Tali Pernikahan

Tali Pernikahan
Bab 48


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Brak


Brak


Brak


Suara gebrakan pintu membuat sepasang suami istri yang belum lama terlelap akibat pergulatan panasnya langsung terbangun seketika.


''Siapa sih yang gedor-gedor pintu kamar malam-malam gini.'' gumam Axel dengan kesalnya. ''Awas aja kalau gak penting.'' katanya lagi. ''Aku buka pintu dulu sayang.'' katanya pada Shakila.


Tapi sebelum itu Axel terlebih dahulu memakai pakaiannya yang berserakan masih berserakan di lantai.


Memang dirinya dan Shakila sudah membersihkan diri setelah pertempuran mereka tadi, namun mereka kembali ke ranjang dan tidur dengan tak menggunakan apa-apa dan tentu saja itu adalah pemintaan konyol dari Axel.


Sebenarnya hanya modusnya saja agar saat dirinya menginginkan lagi tak perlu susah-susah untuk membuka sana sini.


Cklek


''Lama amat.'' gerutu Davin saat Axel membuka pintu kamarnya.


''Gak lihat apa ini sudah jam berapa.'' semprot Axel. ''Dini hari.'' sambungnya lagi.


''Iya aku tau dan aku minta maaf, tapi ini penting kak.'' kata Davin. ''Alexa mau melahirkan.'' sambungnya.


''Ya udah sana bawa ke rumah sakit.'' kata Axel.


''Tapi masalahnya dia mau kamu sama kak Shakila ikut.'' kata Davin memberi tahu tujuannya datang ke sana.


Kalau bukan kerena permintaan si bumil, tentu saja Davin lebih memilih langsung pergi ke rumah sakit dari pada harus repot-repot bangunin Axel yang berujung kena semprot karena telah mengganggu waktu tidurnya.


Shakila yang juga sudah mengenakan kembali pakaiannya, bergegas menuju ke arah pintu saat ada namanya di sebut di sana.


''Ada apa?'' tanya Shakila yang kini sudah berada di belakang tubuh Axel.


''Alexa mau melahirkan dan minta kalian berdua untuk ikut.'' kata Davin.


''Ya ampun...ya udah kamu ke Alexa dulu...dan kami berdua akan berganti pakaian.'' kata Shakila.


''Baiklah, terimakasih.'' ucap Davin lalu meninggalkan kamar Axel.


''Ck, merepotkan saja.'' sungut Axel saat tangannya sudah di tarik sang istri untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Shakila sudah mengganti pakaiannya saat ini begitu pula Axel, mereka berdua tinggal berangkat ke rumah sakit bersama Alexa dan Davin.


''Lagian kan sudah ada suaminya juga.'' gerutu Axel. ''Kan bisa berangkat duluan, gak harus nunggu kita.'' gerutunya lagi.


''Mungkin Alexa ingin ada kamu di sana juga Ax, lagian kalian inikan saudara...terlebih lagi saudara kembar, harusnya ikatan batin kalian jauh lebih besar.'' kata Shakila. ''Sudah ayo berangkat...kasihan Alexa.'' ajak Shakila dengan tangan yang sudah menggandeng tangan sang suami.


Begitu mereka berdua turun, sudah ada seluruh anggota keluarga yang berkumpul di ruang keluarga.


''Kak...'' rengek sang bumil yang akan melahirkan itu pada sang kembaran.


Alexa merentangkan kedua tangannya meminta agar saudara kembarnya itu memeluknya.


''Sudah gak usah manja ataupun cengeng kayak gini.'' kata Axel saat sudah memeluk saudarinya. ''Ayo berangkat ke rumah sakit.'' kata Axel.


Bukannya di papah sang suami, tapi si bumil malah nemplok pada Axel.


''Kamu duduk di belakang sama Davin, biar aku yang nyetir mobilnya.'' kata Axel saat sudah mendudukkan Alexa di dalam mobil di bagian penumpang.


Beberapa kali Alexa mendesis karena rasakan sakit akibat kontraksi yang terjadi, bahkan Davin pun tak henti-hentinya menenangkan sang istri dan tangan yang terus mengelus perut dan pinggang Alexa secara bergantian, dengan harapan bisa mengurangi rasa sakit yang di alami sang istri.


Bahkan Shakila yang duduk di kursi depan samping kemudi pun ikut meringis setiap Alexa mendesis, tangannya pun secara refleks meremas paha sang suami.


''Sudah hubungi pihak rumah sakit kan?'' tanya Axel.


''Sudah.'' jawab Davin.


Hanya Kinara saja yang tak ikut karena dia harus menemani kedua anaknya. Kalau Alka sudah tak masalah di tinggal, tapi Ara...kalau bangun tak ada mamanya, pasti masih menangis.


...****************...


Untung dini hari jadi keadaan jalanan masih lenggang sehingga tak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di rumah sakit keluarga Narendra yang kini tampu kepemimpinannya berada di tangan Alexa untuk menggantikan sang mommy.


Begitu sampai, mereka sudah di sambut dengan para tim medis yang akan menangani pemimpin rumah sakit di mana mereka bekerja.


''Lakukan sebaik dan semaksimal mungkin.'' kata daddy Arya. ''Saya gak mau dengar kabar buruk sedikit pun.'' imbuhnya lagi dengan penuh penekanan.


''Baik tuan besar...akan kami usahakan semampu kami.'' jawab dokter yang bertanggung jawab membantu proses persalinan Alexa.


Sebenarnya hanya satu orang yang di perbolehkan untuk ikut masuk ke ruang persalinan, tapi karena ini yang melahirkan pemimpin rumah sakit sekaligus anaknya yang punya rumah sakit jadi ada pengecualian.


''Kenapa harus aku? gak mommy saja.'' akta Axel saat dirinya di minta untuk ikut masuk oleh Davin.


''Tapi Alexa maunya kamu kak.'' kata Davin. ''Aku mohon kak.'' kata Davin lagi memelas.

__ADS_1


''Sudahlah Ax, ayo temani adik kamu sayang.'' kata mommy Shanum.


''Ax.'' panggil Shakila. ''Anggap aja hitung-hitung kamu belajar buat nanti saat aku lahiran...jadi biar gak kaget.'' bisik Shakila.


''Huh baiklah.'' jawab Axel.


''Semangat sayang...jangan lesu gitu.'' kata Shakila. ''Kamu itu di dalam mau kasih semangat loh buat Alexa.'' sambungnya lagi.


''Iya.'' sahut Axel yang kemudian ikut masuk tapi sebelum dia melangkahkan kakinya, tak lupa dirinya memberikan kecupan di kening sang istri.


''Dari sejak awal ngidam...maunya apa-apa minta ke Axel bukan ke suaminya sampai kehamilan trimester pertama selesai.'' kata mommy Shanum sambil memandangi pintu yang sudah tertutup kembali. ''Eh gak taunya lahiran juga masih minta sama Axel.'' imbuhnya lagi.


''Iya mom.'' kata Alvan menyetujui ucapan sang mommy. ''Kayaknya bakal deket nih anaknya Alexa ke Axel.'' sambungnya dan di angguki oleh sang mommy.


...****************...


Yang di dalam sedang berjuang dengan di temani oleh dua orang pria yang di menyayanginya, sedangkan yang di luar sudah ada anggota keluarga yang lain yang sedang menunggu dengan memanjatkan banyak do'a untuk kelancaran serta keselamatan sang bumil dengan bayinya.


Hingga lebih dari setengah jam, akhirnya yang di tunggu-tunggu lahir juga dengan selamat dan sempurna.


''Aish lucunya...'' kata Shakila saat mengendong bayi Alexa dan mendekatkannya ke Axel.


Saat ini mereka semua sudah berada di ruang perawatan Alexa saat sang ibu baru itu sudah di pindahkan ke sana.


''Kamu sudah cocok loh kak punya baby.'' kata Alexa.


''Lagi proses.'' sahut Axel sekenanya.


''Proses mulu...gak jadi-jadi.'' cibir Alexa.


''Ngomong-ngomong siapa sih nih namanya?'' tanya Alvan.


''Dexa Arsha Argana.'' jawab Davin.


Dexa dalam bahasa Yunani berarti sepuluh yang melambangkan kesempurnaan.


Argana dari nama keluarga besar Davin sedangkan Arsha dari nama tengah anak-anak mommy Shanum dan daddy Arya yang merupakan gabungan nama mereka berdua.


Cucu mereka memang memiliki nama tengah yang sama dengan orangtua mereka...yaitu Arsha.


Seperti Alka juga bernama Alka Arsha Narendra sedangkan Ara...Ara Arsha Narendra.


''Orangtua kamu gimana Vin? sudah di hubungi?'' tanya daddy Arya.

__ADS_1


''Iya sudah dad dan mereka langsung terbang ke sini.'' jawab Davin.


Karena saat ini kedua orangtuanya sedang ada di Australia mengunjungi kakaknya sebab sang ponakan sempat sakit dan sampai sempat di rawat di rumah sakit.


__ADS_2