
❤️ Happy Reading ❤️
''Sudah beres semua?'' tanya Axel dan di angguki oleh Shakila. ''Sudah di cek lagi, jangan sampai ada yang ketinggalan.'' kata Axel lagi.
''Iya sudah Ax.'' sahut Shakila.
''Ya sudah ayo kita berangkat...jangan sampai kita ketinggalan pesawat.'' kata Axel lagi.
Ya mereka hari ini akan pulang...setelah beberapa hari kalau kata mommy Shanum sih honeymoon tapi kalau kata mereka berdua berlibur.
Dan kali ini mereka pulang tak menggunakan pesawat pribadi melainkan menggunakan pesawat komersil...pengen cari suasana yang berbeda katanya.
Mereka juga tak bilang sama orang rumah kalau pulang siang ini, mereka semua taunya mereka akan pulang nanti sore.
''Ax, itu bukannya...'' kata Shakila ketika mereka berdua sudah di bandara dan Axel yang mengikuti arah jari Shakila menunjuk pun tak menunjukkan ekspresi apa-apa. ''Itu dia sama siapa Ax?'' tanya Shakila.
''Gak tau.'' sahut Axel. ''Sudah jangan kepo.'' sambungnya lagi lalu meraih sebelah tangan Shakila untuk di gandengnya karena para penumpang sudah di panggil sebab pesawat mereka akan segera lepas landas.
Benar-benar dunia sangat sempit...sekarang mereka malah berada dalam satu pesawat yang sama dengan tempat duduk yang bersebrangan pula.
Axel terus saja menggenggam tangan Shakila bahkan sampai mereka saat ini telah duduk.
''Aku ke toilet sebentar Ax.'' kata Shakila.
''Mau aku temani?'' tanya Axel.
''Ah gak usah...aku bisa sendiri kok.'' sahut Shakila.
Mau tak mau Axel pun langsung melepaskan genggaman tangannya.
...****************...
''Hai kita ketemu lagi.'' sapa Rossi yang ternyata mengikuti Shakila ke toilet.
Cukup membuat Shakila terkejut, karena pasalnya begitu keluar sudah ada Rossi yang berdiri tepat di depan pintu.
''Aku cuma mau bilang...kamu jangan bangga dan seneng dulu karena Axel terus saja menggenggam tanganmu.'' kata Rossi saat Shakila tak meresponnya. ''Dia melakukan itu hanya karena ingin membuatku cemburu dan ya asal kamu tau...kamu itu hanya menjadi pelampiasannya saja setelah dirinya berpisah denganku.'' imbuhnya lagi dengan penuh rasa percaya diri.
__ADS_1
Shakila lebih memilih tetap diam dan segera pergi dari sana.
''Sudah...?'' tanya Axel dan di angguki oleh Shakila.
Shakila terus saja memikirkan apa yang di katakan oleh wanita yang menjadi kekasih suaminya itu.
Tapi Shakila memutuskan untuk menanyakan atau membahas hal ini setelah nanti mereka sampai dirumah saja, dia tak ingin sampai ada keributan nantinya jika dirinya bertanya saat ini juga dan akan membuatnya malu sendiri.
Axel menarik kepala Shakila agar menyender pada bahunya tak lupa juga dirinya memberikan usapan kecil di kepala wanita yang saat ini sudah menyandang status sebagai nyonya Axel Arsha Narendra itu.
Rasa nyaman yang di berikan oleh Axel, membuat Shakila lama kelamaan terbuai ke alam mimpi.
Dan Axel sama sekali tak pernah melirik kearah sang mantan...wanita yang dengan begitu tega mengkhianatinya, fokusnya saat ini hanya pada Shakila...Shakila dan Shakila.
...****************...
''Loh kalian...'' kata mommy Shanum yang kaget melihat putra serta menantunya sudah ada di sana. ''Katanya pulang nanti sore...kok malah siang-siang sudah nyampek?'' tanyanya.
''Sengaja mom...mau buat kejutan.'' sahut Axel. ''Lagian kalau pulang siangkan...kami berdua jadi punya banyak waktu untuk istirahat sebelum besok memulai aktivitas seperti semula.'' sambungnya lagi.
''Ya sudah kalau begitu kalian langsung istirahat saja.'' kata mommy Shanum. ''
Shakila dan Axel pun langsung berjalan di mana kamar Axel berada, tapi sebelum itu mereka berpamitan terlebih dahulu pada mommy Shanum.
Cklek
''Selamat datang kembali ke kamar kita.'' kata Axel sambil merentangkan kedua tangannya. ''Kamu kenapa sih Kil...perasan sejak kamu di pesawat tadi...kamu sedikit gimana gitu.'' tebak Axel. ''Apa terjadi sesuatu pada mu.
''Huft...Ax, kamu anggap aku apa?'' tanya Shakila.
''Maksudnya?'' tanya Axel.
''Gak usah banyak tanya...jawab saja, karena aku yakin kamu tau apa yang aku tanyakan.'' kata Shakila.
''Kamu istri aku dan bukannya kita juga akan saling membuka hati satu sama lain demi ikatan suci ini.'' sahut Axel.
''Kamu gak berniat buat jadiin aku pelampiasan kan Ax?'' tanyanya lagi.
__ADS_1
''Ya ampun...ya enggak dong Kil.'' sanggah Axel. ''Kamu kok jadi ngomong kayak gini sih...perasaan tadi sewaktu mau naik pesawat, kita baik-baik saja.'' kata Axel lagi.
''Ya semuanya memang baik-baik saja sebelum kekasih kamu itu ngomong aneh-aneh ke aku.'' seru Shakila dengan air mata yang sudah menganak sungai.
Grep
Axel langsung membawa tubuh langsing itu kedalam pelukannya.
''Kamu ketemu sama dia? dia ngomong apa saja sama kamu?'' tanya Axel.
Shakila pun menceritakan semua yang di katakan Rossi padanya tadi.
''Kamu jangan percaya sama omongan dia ya...'' akta Axel. ''Aku memang sudah putus dengannya tapi semua perasanku padanya hilang saat itu juga...saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sewaktu dirinya sedang bergumul dengan pria lain, pria yang bernama dengannya tadi.'' imbuhnya lagi. ''Aku ingin menjalani rumah tangga denganmu selayaknya yang lain, ya walaupun pernikahan kita tak di awali dengan cinta...tapi aku harap kita kan bisa saling mencintai dengan berjalan seiringnya waktu dengan membuka hati masing-masing.'' tuturnya lagi. ''Kamu maukan menjalani pernikahan ini selamanya sama aku?'' tanyanya dengan meraih wajah Shakila untuk di dongakkan tepat di depan wajahnya.
''He'em.'' sahut Shakila dengan menganggukkan kepalanya.
Entahlah siapa yang memulai duluan sehingga dua benda kenyal dari kedua orang itu sudah saling menempel.
Bahkan Shakila pun sudah menutup kedua matanya dan Axel pun mulai berani menggerakkan bibirnya yang menempel tadi untuk sedikit mel***t bibir manis yang sama sekali belum pernah terjamah oleh pria lain.
Hanyut...semakin hanyut hingga ketukan pintu membuyarkan segalanya.
Shakila dengan refleks mendorong dada Axel sehingga tautan mereka pun terlepas.
''Ish.'' kesal Axel. ''Siapa?'' tanyanya dengan kesal karena biasa-bisanya menggangu aktifitas yang dia lakukan saat ini.
''Saya tuan muda.'' jawabnya dari balik pintu.
Cklek
''Saya mengantarkan minuman tuan muda.'' kata sang art. ''Nyonya besar yang menyuruh.'' imbuhnya lagi dengan takut karena melihat wajah tak bersahabat dari tuan mudanya.
''Ya sudah sini, buat aku yang bawa masuk.'' kata Axel meminta nampan yang di bawa sang art lalu menutup pintunya kembali.
Brak
''Ax.'' panggil Shakila. ''Kamu mengambil ciuman pertamaku.'' lirihnya dengan wajah merona mengingat aktivitas mereka tadi.
__ADS_1
''Iya aku tau.'' sahut Axel yang membuat Shakila langsung mendongak. ''Sangat terlihat tadi kamu sangat kaku bahkan tak membalas ciuman dariku.'' lanjutnya dengan sangat santai saat mengatakannya. ''Mau kita ulangi lagi?'' goda Axel sambil menarik turunkan alisnya.
''Axel.'' seru Shakila dengan tangan yang sudah meraih bantal dan melemparkannya ke arah Axel.