apa nih?'' tanya Axel.
''Baru selesai mandi daddy.'' jawab Shakila.
''Wah pasti sudah pada wangi ya...'' ujarnya.
''Ayo ke kamar sayang...kamu harus bersih-bersih dulu baru bisa bersama anak-anak.'' ajak Shakila dan di angguki oleh Axel. ''Mbak...tolong jaga anak-anak dulu ya...'' pintanya pada kedua baby sitter Arsen dan Syila.
''Baik nyonya muda.'' jawab kedua orang itu bersamaan.
''Daddy pinjam mommy kalian dulu ya sayang...'' ucap Axel pada kedua buah hatinya.
...****************...
''Kangen...'' kata Axel langsung merengkuh pinggang sang istri.
''Mandi dulu ya...'' kata Shakila sambil melepaskan dirinya begitu sang suami telah memeluk serta memberikan beberapa kecupan di sana sini.
Wanita itu langsung menuju ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air panas untuk Axel membersihkan tubuhnya.
''Ah...'' kaget Shakila saat tiba-tiba tangan kekar Axel memeluknya dari belakang.
''Kamu sudah mandi belum?'' bisik Axel dan Shakila menjawab dengan gelengan kepalanya. ''Mau mandi bareng?'' bisiknya lagi memberi tawaran.
''Gak usah nanti gantian saja, aku mau nyiapin pakaian ganti dulu buat kamu.'' jawab Shakila.
''Tapi aku gak bertanya sayang...dan juga tak menerima penolakan.'' kata Axel yang kemudian membawa tubuh langsing istrinya di ke bawah shower.
__ADS_1
Kemudian di dekapnya dengan shower yang menyala...ala hasil air dari shower membuat tubuh mereka berdua sama-sama basah.
Satu persatu pakaian Shakila yang basah pun di lucutinya.
Hingga terjadilah pertempuran panas mereka di kamar mandi sore ini.
...****************...
''Kalian bisa mandi terlebih dahulu...biar anak-anak sama kami.'' kata Shakila ketika kembali ke kamar baby twins dengan sang suami.
''Baik nyonya muda.'' jawab ke duanya.
''Bagaimana kerja mereka?'' tanya Axel setalah para baby sitter menghilang di balik pintu.
''Kerja mereka bagus kok...sejauh ini gak ada masalah.'' jawab Shakila. ''Merekakan masih remaja...aku sih pengennya bisa bantu mereka supaya bisa nerusin kuliah gitu sayang.'' kata Shakila. ''Masa depan mereka itu masih panjang dan aku sih berharap begitu mereka tak bekerja di sini...mereka bisa membangun sebuah usaha atau paling tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.'' sambungnya.
''Aku tau niat baik kamu tapi nanti kita omongin sama mommy dan daddy dulu.'' kata Axel. ''Lagian mereka juga belum lamakan kerjanya...paling gak kita lihat dulu kinerja mereka sampai setahun mendatang.'' sambungnya karena dirinya tak ingin terlalu gegabah dalam memutuskan sesuatu, apalagi mereka juga baru kenal...jadi belum tau gimana sifat serta tabiat mereka.
Axel juga takut kalau istrinya itu malah di manfaatkan oleh orang lain karena kebaikannya.
''Oke aku setuju.'' jawab Shakila.
''Anak-anak daddy bagaimana hari ini? gak rewelkan...gak bikin susah sama repot mommykan?'' tanyanya pada sang buah hati.
''Enggak dong daddy...kamikan anak-anak yang pinter.'' sahut Shakila mewakili kedua anaknya untuk menjawab pertanyaan sang daddy.
''Itu baru namanya anak-anak daddy.'' kata Axel dengan mencium baby Arsen dan baby Syila secara bergantian.
Mommy Shanum dan daddy Arya pernah berbicara pada Axel dan Shakila juga anak-anaknya yang lain...bagiamana pun tingkah anak-anak mereka jangan pernah sekali-kali mengatakan kata nakal ataupun kata buruk lainnya...karena apapun perkataan orangtua merupakan do'a yang paling mujarab terlebih adalah perkataan seorang ibu.
Mereka berdua juga berpesan...jangan sekali-kali bertengkar di depan anak-anaknya meskipun mereka masih bayi...karena otak seorang bayi pun akan bisa merekam segala yang ada di sekitarnya dan itu bisa berpengaruh pada psikis dan karakter anak nantinya.
''Kalian berdua ini bikin daddy gak betah berada di luar rumah.'' kata Axel. ''Karena daddy akan cepat kangen sama kalian.'' imbuhnya.
Dan benar...setiap beberapa jam sekali saat bekerja, Axel pasti melakukan panggilan via video untuk melihat kedua buah hatinya.
__ADS_1
''Kalian itu sumber semangat buat daddy juga mommy...rasa lelah daddy langsung hilang seketika ketika pulang bekerja melihat kalian berdua dan juga mommy.'' katanya lagi.