
❤️ Happy Reading ❤️
Selang setengah bulan kehadiran baby Ziel, mommy Shakila benar-benar stay di rumah membatu menantunya mengurus baby Ziel.
Segala urusan cafe sudah di serahkan sepenuhnya pada Arsyila.
''Maaf ya mom...aku jadi ngerepotin mommy.'' kata Aluna saat sedang duduk bersama mommy Shakila yang sedang memangku baby Ziel.
''Kamu ini ngomong apa, mommy sama sekali gak ngerasa di repotin kok.'' kata mommy Shakila. ''Lagian mommy seneng bisa ikut andil merawat Ziel.'' sambungnya. ''Dan seharusnya mommy berterimakasih sama kamu malahan.'' kata mommy Shakila lagi.
''Berterimakasih untuk apa mom?'' tanya Aluna.
''Karena kamu sudah memberikan mommy dan keluarga ini penerus keluarga.'' jawab mommy Shakila apa adanya. ''Lagian ya Lun, dengan adanya Ziel, mommy itu jadi ngerasain bagaimana mengurus bayi sepenuhnya.'' sambungnya. ''Dulu mommy sibuk mengurus toko online Frozen food milik mommy, terus sewaktu Arsen dan Syila masih berumur tiga bulan...mommy sudah sangat sibuk mengurus cafe, karena mommy waktu itu baru merintisnya.'' cerita mommy Shakila. ''Jadi mommy gak punya banyak waktu bermain dengan Arsen dan Arsyila, tapi sekarang mommy bisa ngerasain itu semua karena ada gantinya...Ziel.'' kata mommy Shakila dengan bahagia.
''Dan aku yang bakal gantian ngerasain kayak mommy.'' kata Aluna. ''Aku harus bekerja, menunaikan tanggung jawabku pada perusahaan.'' sambungnya.
''Seperti mommy dulu...sesekali kamu juga bisa membawanya ke perusahaan.'' kata mommy Shakila.
''Ehm mom apa aku cari baby sitter aja ya...'' kata Aluna tiba-tiba.
''Untuk apa? Kalau untuk mengurus baby Ziel masih ada mommy dan kalau hanya sekedar nunggu oma sama opa juga bisa.'' kata mommy Shakila. ''Lagian sebentar lagi daddy juga pensiun, jadi bisa bantu jaga.'' sambungnya lagi yang secara tak langsung tak setuju dengan usul sang menantu.
''Aku cuma gak ingin kalau oma, opa, daddy dan terutama mommy menjadi kelelahan.'' kata Aluna memberikan alasannya.
''Gak akan, lagian di sini juga banyak art yang bisa bantuin kok.'' sahut mommy Shakila.
''Ya sudah Aluna ikut kata mommy saja.'' kata Aluna pada akhirnya. ''O iya mom, Aluna minta tolong titip Ziel sebentar ya...soalnya ini Aluna ada meeting.'' pinta Aluna.
__ADS_1
''Iya biar Ziel sama mommy....sudah sana.'' sahut mommy Shakila.
Walaupun di rumah, namun Aluna tak melupakan tanggung jawabnya sebagai pemimpin sebuah perusahaan.
Bagaiman pun nasib para karyawan ada di tangannya.
Selama meeting bisa di lakukan secara virtual, Aluna pasti ikut serta...kecuali kalau langsung baru akan di wakilkan pada Loli, Yongki atau pak Tomi.
Loli dan Yongki pun kerap datang ke rumah untuk mengantarkan berkas yang membutuhkan persetujuan atau tanda tangannya.
Kalau untuk pekerjaan yang lain biasanya akan di email langsung padanya.
...****************...
Cup
Arsen baru saja keluar dari ruang gantinya seusai membersihkan diri.
''Gak kok...dia anak yang pinter.'' jawab Aluna tanpa mengalihkan pandangannya pada baby Ziel yang juga seolah menatapnya. ''Yah sayang...iya...anak mommy pinter yah...'' kata Aluna pada Ziel. ''Gimana kerjaan kamu sayang?'' tanya Aluna.
''Yah seperti biasa.'' jawab Arsen.
''Kayaknya daddy sibuk banget ya?'' tanya Aluna yang melihat belakangan ini ayah mertuanya sering pulang telat.
''Hem.'' sahut Arsen. ''Ada banyak kerjaan yang harus daddy selesaikan, kamukan tau sendiri daddy bentar lagi pensiun.'' sambung Arsen.
''Oh iya tadi aku sudah bicara sama mommy tentang baby sitter untuk Ziel.'' kata Aluna memberi tahu.
__ADS_1
''Terus gimana?'' tanya Arsen yang begitu penasaran.
''Huft...tentu saja mommy tidak setuju alias mommy menolaknya.'' jawab Aluna yang lalu menceritakan pembicaraannya tadi dengan mommy Shakila.
''Aku setuju sama mommy.'' sahut Arsen. ''Lagian aku juga lebih tenang kalau Ziel di urus sama mommy dari pada sama baby sitter yang notabene orang baru.'' sambungnya. ''Aku gak mau terjadi apa-apa sama anak kita.'' imbuhnya yang ngeri bila mengingat maraknya berita-berita di luaran sana.''
''Iya juga tapi jujur aku gak enak dan gak tega sama mommy sebenarnya.'' kata Aluna.
''Sudah gak apa-apa, lagian ini semua juga kemauan mommy kan.'' kata Arsen. ''Jadi santai aja.'' imbuhnya lagi.
''Em ngomong-ngomong kapan pengangkatan kamu?'' tanya Aluna.
''Tiga minggu lagi, nunggu semua kerjaan daddy kelar dan juga nunggu baby Ziel bisa di ajak keluar.'' jawab Arsen. ''Kata daddy dan opa...sekalian ngenalin baby Ziel.'' imbuhnya.
''Aku cuma takut kami sibuk dan gak ada waktu buat kami nantinya.'' ujar Aluna mengatakan apa yang ada di pikirannya.
''Gak akan...aku janji.'' kata Arsen. ''Lagian mommy juga sudah menerapkan ke kita semua...sesibuk apapun...keluarga tetap nomor satu...sarapan dan makan malam harus di rumah bersama keluarga, kecuali ada yang sangat...sangat urgent.'' tuturnya.
''Ya semoga saja kau gak mengingkari janji kamu itu.'' celetuk Aluna.
''Enggak sayang...kamu bisa pegang omongan aku.'' kata Arsen meyakinkan.
...****************...
Hai teman-teman...aku mau promo karya baru aku...siapa tau dari teman-teman ada yang berkenan untuk mampir...terimakasih 🙏
__ADS_1