
❤️ Happy Reading ❤️
''Aku gak nyangka kamu bisa seperti itu saat menghadapi adik tirimu sayang.'' kata Arsen yang saat ini mereka berdua tengah berada di ruang kerja pemimpin perusahaan setelah tadi Aluna dengan resmi di tetapkan menjadi pemimpin di perusahaan AHD grup.
''Aku belajar dari pengalaman...aku gak mau terus menjadi orang bodoh dan lemah sehingga orang lain bisa dengan semena-mena menindasku.'' kata Aluna. ''Lagian tak ada yang perlu aku takutkan sekarang...karena ada kamu yang akan ada di belakangku.'' sambungnya lagi dengan tindakan berani mengalungkan kedua tangannya di leher Arsen. ''Bukannya begitu suamiku...'' katanya lagi dengan sedikit mengeringkan matanya.
''Apa ku sedang menggodaku hem...'' kata Arsen dengan tangan yang juga sudah melingkar sempurna di pinggang ramping Aluna.
''Kalau begini...'' kata Aluna lalu dengan sengaja mengecup bibir Arsen sekilas.
''Jangan memancingku sayang...atau aku tak akan melepaskanmu...'' peringat Arsen.
''Apa itu sebuah peringatan?'' tanyanya dengan nada di buat manja.
''Kamu benar-benar nakal ya...'' kata Arsen.
''Ah...Ars.'' pekik Aluna karena tiba-tiba tubuhnya di buat melayang dan saat ini sudah ada di dalam gendongan Arsen. ''Turunin aku Ars.'' kata Aluna.
''Tak akan.'' sahut Arsen yang mulai melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan Aluna.
Cklek
''Ars...turunin...'' kata Aluna lagi saat Arsen membawanya keluar dari ruangan.
''Jangan harap sayang.'' kata Arsen. ''Diki, Loli...kita pergi.'' kata Arsen pada kedua bawahannya.
''Baik tuan muda.'' sahut mereka berdua.
''Ars...please.'' mohon Aluna.
''Diam sayang atau kamu akan jatuh dari gendonganku.'' peringat Arsen.
''Tapi aku malu Ars.'' lirihnya.
''Kamu bisa diam atau aku bungkam dengan bibirku.'' sahut Arsen dengan seenaknya yang langsung membuat Aluna benar-benar menutup mulutnya rapat-rapat.
Aluna saat ini hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Arsen karena malu, sebab sudah dapat di pastikan saat ini mereka pasti sudah menjadi tontonan para penghuni perusahaan.
''Antar kami ke AN hotel terdekat, dan ku serta Loli bisa kembali ke perusahan menggunakan mobil yang Loli kendarai.'' kata Arsen.
__ADS_1
Walaupun di dalam mobil, Aluna tetap saja menyembunyikan wajahnya di dada Arsen karena masih ada Diki di sana dan saat ini dirinya juga duduk di pangkuan pria itu...Arsen sama sekali tak melepaskannya.
''Kenapa kita ke hotel?'' tanya Aluna.
''Karena kamu harus mengucapakan terimakasih dengan cara yang benar dan kamu juga harus menerima hukuman dariku....'' jawab Arsen.
Aluna hanya bisa mendengus...karena dia tau kemana arah pembicaraan Arsen...ucapan terimakasih serta hukuman seperti apa yang nanti akan terjadi.
...****************...
''Eugh...'' lenguh Aluna begitu terbangun dari tidurnya.
Bergulat dengan Arsen lebih dari dua jam di ranjang...benar-benar membuatnya lelah.
Cup
Aluna langsung membuka matanya secara sempurna begitu mendapatkan sebuah kecupan di bibirnya.
''Ars.'' kata Aluna.
''Iya sayang.'' sahut Arsen. ''Cepet bangun dan kita makan bersama.'' tuturnya.
''Gendong.'' kata Aluna dengan manja sambil merentangkan kedua tangannya ke arah Arsen.
''Hem manjanya istriku.'' kata Arsen yang langsung membawa tubuh wanitanya kedalam gendongannya menuju ke arah dimana kamar mandi berada.
Jujur kalau boleh memilih...dirinya lebih memilih Aluna yang bersikap manja seperti ini dari pada Aluna yang begitu mandiri.
Kenapa seperti itu...ya karena dirinya sebagai seorang laki-laki terlebih seorang suami menjadi lebih di butuhkan dan akan selalu di cari keberadaannya.
Arsen dengan hati-hati mendudukkan Aluna di atas closed, lalu dirinya bergerak menjauh untuk mengisi bathub dengan air hangat.
Kemudian mereka bercengkrama sebentar sambil menunggu air terisi penuh.
''Mandilah...dan aku akan menunggumu di luar.'' kata Arsen begitu air penuh dan kembali mengangkat tubuh polos Aluna untuk di turunkan di dalam bathtub. ''Kalau sudah selesai...panggil aku.'' katanya lagi Lalau mengecup puncak kepala Aluna dan keluar dari sana.
...****************...
''Ars...'' panggil Aluna dari dalam kamar mandi, dirinya benar-benar dalam mode malas untuk berjalan saat ini.
__ADS_1
Dia sedang menikmati rasanya di manja, dirinya benar ingin merasakan hal itu...sebuah hal yang sangat sederhana namun sudah sejak lama tak dia dapatkan dan sangat dia rindukan...lebih tepatnya setelah sang ibu meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Dirinya sebagai anak tunggal...yang selalu di manja serta di perhatikan dan di sayang...berubah drastis semenjak ibunya kecelakaan dan meninggal. Dirinya langsung di tuntut untuk bisa mandiri dan bertanggung jawab dengan dirinya sendiri.
Sehingga kehidupan yang keras...kesedihan yang mendalam...membuatnya menjadi sosok wanita yang mandiri.
Tak ada satu sosok yang menemaninya begitu sang art kepercayaan sang ibu meninggal...dia benar-benar sebatang kara meskipun pada kenyataannya dirinya masih memiliki seorang ayah yang notabene orang yang dengan sengaja telah membuat ibunya meninggal, orang yang membuatnya merasakan semua kesedihan, kekecewaan serta kesendirian.
Cklek
''Sudah?'' tanya Arsen dan di jawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Aluna.
Dengan senang hati...Arsen kembali membawa tubuh Aluna yang berbalut jubah mandi ke luar dan mendudukkannya di tempat tidur.
''Ganti bajulah.'' kata Arsen.
''Ini...'' tanya Aluna dengan melihat paper bag yang ada di sampingnya.
''Tadi aku minta Diki juga Loli untuk memesankan pakaian untuk kita berdua.'' sahut Arsen. ''Hem sayang kayaknya kita perlu merencanakan agenda untuk bulan madu.'' kata Arsen lagi. ''Sejak menikah sampai saat ini...kita sama sekali belum pernah berbulan madu.'' ujarnya.
''Kamu atur aja Ars.'' kata Aluna.
''Kayaknya bulan depan kita bisa bulan madu.'' sahut Arsen. ''Mau dalam wanti dekat ini juga gak mungkin...karena kamu baru aja menduduki posisi sebagai pemimpin perusahaan.'' imbuhnya.
Nyatanya realita tak sesuai ekspektasi...niat hati setelah menikah dia akan mengajak sang istri berbulan madu dan melakukan malam pertama mereka di sana, eh mereka malah di sibukkan dengan semua masalah yang ada.
Mulai dari pengungkapan kasus kematian sang ibu mertua sampai mengambil alih perusahan yang memang seharusnya jatuh pada sang pewaris asli.
''O iya Ars...aku sebenarnya ragu untuk memimpin perusahaan...walau bagaimanpun aku belum ada pengalaman sama sekali untuk itu.'' kata Aluna. ''Dan kamu juga tau sendiri bahkan aku aja belum lulus kuliah, ya walaupun tinggal wisuda aja sih.'' tambahnya.
''Aku mengerti akan semua ketakutan serta keraguan kamu itu.'' kata Arsen. ''Tapi kamu juga harus ingat...ada aku yang bisa kamu andalkan.'' lanjutnya. ''Aku, mommy, daddy, oma, opa juga Syila akan bergantian untuk mengajarimu.'' imbuhnya. ''Kalau ada yang tidak kamu mengerti...kamu bisa langsung tanya ke kami dan juga ada Loli yang akan standby di dekatmu untuk membantu.'' sambungnya.
''Tapi...'' kata Aluna.
''Jangan berpikir macam-macam dan kamu harus positif thinking serta optimis.'' potong Arsen yang ingin istrinya itu merasa percaya diri dengan kedudukannya. ''Aku juga Kana membantumu mengevaluasi struktur perusahan...bila perlu akan menggantinya dengan beberapa orang dari perusahan AN.'' imbuhnya.
Karena Arsen juga tak ingin kalau ada yang mencurangi istrinya dalam mengelola perusahaan...dia tak akan membiarkan penghianat berkeliaran di sana yang bisa membahayakan sang istri.
Sebab Arsen yakin, di dalam perusahan pasti masih masih ada antek-antek tuan Rendi.
__ADS_1